TUAL | Maluku.Newsline.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia mempercayakan PT Adhi Karya sebagai kontraktor utama dalam pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Ohoi Lebetawi, Kota Tual, Provinsi Maluku, dengan target penyelesaian proyek pada Desember 2025.
Kontraktor pelaksana, Naufal Harizzudin, memastikan seluruh pekerjaan telah berjalan sesuai jadwal. Beberapa fasilitas utama seperti balai pertemuan, kantor pengelola, sarana pendingin, gudang beku, dan tambatan perahu kini memasuki tahap akhir penyelesaian.
“Kami menjaga kualitas dan ketepatan waktu pengerjaan proyek ini. Semua dilakukan dengan pengawasan yang ketat agar hasilnya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat nelayan,” ungkap Naufal, Jumat (7/11/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Program pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih ini merupakan bagian dari agenda nasional KKP untuk memperkuat kemandirian ekonomi pesisir. Melalui penyediaan fasilitas modern, nelayan diharapkan dapat mengelola hasil tangkap secara mandiri dan meningkatkan nilai jual produk perikanan mereka.
Selain pembangunan infrastruktur, program ini juga menyertakan pelatihan peningkatan kapasitas nelayan. Masyarakat akan dibekali keterampilan dalam mengelola hasil laut, menjaga kebersihan lingkungan pesisir, serta mengembangkan usaha berbasis perikanan secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku menyebut, proyek KNMP di Tual merupakan momentum penting bagi pemerataan pembangunan ekonomi di wilayah timur Indonesia. Program ini selaras dengan visi pemerintah pusat dalam memperkuat potensi maritim sebagai pilar utama ekonomi nasional.
Sementara itu, masyarakat Ohoi Lebetawi menyambut antusias proyek tersebut. Mereka menilai, kehadiran fasilitas baru ini akan membuka peluang ekonomi yang lebih luas, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong kesejahteraan keluarga nelayan di kawasan pesisir.
Pemerintah Kota Tual turut memberikan dukungan penuh terhadap keberlangsungan proyek ini. Pemkot berkomitmen menyiapkan regulasi serta sistem pengelolaan pasca proyek agar kegiatan di Kampung Nelayan Merah Putih dapat berjalan berkesinambungan dan dikelola secara mandiri oleh masyarakat.
Proyek strategis bernilai Rp13 miliar ini bersumber dari APBN tahun 2025 dan menjadi bukti nyata komitmen KKP dalam menata kawasan pesisir secara terintegrasi. Kehadiran KNMP diharapkan tidak hanya memperkuat sektor ekonomi kelautan, tetapi juga memperkokoh identitas maritim masyarakat Maluku.
Dengan dukungan sinergis antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Ohoi Lebetawi menjadi tonggak penting menuju kemandirian nelayan lokal. Program ini diharapkan menjadi model pengembangan kampung nelayan modern yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Lebih dari sekadar proyek fisik, kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih membawa pesan kebangkitan bagi masyarakat pesisir di Kota Tual untuk terus berinovasi, berdaya, dan menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi nasional. (KP)












