Mahasiswa KKN 64 ukim Keluhkan Minimnya Transparansi dan Perhatian dari LPM

Sabtu, 8 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ambon | Maluku.Newsline.id — 8 November 2025 ,Sejumlah mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) mengeluhkan kurangnya transparansi penggunaan dana kegiatan serta lemahnya perhatian dari Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM), terutama bagi mahasiswa yang ditempatkan di luar wilayah Ambon.

Tetapi tidak di respon bahkan pihak LPM mengunci grup untuk membatasi mahasiswa menyampaikan keadaan mahasiswa tersebut di lokasi kknIMG 20251108 WA0005

Keluhan tersebut mencuat setelah beberapa mahasiswa menilai tidak ada kejelasan terkait pengelolaan dana KKN yang mereka bayarkan. “Sampai sekarang kami tidak tahu uang itu digunakan untuk apa saja. Tidak ada laporan atau penjelasan resmi dari pihak kampus,” ujar salah satu peserta KKN yang enggan disebut namanya.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari itu beberapa mahasiswa harus menyebrang sungai yang begitu deras untuk mengambil uang yang dikirim oleh orang tua mereka ” iya Katong (kami) punya uang habis jadi , terpaksa telfon bapa dong di kampung untk kirim uang,dan di sini akses jalan setengah mati jadi Katong (kami) harus lewat sungai besar ini” ujar mahasiswa lainya kepada awak mediaIMG 20251108 WA0006

Selain persoalan transparansi, mahasiswa juga mengaku mendapat tekanan dari sejumlah pihak yang mengancam kelulusan mereka jika mengkritik kebijakan atau mengungkapkan persoalan terkait pelaksanaan KKN. “Ada ancaman bahwa kalau Katong (kami) banyak bicara, bisa berpengaruh pada nilai atau KKN. Ini buat Katong (kami) untuk kami takut bersuara,” kata seorang mahasiswa lainnya.

Di sisi lain, mahasiswa yang melaksanakan KKN di luar Ambon mengaku tidak mendapatkan perhatian maupun dukungan yang memadai dari pihak LPM. Beberapa kelompok bahkan harus menanggung sendiri biaya tambahan logistik dan komunikasi karena tidak ada pendampingan langsung dari kampus.

“Kami di daerah pelosok berjuang sendiri. Tidak ada kunjungan, tidak ada bantuan, seolah kami tidak dianggap bagian dari program KKN,” keluh salah satu peserta dari lokasi di luar Pulau Ambon.

Hingga berita ini diturunkan, pihak LPM Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai keluhan mahasiswa tersebut.

(Kabiro Kota Ambon)

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masyarakat Negeri Buano Desak Gubernur Maluku Realisasikan Janji Puskesmas Rawat Inap
Saniri Alifuru: Konservasi Jangan Marginalkan Masyarakat Adat
GEMA PENU SETARA Kritik Pertemuan 11 Raja Negeri, Minta Masyarakat Adat Dilibatkan dalam Penyelesaian Konservasi
Mahasiswa MBD Soroti Polemik Anggaran Kelistrikan Rp9 Triliun di Maluku, Dorong Transparansi
Pemprov Maluku Apresiasi Pengawalan Mahasiswa MBD terhadap Tenaga Kerja Lokal Blok Masela
Pastikan Tenaga Kerja Lokal pada Pengembangan Blok Masela, GEMA MBD, GMBK dan Ketua Paguyuban se-Kabupaten MBD Audiensi dengan Disnakertrans Provinsi Maluku
Skandal Anggaran Publikasi Pemkot Ambon Rp13,6 Miliar Disorot, Mahasiswa Desak Kejati Maluku Usut Temuan BPK
Valentino Manduapessy Soroti Prioritas APBN: MBG dan Kopdes Berjalan, Penanganan Bencana NTT Jangan Terabaikan
Berita ini 514 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 22:44 WIT

Masyarakat Negeri Buano Desak Gubernur Maluku Realisasikan Janji Puskesmas Rawat Inap

Senin, 7 September 2026 - 09:51 WIT

Saniri Alifuru: Konservasi Jangan Marginalkan Masyarakat Adat

Kamis, 3 September 2026 - 22:53 WIT

Mahasiswa MBD Soroti Polemik Anggaran Kelistrikan Rp9 Triliun di Maluku, Dorong Transparansi

Selasa, 1 September 2026 - 23:24 WIT

Pemprov Maluku Apresiasi Pengawalan Mahasiswa MBD terhadap Tenaga Kerja Lokal Blok Masela

Selasa, 1 September 2026 - 22:52 WIT

Pastikan Tenaga Kerja Lokal pada Pengembangan Blok Masela, GEMA MBD, GMBK dan Ketua Paguyuban se-Kabupaten MBD Audiensi dengan Disnakertrans Provinsi Maluku

Berita Terbaru