Program Makan Bergizi Gratis Dituding Bermasalah, BALAS Gelar Aksi Protes

Kamis, 23 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sulawesi Tengah | Maluku.Newline.id — Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Barisan Lawan Sistem (BALAS) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Sulawesi Tengah, Senin (20/10), untuk menandai satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Aksi ini menjadi wadah kritik terhadap sejumlah kebijakan nasional, terutama program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai menimbulkan berbagai persoalan di lapangan.

Koordinator aksi, Wandi, dalam orasinya menegaskan bahwa program MBG seharusnya menjadi solusi atas permasalahan gizi anak, namun justru menimbulkan kekhawatiran di berbagai daerah. Menurutnya, sejak awal peluncuran, banyak indikasi ketidaksiapan pemerintah dalam menjalankan program tersebut secara menyeluruh.

Ia menyebut, beberapa insiden di daerah menjadi bukti nyata lemahnya pengawasan. “Kami menemukan laporan di Banggai Kepulauan dan Toli-Toli, sekitar 300 pelajar justru mengalami keracunan setelah menerima makanan dari program MBG. Ini bukti bahwa pemerintah tidak matang dalam perencanaan,” ujar Wandi saat ditemui di sela-sela aksi.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, Wandi menyampaikan bahwa tujuan mulia program MBG untuk meningkatkan gizi anak sekolah seolah tertutup oleh lemahnya pengawasan dan transparansi anggaran. Ia menilai, pelaksanaan di lapangan masih jauh dari prinsip kehati-hatian dan tanggung jawab sosial yang seharusnya diutamakan.

Selain itu, massa aksi menyoroti besarnya alokasi dana yang dikucurkan untuk program tersebut. Mereka menilai, anggaran yang mencapai Rp71 triliun berpotensi menimbulkan penyimpangan jika tidak diawasi secara ketat. “Angka sebesar itu bukan jumlah kecil. Tanpa sistem kontrol yang jelas, potensi penyelewengan bisa sangat besar,” tegas Wandi.

Dalam orasi yang berlangsung damai itu, para demonstran juga menilai bahwa program MBG cenderung dijalankan secara tergesa-gesa. Mereka menduga bahwa pelaksanaan program lebih diarahkan untuk memenuhi target politik ketimbang kesejahteraan rakyat secara nyata.

Wandi menambahkan, pemerintah semestinya fokus pada peningkatan kualitas gizi dan keamanan pangan sebelum menyalurkan bantuan makanan secara massal. “Kami tidak menolak program ini, tapi kami menolak jika dijalankan asal-asalan dan membahayakan masyarakat,” ungkapnya.

Menurut pengamatan BALAS, persoalan di lapangan bukan hanya soal teknis distribusi, melainkan juga lemahnya koordinasi antarinstansi. Banyak pihak di daerah, kata mereka, belum mendapatkan pedoman jelas mengenai tata cara pelaksanaan, pengawasan, serta standar makanan yang harus dipenuhi.

Selain kritik terhadap MBG, massa aksi juga menyuarakan keprihatinan terhadap arah kebijakan ekonomi nasional. Mereka menilai sejumlah program pemerintah saat ini lebih menguntungkan kelompok tertentu dan belum sepenuhnya menyentuh kebutuhan masyarakat kecil.

“Pemerintah seharusnya mendengar suara rakyat, bukan sekadar mengeluarkan kebijakan populis. Kita butuh program yang berpihak pada keadilan sosial dan kesejahteraan bersama,” tambah Wandi.

Aksi BALAS di depan Kantor DPRD Sulawesi Tengah tersebut berlangsung tertib dan mendapat pengawalan dari aparat keamanan. Meski diguyur hujan ringan, para peserta aksi tetap bertahan sambil membentangkan spanduk berisi tuntutan transparansi dan akuntabilitas program pemerintah.

Menutup aksinya, BALAS menyerahkan pernyataan sikap kepada DPRD Sulawesi Tengah. Mereka meminta agar lembaga legislatif daerah turut melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG, terutama dalam hal distribusi, kualitas makanan, dan penggunaan anggaran agar sesuai dengan tujuan awal meningkatkan kesejahteraan gizi anak bangsa.(SS37)

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sorotan Anggaran TP PKK SBB, Aldi: Jangan Bangun Opini Tanpa Data
Salah Tangkap Victor Parera, Polisi Minta Maaf, Publik Pertanyakan Sikap Resmi Institusi
Klarifikasi Dugaan Salah Tangkap di Maluku Tengah Viral di Facebook, Keluarga Minta Pemulihan Nama Baik
Ridwan Umachina: Pers adalah Pilar Bangsa
Tepi Negeri, Ridwan Hidayatullah Umachina SH, Menyatukan Politik, Iman, dan Kerja Nyata
Evakuasi Terkendala Medan Terjal, Puing Pesawat ATR 42 Ditemukan di Maros
Mediasi Polsek Kisar, Kapal Santika Lestari 77B Ganti Rugi Insiden Speed Boat Terbalik
Pertunjukan Musik: Merawat Musisi Ambon Lewat Kreativitas Mahasiswa Seni
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 20:35 WIT

Sorotan Anggaran TP PKK SBB, Aldi: Jangan Bangun Opini Tanpa Data

Jumat, 17 April 2026 - 06:54 WIT

Salah Tangkap Victor Parera, Polisi Minta Maaf, Publik Pertanyakan Sikap Resmi Institusi

Kamis, 16 April 2026 - 14:58 WIT

Klarifikasi Dugaan Salah Tangkap di Maluku Tengah Viral di Facebook, Keluarga Minta Pemulihan Nama Baik

Senin, 9 Februari 2026 - 13:07 WIT

Ridwan Umachina: Pers adalah Pilar Bangsa

Senin, 9 Februari 2026 - 10:28 WIT

Tepi Negeri, Ridwan Hidayatullah Umachina SH, Menyatukan Politik, Iman, dan Kerja Nyata

Berita Terbaru