Masyarakat Pesisir Tehoru-Telutih Pertanyakan Kinerja Kepala Sekolah SMA di Maluku Tengah

Sabtu, 8 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masohi | Maluku.Newsline.id – Sabtu, 8 November 2025 – Warga pesisir Kecamatan Tehoru dan Telutih, Kabupaten Maluku Tengah, menyampaikan keprihatinan terkait aktivitas tiga kepala sekolah menengah atas (SMA) di wilayah mereka. Laporan ini ditujukan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Maluku dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tengah agar dilakukan peninjauan kembali.

Ketiga sekolah yang dimaksud adalah SMAN 32, SMAN 46, dan SMAN 21 Maluku Tengah. Menurut informasi yang diterima masyarakat, ketiga kepala sekolah ini diduga lebih sering berada di Kota Masohi daripada di lokasi tugas mereka. Kondisi ini dianggap mengganggu pengawasan dan manajemen sekolah.

Warga mengungkapkan bahwa ketidakhadiran kepala sekolah berdampak pada mutu pendidikan. “Kami merasa resah karena kepala sekolah jarang hadir. Selama berbulan-bulan, pengawasan terhadap guru dan murid tidak optimal,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, masyarakat menyoroti dugaan penyalahgunaan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dan iuran komite sekolah. Menurut laporan, penggunaan anggaran ini tidak sepenuhnya transparan, sehingga menimbulkan keraguan mengenai akuntabilitas pengelolaan dana pendidikan di tiga sekolah tersebut.

Warga berharap pihak Dinas Pendidikan segera melakukan audit internal untuk memastikan penggunaan dana BOS dan iuran komite sesuai prosedur. “Kami ingin ada pengecekan langsung agar semua pihak bisa melihat kebenarannya,” jelas salah satu tokoh masyarakat Tehoru.

Pihak sekolah yang dikonfirmasi menyatakan bahwa mobilitas kepala sekolah memang tinggi karena beberapa keperluan administratif di kota, namun mereka menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar tetap berjalan sesuai jadwal.

Meski demikian, masyarakat tetap menekankan pentingnya kehadiran fisik kepala sekolah di sekolah. Kehadiran ini dianggap krusial untuk memantau kualitas pendidikan, membimbing guru, dan mengawasi penggunaan dana sekolah secara langsung.

Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tengah melalui Kepala Cabang Dinas menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan masyarakat. “Kami akan melakukan verifikasi dan kunjungan ke sekolah terkait untuk memastikan semua prosedur dijalankan dengan baik,” kata Kadis Cabang Dinas.

Langkah ini dinilai penting oleh masyarakat, karena mereka merasa selama ini laporan dari guru dan orang tua siswa tidak mendapat perhatian memadai. “Kami ingin ada kepastian dan transparansi agar mutu pendidikan di pesisir tetap terjaga,” tambah seorang guru yang menjadi sumber laporan.

Selain itu, masyarakat meminta agar Dinas Pendidikan Provinsi Maluku turut mengawasi dan memastikan bahwa kepala sekolah yang bertugas di wilayah pesisir benar-benar hadir dan menjalankan tanggung jawab mereka.

Masyarakat juga mengimbau agar penggunaan anggaran BOS dan iuran komite dievaluasi secara rutin. Hal ini dianggap perlu untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan dana, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan sekolah.

Sampai saat ini, pihak terkait baik di tingkat provinsi maupun kabupaten belum memberikan keputusan resmi terkait tindak lanjut laporan masyarakat. Namun warga tetap berharap tindakan cepat dilakukan untuk memastikan sekolah berjalan dengan baik dan akuntabel.

(KP)

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gempa Magnitudo 2,6 Guncang Perairan Seram Bagian Barat
Speedboat Rute Sinairusi -Tepa Tenggelam, 7 Penumpang Masih Dalam Pencarian
Dukung Penegerian Sekolah Yayasan, Mahasiswa MBD: Pendidikan Investasi Peradaban, Bukan Ajang Konflik
Polemik Upah Proyek Pustu Oirleli di MBD, Pekerja: Tidak di Bayar Maka Akan di Jual Bagunan Ini
Warga Keluhkan Infrastruktur Jalan dan Pelayanan Pemerintah Desa
Marak IUUF di laut Aru, DFW Gandeng Pemda Gelar Lokakarya
SMIT Kecam Kriminalisasi Warga Adat Halmahera Utara, Nilai Negara Lebih Lindungi Investasi
Kadisdik Buru Selatan Diduga Minta Unggas dari Sekolah, Klarifikasi Masih Diupayakan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 02:06 WIT

Gempa Magnitudo 2,6 Guncang Perairan Seram Bagian Barat

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:11 WIT

Speedboat Rute Sinairusi -Tepa Tenggelam, 7 Penumpang Masih Dalam Pencarian

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:05 WIT

Dukung Penegerian Sekolah Yayasan, Mahasiswa MBD: Pendidikan Investasi Peradaban, Bukan Ajang Konflik

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:59 WIT

Polemik Upah Proyek Pustu Oirleli di MBD, Pekerja: Tidak di Bayar Maka Akan di Jual Bagunan Ini

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:25 WIT

Warga Keluhkan Infrastruktur Jalan dan Pelayanan Pemerintah Desa

Berita Terbaru