Ambon | Maluku.Newsline.id – Puluhan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam keluarga besar Ambalau melakukan aksi demontrasi di depan Markas Besar Kepolisian Daerah Maluku, meminta Kapolda Maluku segera menangkap pelaku pembacokan seorang ibu asal Ambalau, Hawa Bahta. Aksi ini berlangsung sekitar pukul 11.20 WIT. Pantau media ini, massa aksi membawa sejumlah poster bertuliskan Kami Bersama Korban, Secepatnya Tangkap Pelaku.
Aksi ini merupakan aksi protes penanganan kasus penikaman terhadap Hawa Bahta (54), seorang pedagang petasan di Kota Ambon, pada kamis (11/12/2025) sekitar pukul 03.30 WIT.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Anak dari korban, Hafist Hatumena menyampaikan dengan tegas atas keresahannya terhadap insiden yang terjadi terhadap ibu kandungnya. Ia mengungkapkan ibunya hanya seorang penjual yang hanya mencari nafkah demi kebutuhan mereka.
“Beta pung mama bajual disana cuma par cari hidup” ujar Hafis dalam orasinya di depan kantor Polda Maluku.
Hafis hanya bisa mengungkapkan kekecewaannya terhadap pihak kepolisian agar insiden yang terjadi atas ibunya harus segera ditangkap pelakunya.
“Beta cuma harap kamong segera tangkap pelaku capat” pintanya.
Menutup orasinya, Hafis menyampaikan langsung keluhannya di depan aparat kepolisian yang sementara menjaga jalannya aksi demontrasi tersebut.
“Jadi intinya pelaku harus dapa, kalau pelaku su dapa, masalah aman” pungkasnya.
Aksi demontrasi pun ricuh saat masa aksi membakar ban di elan kantor Polda Maluku tersebut, namun tak lama kemudian massa aksi kembali ditenangkan oleh pihak kepolisian bersama massa aksi yang lain.
Sementara itu, Jenderal Lapangan, Abas Souwakil, meminta Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease dengan tegas mencopot Kapolsek Nusaniwe karena dinilai tidak mampu menjalankan tugasnya sebagai kepolisian di wilayah Sektor Nusaniwe.
“Kami menegaskan, kami minta kepada bapak Kapolres kota Ambon untuk bapak Kapolsek Nusaniwe, karena kami merasa beliau tidak becus dalam bekerja” tegas Souwakil saat diwawancarai Rabu (17/12/2025).
Souwakil pun kecewa atas kelalaian Kapolsek Nusaniwe pada saat melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara.
“Waktu kemarin di TKP beliau cuma datang foto, ambil gambar kas naik di tiktok, sampe skarang pelaku tidak ditangkap” kesalnya.
Lebih lanjut, Souwakil mengatakan terhimpun informasi yang didapat dari Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, ciri daripada pelaku sudah diketahui namun setelah seminggu lamanya pelaku masih dalam proses penyelidikan.
“Kami ingin menyampaikan informasi bahwa dari pihak Polres katanya sudah mengantongi ciri-ciri pelaku, namun sudah satu minggu sampai saat ini pelaku belum ditangkap” tambahnya.
Souwakil pun berkomitmen akan kembali melakukan aksi demontrasi jilid II yang akan dilakukan pada TKP.
“Kami juga menyampaikan bahwa kalau kami datang kedua kalinya kami tidak lagi disini, kami di mangga dua” katanya.
Ia juga berharap Kepolisian Daerah Maluku segera mengevaluasi Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease atas kinerjanya yang tidak maksimal dalam mengusut kasus terjadi di kota Ambon.
“Pihak Polda Maluku mengevaluasi kinerja Kapolres kota Ambon untuk usut tuntas masalah ini” pintanya.
Seusai massa aksi menyampaikan aspirasi mereka pihak Polda Maluku langsung menemui mereka dan beberapa point tuntutan yang sudah disiapkan langsung di bacakan dan diserahkan kepada pihak Kapolda Maluku. (EH)












