Pernyataan Wakil Gubernur Maluku Picu Reaksi Keras, Vigel Faubun: Pejabat Harus Jaga Etika Berkomunikasi

Sabtu, 29 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ambon | Maluku.Newsline.id – Pernyataan Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, yang disampaikan dalam beberapa kesempatan resmi beberapa waktu lalu menimbulkan kegaduhan dan reaksi beragam dari masyarakat. Sejumlah tokoh menilai pernyataan tersebut kurang tepat secara etika komunikasi publik, sehingga memicu diskusi dan kritik luas di ruang publik dan media sosial.

Salah satu kritik datang dari pegiat budaya dan pemerhati sosial Maluku, Vigel Faubun, yang menilai bahwa pernyataan tersebut menunjukkan perlunya pejabat publik meningkatkan sensitivitas dalam menyampaikan pendapat di hadapan masyarakat.

Dalam keterangannya, Faubun menyatakan bahwa seorang pejabat negara memikul tanggung jawab moral dalam setiap ucapannya.
“Pernyataan Wakil Gubernur jelas menimbulkan kegaduhan. Pejabat publik harus jaga etika berkomunikasi. Kata-kata mereka membawa konsekuensi bagi ketenangan dan kepercayaan masyarakat,” ujar Vigel Faubun kepada media ini Sabtu (29/11/2025).

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Faubun, di tengah dinamika sosial dan politik di Maluku, masyarakat membutuhkan pemimpin yang mampu meredam ketegangan, bukan memperluas polemik.
“Rakyat menunggu narasi yang menyejukkan, bukan ucapan yang menambah keruh suasana. Jabatan publik itu amanah, bukan ruang bebas untuk menyampaikan pernyataan yang menimbulkan ketersinggungan, cukup pemimpin yang kemarin, yang saat ini jangan lagi,”tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa Maluku memiliki tradisi sosial yang kuat seperti pela gandong, budaya tutur, serta etika komunikasi yang melekat dalam adat. Karena itu, setiap pejabat daerah seharusnya memahami nilai-nilai tersebut ketika berbicara di ruang publik.
“Maluku punya kearifan lokal yang halus. Sekalipun didik dengan keras, serta adat istiadat yang keras. Pejabat harus mencerminkan itu, bukan bertindak seolah-olah kebal terhadap kritik,” lanjutnya.

Faubun berharap insiden ini dapat menjadi pembelajaran penting dalam memperkuat kualitas kepemimpinan di Maluku.
“Rakyat butuh pemimpin yang tidak hanya bekerja, tetapi juga bijak dalam bertutur. Komunikasi yang baik adalah bagian dari pelayanan,” tutupnya. (EH)

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FH UKIM Raih Juara 2 Pada PATIMURA Moot Court Competition Piala Dekan III
Lomba Teatrikal AMGPM Cabang Sumber Kasih Jadi Ruang Kreativitas dan Semangat Pelayanan Pemuda
Pemuda Manipa Desak Polda Maluku Segera Tangkap Pelaku Pengeroyokan Abdullah Mahu
SMIT Kecam Kriminalisasi Warga Adat Halmahera Utara, Nilai Negara Lebih Lindungi Investasi
GMKI Lantik, Fredy Leiwakabessy Pimpin Panitia Kongres GMKI ke-XL di Ambon
PC KMHDI Ambon Periode 2025-2027 Resmi Dilantik, Fokus Perkuat Kaderisasi 
Konfercab XIV Tetapkan Eston Halamury Dan Dadang Rettob Nahkodai GMNI Ambon
P3MS Desak Polda Maluku Usut Tuntas Akun Pengancam Warga Samasuru
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 01:00 WIT

FH UKIM Raih Juara 2 Pada PATIMURA Moot Court Competition Piala Dekan III

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:51 WIT

Lomba Teatrikal AMGPM Cabang Sumber Kasih Jadi Ruang Kreativitas dan Semangat Pelayanan Pemuda

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:18 WIT

Pemuda Manipa Desak Polda Maluku Segera Tangkap Pelaku Pengeroyokan Abdullah Mahu

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:32 WIT

SMIT Kecam Kriminalisasi Warga Adat Halmahera Utara, Nilai Negara Lebih Lindungi Investasi

Minggu, 17 Mei 2026 - 21:04 WIT

PC KMHDI Ambon Periode 2025-2027 Resmi Dilantik, Fokus Perkuat Kaderisasi 

Berita Terbaru