KESENJANGAN SOSIAL MELEDAK ANARKISNYA RAKYAT JADI CERMIN KEBIJAKAN PAJAK YANG TAK ADIL

Minggu, 31 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta.Maluku.Newsline.id Minggu 30 Agustus 2025, Kemarahan rakyat kembali pecah di berbagai daerah. Demonstrasi yang awalnya berlangsung damai berubah menjadi anarkis, dipicu oleh tindakan pemerintah menaikkan pajak tanpa diiringi solusi nyata untuk membuka lapangan kerja, memperkuat iklim investasi, dan memberdayakan UMKM.

Para pengamat menilai, anarkisnya rakyat bukanlah lahir dari kehendak untuk merusak, melainkan buah dari akumulasi kekecewaan panjang terhadap sistem yang kerap menekan rakyat kecil. Dalam kondisi harga kebutuhan pokok melonjak, pengangguran meningkat, dan kesenjangan sosial makin lebar, keputusan pemerintah untuk menaikkan pajak justru dianggap sebagai “pukulan telak” bagi masyarakat marjinal.

Akar Masalah : Kesenjangan Sosial Menganga

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indonesia saat ini tengah menghadapi jurang kesenjangan sosial yang kian melebar. Menurut data ekonomi terakhir, kelompok 1% orang terkaya menguasai lebih dari separuh aset nasional, sementara mayoritas rakyat kecil berjuang sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di tengah realitas pahit itu, kebijakan kenaikan pajak tanpa strategi pemberdayaan ekonomi hanya menambah rasa tidak adil. Rakyat merasa dipaksa menanggung beban, sementara pejabat, pengusaha besar, dan elite politik terlihat duduk manis menikmati fasilitas.

Solusi yang Hilang dari Meja Pemerintah

Banyak pihak menilai, pemerintah seharusnya tidak hanya fokus menambal APBN dengan menaikkan pajak, melainkan juga menghadirkan solusi struktural, di antaranya :

1. Membuka Lapangan Kerja Baru
Investasi di sektor padat karya dan pemberdayaan desa bisa menyerap jutaan tenaga kerja yang kini menganggur.

2. Menciptakan Iklim Investasi yang Sehat
Kemudahan birokrasi, kepastian hukum, dan kebijakan yang berpihak pada investor kecil-menengah penting untuk menggerakkan roda ekonomi.

3. Memberdayakan UMKM
UMKM adalah tulang punggung perekonomian rakyat. Namun akses permodalan, digitalisasi, dan pasar masih jauh dari harapan. Jika UMKM dikuatkan, daya beli rakyat ikut meningkat.

4. Mengurangi Ketimpangan Akses
Akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan teknologi harus lebih merata agar rakyat kecil tidak selamanya tertinggal.

 

Suara Rakyat Jangan Dibungkam

Demonstrasi dan aksi massa yang berujung anarkis seharusnya menjadi alarm bagi penguasa. Di balik teriakan rakyat ada jeritan perut yang lapar, di balik aksi mahasiswa ada keresahan tentang masa depan yang semakin buram.

Jika negara terus menutup telinga, maka kemarahan rakyat bisa berubah menjadi gelombang yang tak terbendung. Rakyat bukan musuh negara, tapi suara nurani bangsa. Maka yang harus ditertibkan bukanlah rakyat di jalanan, melainkan kebijakan yang pincang dan tidak adil.

Rakyat berhak marah, namun negara berkewajiban memberi solusi. Kenaikan pajak tanpa strategi pemberdayaan hanyalah jalan pintas yang menjerumuskan. Saatnya pemerintah sadar, keadilan sosial bukan slogan, melainkan mandat konstitusi_✍🏻.

(🇮🇩•[BUYA_RUMRA]•🇮🇩)

#AYP
#PERINDO
#SEKJEN
#SENATOR

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Partai Politik, Oligarki, dan Rapuhnya Makna Perkaderan
Jurang Ekonomi Melebar di Tengah Kenaikan Biaya Hidup
Sorotan Anggaran TP PKK SBB, Aldi: Jangan Bangun Opini Tanpa Data
Salah Tangkap Victor Parera, Polisi Minta Maaf, Publik Pertanyakan Sikap Resmi Institusi
Klarifikasi Dugaan Salah Tangkap di Maluku Tengah Viral di Facebook, Keluarga Minta Pemulihan Nama Baik
Gejolak di Waemasing: Reaktivasi Mantan Penjabat Desa Picu Protes Warga
Forum Indonesia–Jepang 2026, Fokus pada Energi Terbarukan dan Iklim Investasi Kompetitif
Ridwan Umachina: Pers adalah Pilar Bangsa
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 13:19 WIT

Partai Politik, Oligarki, dan Rapuhnya Makna Perkaderan

Minggu, 19 April 2026 - 15:51 WIT

Jurang Ekonomi Melebar di Tengah Kenaikan Biaya Hidup

Sabtu, 18 April 2026 - 20:35 WIT

Sorotan Anggaran TP PKK SBB, Aldi: Jangan Bangun Opini Tanpa Data

Jumat, 17 April 2026 - 06:54 WIT

Salah Tangkap Victor Parera, Polisi Minta Maaf, Publik Pertanyakan Sikap Resmi Institusi

Kamis, 16 April 2026 - 14:58 WIT

Klarifikasi Dugaan Salah Tangkap di Maluku Tengah Viral di Facebook, Keluarga Minta Pemulihan Nama Baik

Berita Terbaru