Pertunjukan Musik: Merawat Musisi Ambon Lewat Kreativitas Mahasiswa Seni

Sabtu, 6 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ambon | Maluku.Newsline.id – Pertunjukan musik kembali digelar oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Musik, Fakultas Seni Keagamaan Kristen (FSKK) IAKN Ambon, sebagai bagian dari pemenuhan mata kuliah Manajemen Pertunjukan Musik. Kegiatan yang mengusung tema “Symphony of Ambon: Tradisi dan Kreativitas Masa Depan”, ini menampilkan kolaborasi musik dari para mahasiswa dengan mengangkat kekayaan tradisi musik Ambon.IMG 20251205 WA0001

Acara secara resmi dibuka oleh Rektor IAKN Ambon, Prof. Dr. Yance Z. Rumahuru, MA, dan turut dihadiri oleh para dekan dari keempat fakultas serta ratusan mahasiswa yang memenuhi ruang pertunjukan.

Ketua panitia Valen Salakay dalam membacakan laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang eksplorasi dan evaluasi kemampuan para mahasiswa.
“Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memenuhi persyaratan mata kuliah Manajemen Pertunjukan Musik dan mengasah kemampuan serta keterampilan bermusik mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Musik,” ujar salakay Jumat (5/12/2025).IMG 20251205 WA0002

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sambutan Rektor IAKN Ambon

Rektor IAKN Ambon Prof. Dr. Yance Z. Rumahuru, MA memberikan apresiasi atas kreativitas dan kerja keras mahasiswa maupun dosen pengampu.
“Saya mengapresiasi yang besar kepada dosen dan mahasiswa Fakultas Seni Keagamaan Kristen yang sudah mengimplementasikan musik pada mata kuliah Manajemen Pertunjukan Musik sehingga skill mahasiswa dapat diterapkan,” katanya

Ia juga menegaskan pentingnya manajemen pertunjukan dalam dunia seni.
“Mahasiswa kalau punya skill saja itu masih kurang. Mereka membutuhkan manajemen pertunjukan musik yang kuat untuk menunjukkan yang terbaik,” tegasnya.IMG 20251205 WA00031 1

Sebagai pecinta seni dan musik, ia menilai kegiatan ini memberi dampak positif.
“Saya sebagai penikmat seni dan musik, merasa suasana ini menjadi ruang yang menginspirasi banyak orang.” ucapnya dengan nada senang.

Penjelasan Dosen Pengampu: Thomas D. Huwae, M.Sn

Dosen pengampu mata kuliah Manajemen Pertunjukan Musik, Thomas D. Huwae, M.Sn, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi proses pembelajaran nyata bagi mahasiswa.
“Orang selalu berpikir bahwa tampil di depan itu yang paling penting, padahal orang yang bekerja di belakang layar adalah pihak yang paling menentukan keberhasilan sebuah manajemen pertunjukan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa praktik seperti ini sangat diperlukan untuk menyeimbangkan teori dan pengalaman nyata.
“Dasar dari kegiatan ini ialah menampilkan yang terbaik melalui metode pertunjukan musik agar mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mempraktikkannya melalui pertunjukan langsung,” ungkapnya.

Thomas berharap kerja kolaboratif antar mata kuliah terus dibangun.
“Kita akan terus membangun kolaborasi dengan mata kuliah lain agar skill mahasiswa tetap ter-support, karena Pendidikan Seni Musik adalah satu-satunya program studi di Maluku saat ini, khususnya di IAKN Ambon.” harapnya.

Harapan Dekan FSKK: Dr. Jermias H. Van Harling, M.Sn

Dekan FSKK, Dr. Jermias H. Van Harling, M.Sn, menekankan pentingnya merawat para musisi agar dunia musik Ambon tidak hanya dikenal lewat artefak, tetapi juga lewat kualitas para pelakunya.
“Ambon bukan saja diwarnai berbagai artefak musik. Para musisi juga harus dirawat untuk menjaga profesionalismenya,” ujarnya.

Ia menilai masih ada sebagian masyarakat yang belum menghargai karya musik secara penuh.
“Sebagian orang masih menganggap tulisan-tulisan musik yang dibuat lewat berbagai artefak hanya sebagai simbolisasi. Tapi yang harus kita lakukan ke depan adalah memastikan para musisi dihormati oleh seluruh elemen masyarakat atas profesinya sebagai profesi yang mahal dan bernilai.” cetusnya.

Pertunjukan musik pun diwarnai dengan berbagai performance dengan memainkan musik klasik dan musik kekinian yang ditampilkan langsung beberapa grup Band dan juga musisi lainnya. (EH)

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saniri Alifuru: Konservasi Jangan Marginalkan Masyarakat Adat
GEMA PENU SETARA Kritik Pertemuan 11 Raja Negeri, Minta Masyarakat Adat Dilibatkan dalam Penyelesaian Konservasi
Mahasiswa MBD Soroti Polemik Anggaran Kelistrikan Rp9 Triliun di Maluku, Dorong Transparansi
Pemprov Maluku Apresiasi Pengawalan Mahasiswa MBD terhadap Tenaga Kerja Lokal Blok Masela
Pastikan Tenaga Kerja Lokal pada Pengembangan Blok Masela, GEMA MBD, GMBK dan Ketua Paguyuban se-Kabupaten MBD Audiensi dengan Disnakertrans Provinsi Maluku
Skandal Anggaran Publikasi Pemkot Ambon Rp13,6 Miliar Disorot, Mahasiswa Desak Kejati Maluku Usut Temuan BPK
Valentino Manduapessy Soroti Prioritas APBN: MBG dan Kopdes Berjalan, Penanganan Bencana NTT Jangan Terabaikan
Masyarakat Adat Seram Utara Pegunungan Desak Cabut Status Taman Nasional Manusela di Wilayah Adatnya
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 09:51 WIT

Saniri Alifuru: Konservasi Jangan Marginalkan Masyarakat Adat

Sabtu, 5 September 2026 - 14:02 WIT

GEMA PENU SETARA Kritik Pertemuan 11 Raja Negeri, Minta Masyarakat Adat Dilibatkan dalam Penyelesaian Konservasi

Selasa, 1 September 2026 - 23:24 WIT

Pemprov Maluku Apresiasi Pengawalan Mahasiswa MBD terhadap Tenaga Kerja Lokal Blok Masela

Selasa, 1 September 2026 - 22:52 WIT

Pastikan Tenaga Kerja Lokal pada Pengembangan Blok Masela, GEMA MBD, GMBK dan Ketua Paguyuban se-Kabupaten MBD Audiensi dengan Disnakertrans Provinsi Maluku

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:23 WIT

Skandal Anggaran Publikasi Pemkot Ambon Rp13,6 Miliar Disorot, Mahasiswa Desak Kejati Maluku Usut Temuan BPK

Berita Terbaru