Kepulauan Aru | Maluku.Newsline.id — Sebuah kapal motor kayu yang mengangkut sembilan penumpang dilaporkan mengalami mati mesin dan terombang-ambing di perairan Laut Aru, tepatnya di sekitar Desa Nafar, Kabupaten Kepulauan Aru. Berkat respon cepat Tim SAR Gabungan, seluruh penumpang berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi selamat.
Informasi awal diterima Unit Siaga SAR Dobo pada Kamis (19/2) sekitar pukul 00.05 WIT dari seorang pendeta bernama Istia. Ia melaporkan adanya kapal berpenumpang yang mengalami gangguan mesin dan meminta bantuan pencarian serta pertolongan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 00.25 WIT Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Unit Siaga SAR Dobo dan BPBD Dobo segera diberangkatkan menggunakan RIB USS Dobo menuju lokasi kejadian pada koordinat 5°57’45″S – 134°17’59″E. Lokasi tersebut berjarak sekitar 13,7 nautical mile dengan heading 160 derajat arah selatan dari Unit Siaga SAR Dobo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Upaya pencarian membuahkan hasil cepat. Pada pukul 01.08 WIT dini hari, tim berhasil menemukan kapal motor kayu yang mengalami mati mesin tidak jauh dari titik awal kejadian. Seluruh penumpang kemudian dipindahkan ke RIB USS Dobo untuk proses evakuasi menuju Kota Dobo.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Ambon, Muhamad Arafah, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan operasi tersebut.
“Setelah menerima informasi dan melaksanakan operasi SAR, Alhamdulillah sekitar pukul 01.08 dini hari seluruh korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Selanjutnya pada pukul 02.40 WIT, Tim SAR Gabungan bersama para korban tiba dengan selamat di Pelabuhan Dobo dan diserahkan kepada pihak keluarga,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kapal motor kayu tersebut sebelumnya bertolak dari Desa Selibata menuju Kota Dobo pada 18 Februari 2026. Namun saat melintas di sekitar perairan Desa Nafar, kapal mengalami mati mesin hingga akhirnya terombang-ambing di laut.
Adapun sembilan penumpang yang berhasil diselamatkan yakni Hein (30), Erwin (31), Leonadus (45), Engka Istia (36), Dimas Mangar (17), Eros Munabeai (36), Kenzi Mangar (11), Febrian Mangar (12), dan Kayla Mangar (8).
Operasi SAR melibatkan unsur Rescuer Unit Siaga SAR Dobo dan BPBD Dobo dengan menggunakan alut utama RIB USS Dobo. Saat operasi berlangsung, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan hujan ringan dengan angin bertiup dari barat berkecepatan 18 knot serta tinggi gelombang sekitar 1,25 meter.
Dengan telah ditemukannya seluruh korban dalam keadaan selamat, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing disertai ucapan terima kasih. (**)
Penulis : Eston Halamury














