Ambon | Maluku.Newsline.id – Pernyataan Jais Ely terkait sistem CCTV di Pasar Mardika yang disebut masih berfungsi normal menuai kritik tajam dari masyarakat. Salah satunya datang dari pemerhati budaya Maluku, Vigel Faubun.
Dalam keterangannya kepada media ini Vigel menilai alasan yang disampaikan Kadisperindag tidak menyentuh akar persoalan. Ia menyebut, pernyataan yang menyalahkan kualitas sumber daya manusia (SDM) justru menunjukkan adanya kegagalan dalam sistem pengelolaan.
“Pedagang kehilangan barang itu fakta. Tapi yang disampaikan justru alasan soal SDM. Ini bukan solusi, ini pengalihan tanggung jawab,” tegas Vigel, Kamis (26/3/2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, jika benar CCTV berfungsi dengan baik, maka seharusnya ada bukti rekaman yang dapat digunakan untuk mengungkap kasus pencurian yang terjadi di dalam pasar tersebut. Ia mempertanyakan langkah konkret dari dinas dalam menjamin keamanan para pedagang.
“Kalau CCTV normal, di mana rekamannya? Di mana tindak lanjutnya? Kenapa pencurian terus terjadi?” ujarnya.
Vigel juga menyoroti bahwa persoalan SDM tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab pimpinan. Ia menilai, kelemahan kapasitas petugas justru mencerminkan kegagalan dalam proses rekrutmen, pelatihan, dan pengawasan yang berada di bawah kendali dinas terkait.
Lebih jauh, ia mengaitkan persoalan ini dengan nilai budaya Maluku, yakni “Malu hati”, yang menjunjung tinggi rasa malu dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah.
“Kalau memang SDM tidak mampu, itu berarti pimpinan juga tidak mampu. Dalam budaya Maluku, kita diajarkan Maluku hati, kalau tidak bisa kerja untuk rakyat, harus tahu malu,” katanya.
Atas dasar itu, Vigel secara tegas mendesak agar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku segera mengundurkan diri dari jabatannya apabila tidak mampu menyelesaikan persoalan yang ada.
Ia juga meminta Gubernur Maluku untuk mengambil langkah tegas dengan melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk mencabut jabatan kepala dinas jika terbukti tidak mampu menjalankan tugas.
“Jabatan itu amanah, bukan tempat berlindung dari kesalahan. Kalau tidak mampu, mundur. Kalau tidak mundur, gubernur harus bertindak,” tegasnya.
Kasus pencurian yang terus terjadi di Pasar Mardika belakangan menjadi sorotan publik. Para pedagang mengaku mengalami kerugian akibat hilangnya barang dagangan, sementara jaminan keamanan dinilai belum maksimal.
Vigel menegaskan, pasar bukan sekadar ruang ekonomi, tetapi juga ruang hidup masyarakat. Karena itu, negara melalui dinas terkait harus hadir memberikan perlindungan nyata.
“Yang dipertaruhkan bukan hanya barang dagangan, tapi kepercayaan rakyat,” pungkasnya.
Editor : Eston Halamury













