AMBON | Maluku.Newsline.id – Komisariat Hukum Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) kembali menetapkan 20 anggota kader baru melalui kegiatan Masa Perkenalan Organisasi (Maper) Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Ambon yang digelar pada Sabtu, 15 November 2025.
Kegiatan Maper berlangsung di Gedung Student Center (SC) Cabang Ambon dan diikuti oleh calon kader dari berbagai latar belakang akademik. Pelaksanaan ini menjadi bagian dari agenda rutin GMKI untuk mengenalkan dasar-dasar organisasi kepada para mahasiswa baru.
Pelaksanaan Maper tersebut diselenggarakan dengan tujuan memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai peran organisasi ekstra kampus dalam membentuk karakter dan kepemimpinan. Pada kesempatan itu, peserta diarahkan untuk memahami bagaimana GMKI menempatkan diri sebagai wadah pembinaan yang bersifat inklusif dan progresif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Komisariat Hukum UKIM, Jefri Mabessy, dalam sambutannya menekankan pentingnya mahasiswa terlibat aktif dalam organisasi seperti GMKI. Menurutnya, organisasi merupakan ruang strategis untuk membangun kemampuan analitis, kepedulian sosial, serta kesiapan menjadi pemimpin di tengah masyarakat.
Jefri menjelaskan, mahasiswa yang mengikuti Maper tidak hanya diperkenalkan pada struktur organisasi, tetapi juga pada nilai-nilai dasar GMKI yang menjadi fondasi pengembangan diri. Ia menilai penguatan nilai menjadi langkah penting agar kader mampu membawa perubahan di lingkungan sosialnya.
Lebih lanjut Jefri menambahkan bahwa Maper adalah agenda tahunan yang dirancang untuk memberikan pendalaman materi kepada calon anggota. Setiap tahun, GMKI menghadirkan narasumber yang kompeten untuk memberikan pemahaman mengenai sejarah, visi, dan arah gerak organisasi.
Ia menegaskan bahwa calon kader perlu mencermati setiap materi dasar yang disampaikan agar mampu memahami identitas GMKI secara menyeluruh. Dengan demikian, mereka dapat melanjutkan proses pengkaderan secara matang dan bertanggung jawab.
Dalam penutup sambutannya, Jefri mengutip salah satu pemikiran tokoh pendiri GMKI, Johannes Leimena, yaitu “Jadikan GMKI sebagai etika untuk melayani.” Kutipan tersebut disampaikan untuk menegaskan kembali nilai spiritualitas dan pelayanan yang menjadi ciri khas organisasi.
Jefri berharap 20 calon kader yang baru bergabung dapat mengembangkan sikap nasionalis, spiritual, dan berkomitmen terhadap misi pelayanan GMKI. Menurutnya, karakter tersebut merupakan modal utama dalam menghadapi tantangan bangsa dan negara ke depan.
Selama kegiatan berlangsung, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai dinamika organisasi dan tantangan gerakan kemahasiswaan di era modern. Materi ini diberikan agar kader baru memahami konteks sosial yang sedang berkembang di tingkat lokal maupun nasional.
Kader-kader baru tersebut selanjutnya akan mengikuti rangkaian kegiatan lanjutan sebagai bagian dari proses pemantapan diri. GMKI menilai bahwa pengkaderan berjenjang sangat penting agar setiap anggota memahami peran strategis mereka dalam pelayanan organisasi.
Penetapan 20 anggota baru ini menjadi momentum penting bagi Komisariat Hukum UKIM untuk memperkuat barisan kader yang siap melanjutkan tradisi gerakan. GMKI Cabang Ambon meyakini bahwa regenerasi yang baik adalah kunci keberlangsungan organisasi di masa depan.
Kegiatan Maper ini ditutup dengan doa bersama dan komitmen seluruh peserta untuk terus menjaga nilai-nilai yang telah diwariskan para pendiri GMKI. Dengan semangat pelayanan, para kader diharapkan dapat berkontribusi bagi kemajuan gereja, kampus, dan masyarakat.
(Melyanus Sabantoton)










