Konsolidasi BPAN di Haruku, Pemuda Adat Didorong Perkuat Pelestarian Nilai dan Lingkungan

Selasa, 28 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Malteng | Maluku.Newsline.id – Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) menggelar kegiatan konsolidasi regional Kepulauan Maluku di Rumah Kewang, Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (28/4/2026). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi ruang strategis bagi pemuda adat untuk memperkuat komitmen dalam menjaga nilai-nilai adat dan kelestarian lingkungan.

Konsolidasi tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Umum BPAN Hero Aprillia, Raja Negeri Haruku Yapi Ferdinandus, perwakilan Dewan Pemuda Adat Nusantara Maluku Said Lajal Arloy, Ketua PH AMAN Maluku Lenny Patty, Ketua Dewan AMAN Daerah Lease Clif Kissya, serta para pemangku adat dan pengurus kampung BPAN.

IMG 20260428 WA0022

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Raja Negeri Haruku, Yapi Ferdinandus, menyampaikan kebanggaannya atas kepercayaan menjadikan Haruku sebagai lokasi kegiatan. Ia menekankan pentingnya peran pemuda dalam menjaga dan melestarikan alam serta adat istiadat di tengah tantangan global.

“Kesempatan ini menjadi kebanggaan bagi kami. Pemuda adat memiliki peran penting untuk terus berkarya dalam menjaga tatanan adat yang telah diwariskan,” ujarnya.

Ia juga berharap konsolidasi ini mampu menghasilkan gagasan konkret terkait langkah-langkah ke depan dalam memperkuat eksistensi masyarakat adat.

Sementara itu, Ketua Dewan AMAN Daerah Lease, Clif Kissya, menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan di Haruku telah melalui berbagai pertimbangan, terutama dalam upaya menghubungkan nilai-nilai adat dengan generasi muda.

“Perubahan zaman tidak boleh menghilangkan nilai-nilai adat. Justru harus terus dilestarikan dan diwariskan,” katanya.

Ketua Umum BPAN, Hero Aprillia, dalam arahannya menekankan pentingnya konsistensi organisasi sejak dideklarasikan pada 12 Januari 2012 di Curug Nangka, Bogor. Menurutnya, BPAN hadir sebagai ruang bagi pemuda adat untuk menyalurkan aspirasi sekaligus memperkuat posisi masyarakat adat di berbagai wilayah.

“BPAN menjadi wadah bagi keresahan pemuda di kampung-kampung. Kita harus bergerak hari ini untuk mempertahankan adat istiadat dan memperkuat eksistensi sebagai masyarakat adat yang utuh,” tegasnya.

Senada dengan itu, Ketua PH AMAN Maluku, Lenny Patty, menyebut kegiatan ini sebagai ruang belajar bersama bagi pemuda adat. Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan momentum konsolidasi untuk memperdalam pemahaman serta memperkuat semangat dalam melanjutkan nilai-nilai adat.

“Pemuda adat harus tetap semangat, karena kalian adalah penerus tatanan dan nilai-nilai adat di masa depan,” ujarnya.

Kegiatan konsolidasi ini diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis yang berdampak luas bagi penguatan peran pemuda adat, sekaligus menjaga keberlanjutan nilai budaya dan kearifan lokal di Kepulauan Maluku.

Penulis : EH

Editor : KB Ambon

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemuda Negeri Seti Minta Kapolsek Wahai Tindak Tegas Oknum Pembakar Hutan
Masyarakat Adat Sinahari Desak Cabut Tapal Batas HPK dan Status TN Manusela
10 Negeri Adat di Tehoru Pasang Sasi Tanah, Tolak Perluasan Taman Nasional Manusela dan Pal HPK
Talut Jalan Hila–Jerusu Mudah Pecah, Warga Minta Kualitas Pekerjaan Diperiksa
Pendidikan Wilayah 3T Harus Jadi Prioritas, Pemda didesak Perhatikan Guru Honorer di Pegunungan Seram Utara
Gema Penu Setara Gelar Takilele dan Salurkan Bantuan Pendidikan di SD Negeri 344 Maluku Tengah
Masyarakat Adat Negeri Seti Gelar Sasi Adat, Tolak Pematokan HPT di Wilayah Petuanan Nusa Folla
Aliansi Pemuda Seti Desak Raja Segera Surati BPKH dan Gelar Sasi Adat di Hutan Petuanan
Berita ini 70 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 19:32 WIT

Pemuda Negeri Seti Minta Kapolsek Wahai Tindak Tegas Oknum Pembakar Hutan

Selasa, 8 September 2026 - 09:01 WIT

Masyarakat Adat Sinahari Desak Cabut Tapal Batas HPK dan Status TN Manusela

Sabtu, 5 September 2026 - 12:53 WIT

10 Negeri Adat di Tehoru Pasang Sasi Tanah, Tolak Perluasan Taman Nasional Manusela dan Pal HPK

Jumat, 4 September 2026 - 00:05 WIT

Talut Jalan Hila–Jerusu Mudah Pecah, Warga Minta Kualitas Pekerjaan Diperiksa

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:13 WIT

Pendidikan Wilayah 3T Harus Jadi Prioritas, Pemda didesak Perhatikan Guru Honorer di Pegunungan Seram Utara

Berita Terbaru