Ambon | Maluku.Newsline.id — 8 November 2025 ,Sejumlah mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) mengeluhkan kurangnya transparansi penggunaan dana kegiatan serta lemahnya perhatian dari Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM), terutama bagi mahasiswa yang ditempatkan di luar wilayah Ambon.
Tetapi tidak di respon bahkan pihak LPM mengunci grup untuk membatasi mahasiswa menyampaikan keadaan mahasiswa tersebut di lokasi kkn
Keluhan tersebut mencuat setelah beberapa mahasiswa menilai tidak ada kejelasan terkait pengelolaan dana KKN yang mereka bayarkan. “Sampai sekarang kami tidak tahu uang itu digunakan untuk apa saja. Tidak ada laporan atau penjelasan resmi dari pihak kampus,” ujar salah satu peserta KKN yang enggan disebut namanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari itu beberapa mahasiswa harus menyebrang sungai yang begitu deras untuk mengambil uang yang dikirim oleh orang tua mereka ” iya Katong (kami) punya uang habis jadi , terpaksa telfon bapa dong di kampung untk kirim uang,dan di sini akses jalan setengah mati jadi Katong (kami) harus lewat sungai besar ini” ujar mahasiswa lainya kepada awak media
Selain persoalan transparansi, mahasiswa juga mengaku mendapat tekanan dari sejumlah pihak yang mengancam kelulusan mereka jika mengkritik kebijakan atau mengungkapkan persoalan terkait pelaksanaan KKN. “Ada ancaman bahwa kalau Katong (kami) banyak bicara, bisa berpengaruh pada nilai atau KKN. Ini buat Katong (kami) untuk kami takut bersuara,” kata seorang mahasiswa lainnya.
Di sisi lain, mahasiswa yang melaksanakan KKN di luar Ambon mengaku tidak mendapatkan perhatian maupun dukungan yang memadai dari pihak LPM. Beberapa kelompok bahkan harus menanggung sendiri biaya tambahan logistik dan komunikasi karena tidak ada pendampingan langsung dari kampus.
“Kami di daerah pelosok berjuang sendiri. Tidak ada kunjungan, tidak ada bantuan, seolah kami tidak dianggap bagian dari program KKN,” keluh salah satu peserta dari lokasi di luar Pulau Ambon.
Hingga berita ini diturunkan, pihak LPM Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai keluhan mahasiswa tersebut.
(Kabiro Kota Ambon)










