PDIP Maluku Tegaskan Disiplin Ideologi dan Semangat Samudra

Senin, 3 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ambon | Maluku.Newsline.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Maluku resmi menggelar Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) pada Minggu, 2 November 2025, bertempat di Hotel Santika, Kota Ambon. Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi penting untuk memperkuat struktur partai dan mempertegas arah perjuangan politik menuju masa depan yang lebih solid.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pengurus pusat PDI Perjuangan, antara lain Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto, Wakil Sekjen Bidang Internal Dolfie Othniel Frederic Palit, Ketua DPP Bidang Kehormatan Komarudin Watubun, dan Ketua DPP Bidang Ketenagakerjaan serta Buruh Migran Mercy Chriesty Barends. Kehadiran para petinggi partai ini menjadi bukti kuatnya perhatian DPP terhadap konsolidasi organisasi di wilayah timur Indonesia.

Dalam sambutannya, Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa Konferda bukan sekadar agenda formal, melainkan momentum ideologis yang menentukan arah gerak partai di Maluku. Ia mengingatkan bahwa disiplin adalah fondasi utama partai pelopor, yang harus terwujud dalam berbagai aspek kehidupan kader.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebagai partai ideologis yang berlandaskan Pancasila, disiplin adalah kunci utama. Disiplin dalam ideologi, organisasi, komunikasi, berpikir, dan waktu. Itulah ciri partai pelopor yang tangguh dan mampu memimpin rakyat menuju kemajuan,” ujar Hasto dengan penuh semangat di hadapan peserta konferensi.

Lebih lanjut, Hasto juga menyampaikan pesan langsung dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, yang menekankan pentingnya menumbuhkan semangat Indonesia sebagai negara samudra yang berdaulat dan berkepribadian. Pesan tersebut dianggap relevan untuk Maluku yang dikenal sebagai provinsi kepulauan strategis dengan potensi maritim yang besar.

“Ibu Megawati berpesan agar seluruh kader PDIP di Maluku memahami hakikat Indonesia sebagai negara samudra yang kuat. Bangunlah kesadaran geopolitik maritim seperti yang diajarkan Bung Karno, agar Maluku menjadi benteng peradaban Nusantara,” tambahnya.

Sementara itu, Dolfie Othniel Frederic Palit dalam sesi arahannya menyoroti pentingnya kaderisasi berkelanjutan. Menurutnya, regenerasi kader harus berbasis pada ideologi, bukan sekadar formalitas jabatan, agar setiap struktur partai mampu bekerja efektif dan berpihak kepada rakyat.

Di sisi lain, Komarudin Watubun menegaskan bahwa kehormatan partai adalah hal yang tidak bisa ditawar, terutama dalam menjaga integritas di tengah dinamika politik yang sering kali menggoda. Ia mengingatkan setiap pengurus untuk menjadi teladan moral dan politik di wilayahnya masing-masing.

Sedangkan Mercy Chriesty Barends menyoroti isu penting ketenagakerjaan dan perlindungan buruh migran asal Maluku. Ia menegaskan bahwa PDIP akan terus memperjuangkan keadilan bagi pekerja, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, melalui kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan rakyat kecil.

Dalam suasana yang penuh semangat, peserta Konferda dan Konfercab juga menggelar diskusi mendalam mengenai strategi pemenangan partai di tingkat daerah. Berbagai usulan dan evaluasi dari DPC se-Maluku dibahas secara terbuka untuk memperkuat soliditas internal.

Kegiatan tersebut ditutup dengan pembacaan ikrar kesetiaan ideologi Pancasila dan cita-cita Bung Karno, yang dipimpin oleh perwakilan kader muda. Momentum ini menegaskan bahwa PDI Perjuangan Maluku berkomitmen menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan rakyat dan menjaga keutuhan NKRI.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, DPD PDI Perjuangan Maluku menegaskan kesiapannya menghadapi agenda politik ke depan, termasuk konsolidasi menjelang Pemilu dan peningkatan kapasitas organisasi di semua lini.

PDI Perjuangan Maluku berharap semangat ideologis dan kedisiplinan yang ditekankan dalam Konferda kali ini mampu melahirkan kader-kader militan yang setia pada perjuangan rakyat dan cita-cita bangsa.(KP)

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saniri Alifuru: Konservasi Jangan Marginalkan Masyarakat Adat
GEMA PENU SETARA Kritik Pertemuan 11 Raja Negeri, Minta Masyarakat Adat Dilibatkan dalam Penyelesaian Konservasi
Mahasiswa MBD Soroti Polemik Anggaran Kelistrikan Rp9 Triliun di Maluku, Dorong Transparansi
Pemprov Maluku Apresiasi Pengawalan Mahasiswa MBD terhadap Tenaga Kerja Lokal Blok Masela
Pastikan Tenaga Kerja Lokal pada Pengembangan Blok Masela, GEMA MBD, GMBK dan Ketua Paguyuban se-Kabupaten MBD Audiensi dengan Disnakertrans Provinsi Maluku
Skandal Anggaran Publikasi Pemkot Ambon Rp13,6 Miliar Disorot, Mahasiswa Desak Kejati Maluku Usut Temuan BPK
Valentino Manduapessy Soroti Prioritas APBN: MBG dan Kopdes Berjalan, Penanganan Bencana NTT Jangan Terabaikan
Masyarakat Adat Seram Utara Pegunungan Desak Cabut Status Taman Nasional Manusela di Wilayah Adatnya
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 09:51 WIT

Saniri Alifuru: Konservasi Jangan Marginalkan Masyarakat Adat

Sabtu, 5 September 2026 - 14:02 WIT

GEMA PENU SETARA Kritik Pertemuan 11 Raja Negeri, Minta Masyarakat Adat Dilibatkan dalam Penyelesaian Konservasi

Selasa, 1 September 2026 - 23:24 WIT

Pemprov Maluku Apresiasi Pengawalan Mahasiswa MBD terhadap Tenaga Kerja Lokal Blok Masela

Selasa, 1 September 2026 - 22:52 WIT

Pastikan Tenaga Kerja Lokal pada Pengembangan Blok Masela, GEMA MBD, GMBK dan Ketua Paguyuban se-Kabupaten MBD Audiensi dengan Disnakertrans Provinsi Maluku

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:23 WIT

Skandal Anggaran Publikasi Pemkot Ambon Rp13,6 Miliar Disorot, Mahasiswa Desak Kejati Maluku Usut Temuan BPK

Berita Terbaru