Menkeu Purbaya Luncurkan Kanal Aduan Publik “Lapor Pak Purbaya”

Jumat, 17 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Maluku.Newline.id — Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, resmi meluncurkan kanal pengaduan publik bernama “Lapor Pak Purbaya”, yang dapat diakses langsung oleh masyarakat melalui aplikasi WhatsApp. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat transparansi, mempercepat penanganan aduan, serta meningkatkan kualitas layanan di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), khususnya bidang perpajakan dan kepabeanan.

Program ini menjadi wadah terbuka bagi masyarakat untuk melaporkan berbagai bentuk pelanggaran atau pelayanan yang tidak sesuai prosedur di bawah Direktorat Jenderal Pajak maupun Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen Menkeu dalam menciptakan aparatur yang berintegritas dan disiplin.

Purbaya menjelaskan, kanal tersebut dibuat agar masyarakat tidak perlu khawatir menyampaikan keluhan secara langsung kepada pemerintah. “Kami ingin membuka ruang bagi masyarakat agar bisa melapor dengan mudah, cepat, dan langsung dibaca oleh saya,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (17/10/2025).

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak peluncuran kanal “Lapor Pak Purbaya”, sejumlah aduan masyarakat mulai masuk. Beberapa laporan bahkan langsung dibacakan oleh Menkeu sendiri dalam rapat internal bersama jajaran Kemenkeu. Salah satu laporan yang menarik perhatian publik adalah terkait perilaku seorang pegawai Bea dan Cukai yang dilaporkan sering nongkrong di kafe dengan seragam dinas.

Dalam laporan yang diterima, seorang pelapor menyebut bahwa pegawai tersebut rutin berada di gerai Starbucks sambil membuka laptop dan berbicara keras mengenai urusan bisnis pribadi, termasuk soal pengiriman mobil. “Ada laporan yang menyebut petugas Bea Cukai nongkrong tiap hari di Starbucks, berbicara tentang urusan aset dan jual beli mobil. Pelapor merasa risih karena dilakukan dengan seragam dinas,” kata Purbaya saat membacakan laporan itu.

Menanggapi hal tersebut, Menkeu menegaskan akan segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan langkah disipliner. Ia menyampaikan bahwa tindakan seperti itu mencoreng nama baik instansi dan melanggar etika pegawai negeri. “Kami akan tindak tegas pegawai tersebut. Ini tidak bisa dibiarkan karena merusak citra Kementerian Keuangan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Purbaya mengingatkan seluruh pegawai Kemenkeu agar tidak menghabiskan waktu di kafe atau tempat umum saat jam kerja, apalagi dengan mengenakan seragam resmi instansi. Menurutnya, perilaku semacam itu menunjukkan ketidakdisiplinan dan bisa menurunkan kepercayaan publik terhadap lembaga keuangan negara.

Ia menegaskan bahwa setiap pelanggaran disiplin akan dikenai sanksi berat, termasuk kemungkinan pemberhentian dari jabatan. “Mulai Senin depan, bila masih ada pegawai yang kedapatan nongkrong di tempat umum dengan seragam dinas saat jam kerja, saya akan ambil tindakan tegas, termasuk pemecatan,” tegas Purbaya dengan nada serius.

Kanal “Lapor Pak Purbaya” sendiri dapat diakses melalui WhatsApp di nomor 0822-4040-6600. Masyarakat cukup mengirimkan laporan disertai nama lengkap dan alamat surel (email) agar dapat diverifikasi dan ditindaklanjuti langsung oleh tim khusus di Kementerian Keuangan.

Selain menampung aduan, kanal ini juga diharapkan menjadi sarana komunikasi dua arah antara masyarakat dan pemerintah, terutama dalam memantau integritas aparat di lapangan. “Kami tidak ingin ada jarak antara masyarakat dan Kemenkeu. Semua laporan akan kami tindak secara transparan,” ujar Purbaya.

Program ini disambut positif oleh publik yang menilai langkah tersebut sebagai upaya nyata dalam membangun budaya kerja bersih dan profesional di tubuh birokrasi. Sejumlah pengamat ekonomi juga menilai, sistem pelaporan langsung kepada menteri merupakan bentuk inovasi dalam pengawasan internal.

Melalui kanal pengaduan ini, pemerintah berharap kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan negara dapat terus meningkat. Purbaya menutup keterangannya dengan mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga integritas dan menghindari praktik yang mencoreng instansi. “Kami ingin membangun birokrasi yang jujur, disiplin, dan melayani,” tutupnya.

Langkah Kementerian Keuangan meluncurkan kanal “Lapor Pak Purbaya” menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius dalam memperbaiki tata kelola aparatur negara. Transparansi dan keterbukaan informasi kini menjadi fondasi utama dalam upaya membangun kepercayaan publik terhadap institusi keuangan nasional.(SS37)

 

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gempa Magnitudo 2,6 Guncang Perairan Seram Bagian Barat
Speedboat Rute Sinairusi -Tepa Tenggelam, 7 Penumpang Masih Dalam Pencarian
Jejak Welem Porumau: Dari Kampus di Ambon hingga Panggung Google Indonesia
SMIT Kecam Kriminalisasi Warga Adat Halmahera Utara, Nilai Negara Lebih Lindungi Investasi
Potensi Besar, Akses Terbatas: Warga Taniwel Timur Harap Perbaikan Jalan Tani
Partai Politik, Oligarki, dan Rapuhnya Makna Perkaderan
Jurang Ekonomi Melebar di Tengah Kenaikan Biaya Hidup
Sorotan Anggaran TP PKK SBB, Aldi: Jangan Bangun Opini Tanpa Data
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 02:06 WIT

Gempa Magnitudo 2,6 Guncang Perairan Seram Bagian Barat

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:11 WIT

Speedboat Rute Sinairusi -Tepa Tenggelam, 7 Penumpang Masih Dalam Pencarian

Senin, 8 Juni 2026 - 17:13 WIT

Jejak Welem Porumau: Dari Kampus di Ambon hingga Panggung Google Indonesia

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:32 WIT

SMIT Kecam Kriminalisasi Warga Adat Halmahera Utara, Nilai Negara Lebih Lindungi Investasi

Selasa, 28 April 2026 - 19:32 WIT

Potensi Besar, Akses Terbatas: Warga Taniwel Timur Harap Perbaikan Jalan Tani

Berita Terbaru