Tokoh Adat Alune Wemale Seram Barat Siap Laporkan Wakil Gubernur Maluku atas Pernyataan yang Dianggap Menyinggung Tiga Pendeta

Sabtu, 29 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seram Barat | Maluku.Newsline.id – Tokoh Adat Alune Wemale Nuruwe Lumabotoi, Jodis Rumasoal, SH., bersama sejumlah tokoh adat, para raja, serta tokoh masyarakat Seram Barat dan wilayah sekitarnya menyatakan siap melaporkan Wakil Gubernur Maluku ke Polda Maluku dan Ketua Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM). Langkah ini diambil sebagai respons atas pernyataan Wakil Gubernur yang dinilai menyinggung tiga pendeta dalam sebuah acara pertandingan olahraga di Lapangan Negeri Luhu.

Dalam pernyataannya, Jodis Rumasoal menegaskan bahwa ucapan yang disampaikan Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanat, dinilai tidak layak dilontarkan oleh seorang pejabat publik.

“Pernyataan yang disampaikan oleh Wakil Gubernur Maluku bapak Haji Abdullah Vanat yang menyinggung tiga pendeta meminta uang untuk keperluan Natal di acara yang berbeda tidak pantas disampaikan,” tegas Rumasoal dalam keterangannya Sabtu (29/11/2025).

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan bahwa masyarakat adat Alune–Wemale di Seram Barat merasa keberatan dan menolak sikap tersebut.
“Kami masyarakat tokoh adat Alune Wemale Seram Barat tidak setuju dan tidak terima pernyataan tersebut walaupun bersifat seremonial dan bercanda,” lanjutnya.

Sementara itu, salah satu Raja negeri adat di Seram Bagian Barat menegaskan bahwa langkah hukum akan segera ditempuh sebagai bentuk sikap dan tanggung jawab moral masyarakat adat.

“Dalam waktu dekat kita membuat laporan tertulis ke Polda Maluku, Gubernur Maluku, dan Ketua Sinode dengan memakai atribut adat. Nasar setiap negeri Rp 50.000,00 dan tuntutan yang nanti disampaikan,” ungkapnya.

Ia melanjutkan bahwa tindakan ini bukan hanya untuk ketiga pendeta yang disebut, tetapi juga untuk menjaga martabat masyarakat adat dan menghentikan potensi kesalahpahaman publik.
“Kami perkumpulan tokoh adat dan kumpulan negeri adat dari Nusa Ina meminta agar Wakil Gubernur Maluku bapak Abdullah Vanat secara terbuka meminta maaf kepada masyarakat Maluku, biar tidak terjadi multi tafsir oleh publik. Karena bapak merupakan seorang pejabat publik di Maluku, maka ke depan jangan sampai hal seperti ini terulang lagi,” tegasnya.

Para tokoh adat menegaskan, laporan tersebut akan disertai sikap resmi masyarakat adat sebagai bentuk keberatan sekaligus tuntutan klarifikasi dan permintaan maaf terbuka. (EH)

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SMIT Kecam Kriminalisasi Warga Adat Halmahera Utara, Nilai Negara Lebih Lindungi Investasi
Potensi Besar, Akses Terbatas: Warga Taniwel Timur Harap Perbaikan Jalan Tani
Sorotan Anggaran TP PKK SBB, Aldi: Jangan Bangun Opini Tanpa Data
Salah Tangkap Victor Parera, Polisi Minta Maaf, Publik Pertanyakan Sikap Resmi Institusi
Klarifikasi Dugaan Salah Tangkap di Maluku Tengah Viral di Facebook, Keluarga Minta Pemulihan Nama Baik
Ridwan Umachina: Pers adalah Pilar Bangsa
Tepi Negeri, Ridwan Hidayatullah Umachina SH, Menyatukan Politik, Iman, dan Kerja Nyata
Evakuasi Terkendala Medan Terjal, Puing Pesawat ATR 42 Ditemukan di Maros
Berita ini 513 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:32 WIT

SMIT Kecam Kriminalisasi Warga Adat Halmahera Utara, Nilai Negara Lebih Lindungi Investasi

Selasa, 28 April 2026 - 19:32 WIT

Potensi Besar, Akses Terbatas: Warga Taniwel Timur Harap Perbaikan Jalan Tani

Sabtu, 18 April 2026 - 20:35 WIT

Sorotan Anggaran TP PKK SBB, Aldi: Jangan Bangun Opini Tanpa Data

Jumat, 17 April 2026 - 06:54 WIT

Salah Tangkap Victor Parera, Polisi Minta Maaf, Publik Pertanyakan Sikap Resmi Institusi

Kamis, 16 April 2026 - 14:58 WIT

Klarifikasi Dugaan Salah Tangkap di Maluku Tengah Viral di Facebook, Keluarga Minta Pemulihan Nama Baik

Berita Terbaru