Langgur, Maluku Tenggara | Maluku.Newsline.id — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyalurkan bantuan sebesar Rp40 miliar bagi 48 sekolah di Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku. Bantuan tersebut bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) serta anggaran revitalisasi pendidikan yang difokuskan untuk peningkatan mutu sarana dan prasarana sekolah.
Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari program nasional revitalisasi sekolah yang digalakkan pemerintah pusat untuk memperkuat kualitas pendidikan di wilayah timur Indonesia. Melalui dukungan dana tersebut, diharapkan seluruh sekolah penerima dapat meningkatkan fasilitas belajar dan menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih layak dan nyaman.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara, Umar Hanubun, menjelaskan bahwa total 48 sekolah penerima bantuan terdiri atas 28 sekolah yang masuk dalam program revitalisasi Kemendikdasmen dan 20 sekolah lainnya yang mendapatkan dukungan dari DAU tahun anggaran berjalan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Umar, program ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam pemerataan akses pendidikan di daerah. “Total anggaran yang dikucurkan untuk revitalisasi jenjang SMP mencapai lebih dari Rp30 miliar, sementara untuk jenjang SD sekitar Rp10 miliar,” jelasnya saat dikonfirmasi, Kamis (23/10/2025).
Ia menambahkan, seluruh dana tersebut digunakan untuk rehabilitasi ruang kelas, pembangunan laboratorium, pengadaan peralatan pendidikan, hingga peningkatan fasilitas sanitasi sekolah. Pemerintah daerah juga memastikan bahwa pelaksanaan program berjalan transparan dan tepat sasaran.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, melakukan kunjungan kerja ke Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, untuk meresmikan secara simbolis sejumlah proyek revitalisasi pendidikan tersebut. Kunjungan itu juga dirangkaikan dengan pengukuhan Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Maluku Tenggara.
Dalam kesempatan yang sama, Abdul Mu’ti juga meletakkan batu pertama pembangunan Perguruan Muhammadiyah di Kota Tual sebagai wujud dukungan pemerintah terhadap pengembangan lembaga pendidikan berbasis masyarakat dan keagamaan di Maluku Tenggara.
Menurutnya, peningkatan infrastruktur pendidikan harus diimbangi dengan penguatan kualitas guru serta sistem pembelajaran yang berorientasi pada karakter. “Sekolah tidak hanya harus bagus bangunannya, tapi juga harus kuat dari sisi nilai dan kompetensi pendidiknya,” ujar Mu’ti.
Program revitalisasi sekolah di Maluku Tenggara ini diharapkan mampu menjadi model pengembangan pendidikan daerah tertinggal. Dengan peningkatan fasilitas, mutu belajar siswa diharapkan dapat meningkat dan kesenjangan pendidikan antara wilayah timur dan barat Indonesia semakin menyempit.
Pemerintah pusat juga mendorong sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat untuk menjaga keberlanjutan fasilitas yang telah dibangun. Umar Hanubun menegaskan bahwa pengawasan partisipatif akan terus dilakukan agar seluruh bantuan dimanfaatkan sesuai dengan tujuan.
Di sisi lain, masyarakat dan pihak sekolah menyambut positif program ini. Mereka berharap agar pemerintah terus memberikan perhatian terhadap sekolah-sekolah di wilayah kepulauan yang masih terbatas aksesnya terhadap sarana pendidikan.
Dengan adanya dukungan dana Rp40 miliar tersebut, Maluku Tenggara kini menapaki langkah baru menuju kemajuan sektor pendidikan. Pemerintah optimistis, investasi pada pendidikan akan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan generasi unggul dan berdaya saing di masa depan.
(LKBS)










