Ngobrol Pintar: Gerakan Sosial Untuk Nasib Masyarakat Adat Di Maluku

Sabtu, 22 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ambon | Maluku.Newsline.id – Seusai kegiatan Ngobrol Pintar (Ngopi) di kampus IAKN Ambon sekitar pukul 10.40 WIT di Plaza FISK (Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan), Himpunan Mahasiswa Program Studi Agama dan Budaya melanjutkan agenda Ngobrol Pintar di Definisi Coffee, Komplek Lamtamang Hiu, Halong, Kec. Baguala, Kota Ambon, Maluku. Pada sesi lanjutan ini, mereka mengusung tema “‘Pembangunan’ Yang Merampas: Membedah Konflik Agraria dan Peran Kritis Gerakan Sosial di Maluku”. Para aktivis Maluku pun turut hadir mewarnai diskusi dengan bertukar gagasan terkait perjuangan masyarakat adat dan masa depan ruang hidup mereka.

Kegiatan ini berlangsung sekitar pukul 16.20 WIT dengan menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Dr. Phil Geger Riyanto selaku Dosen Antropologi Universitas Indonesia (UI), Chalid Bin Walid Pelu selaku Direktur KORA Maluku, serta Vikry Reinaldo Paais dari Pijar Lumapoto.

Dalam forum tersebut, ketiga narasumber memaparkan berbagai problem agraria yang selama ini mendera masyarakat lokal di Maluku, mulai dari konflik lahan, perebutan ruang kelola adat, hingga ekspansi industri yang dianggap mengancam keberlanjutan hidup masyarakat adat.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Vikry Reinaldo Paais, dalam pemaparannya, menegaskan bahwa pembangunan di Maluku tidak jarang berdampak buruk bagi masyarakat adat.
“Hari ini kita menyaksikan bagaimana proyek-proyek investasi sering kali masuk tanpa konsultasi yang layak dengan masyarakat adat. Mereka kehilangan hutan, kebun, dan ruang hidup yang secara turun-temurun dikelola oleh leluhur,”ujarnya.

Ia juga menyoroti situasi di Pulau Seram, Pulau Buru, dan sejumlah wilayah lain di Maluku yang kerap menjadi sasaran berbagai proyek industri dan perluasan konsesi.
“Di Seram, misalnya, konflik agraria bukan lagi isu baru. Perusahaan masuk, hutan dibabat, sementara masyarakat adat diposisikan seolah-olah tidak memiliki hak atas tanahnya. Hal yang sama terjadi di Buru dan beberapa daerah lain. Ini pergolakan yang terus berulang, tetapi penyelesaiannya tak kunjung jelas,”tegasnya.

Menurut Vikry, gerakan sosial harus hadir sebagai kekuatan yang mampu mengawal hak-hak masyarakat adat.
“Gerakan sosial tidak hanya bicara soal kritik, tapi bagaimana membangun solidaritas lintas komunitas untuk memastikan bahwa pembangunan tidak meminggirkan orang-orang yang sudah lama menjaga tanah ini,” tambahnya.

Diskusi kemudian berlanjut dengan respons dari dua narasumber lainnya yang memperkaya perspektif mengenai pentingnya pengakuan hak adat, pembenahan kebijakan, serta penguatan jaringan advokasi di tingkat lokal maupun nasional.
Para hadirin juga turut memberikan berbagai perspektif dan pernyataan bahkan pertanyaannya kepada ketiga narasumber dalam forum tersebut hingga melahirkan dialektika yang dinamis. (EH)

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FH UKIM Raih Juara 2 Pada PATIMURA Moot Court Competition Piala Dekan III
Lomba Teatrikal AMGPM Cabang Sumber Kasih Jadi Ruang Kreativitas dan Semangat Pelayanan Pemuda
Pemuda Manipa Desak Polda Maluku Segera Tangkap Pelaku Pengeroyokan Abdullah Mahu
SMIT Kecam Kriminalisasi Warga Adat Halmahera Utara, Nilai Negara Lebih Lindungi Investasi
GMKI Lantik, Fredy Leiwakabessy Pimpin Panitia Kongres GMKI ke-XL di Ambon
PC KMHDI Ambon Periode 2025-2027 Resmi Dilantik, Fokus Perkuat Kaderisasi 
Konfercab XIV Tetapkan Eston Halamury Dan Dadang Rettob Nahkodai GMNI Ambon
P3MS Desak Polda Maluku Usut Tuntas Akun Pengancam Warga Samasuru
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 01:00 WIT

FH UKIM Raih Juara 2 Pada PATIMURA Moot Court Competition Piala Dekan III

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:51 WIT

Lomba Teatrikal AMGPM Cabang Sumber Kasih Jadi Ruang Kreativitas dan Semangat Pelayanan Pemuda

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:18 WIT

Pemuda Manipa Desak Polda Maluku Segera Tangkap Pelaku Pengeroyokan Abdullah Mahu

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:32 WIT

SMIT Kecam Kriminalisasi Warga Adat Halmahera Utara, Nilai Negara Lebih Lindungi Investasi

Minggu, 17 Mei 2026 - 21:04 WIT

PC KMHDI Ambon Periode 2025-2027 Resmi Dilantik, Fokus Perkuat Kaderisasi 

Berita Terbaru