Pjs Kades Bokat Mundur Dari Jabatan Di Duga Terlilit Masalah Pengadaan Ternak Sapi

Rabu, 15 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

filter: 0; jpegRotation: 90; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; 
hw-remosaic: 0; 
touch: (-1.0, -1.0); 
modeInfo: ; 
sceneMode: Night; 
cct_value: 0; 
AI_Scene: (0, -1); 
aec_lux: 0.0; 
hist255: 0.0; 
hist252~255: 0.0; 
hist0~15: 0.0;

filter: 0; jpegRotation: 90; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Night; cct_value: 0; AI_Scene: (0, -1); aec_lux: 0.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;

Buol, Newsline. id- Pjs Kepala kepala desa (kades) Bokat Sadikin Kadir baru 5 bulan sejak di tunjuk pemerintah kecamatan kabupaten Buol Sulawesi Tengah sebagai Pjs sudah meminta mundur dari jabatan di duga terkait kebijakannya yang menganggarkan pengadaan ternak sapi di desa bokat dengan jumlah 15 ekor anggaran dana desa (DDS) tahun 2024 sebesar rp 120 juta dengan rincian rp 8 juta perekor , pengadaan ternak sapi itu di sinyalir tidak sesuai spesifikasi sehingga mendapat protes dari warga desa selain itu harga beli sapi murah. “Saya minta mundur dari pjs kades Bokat karena tidak mampu melaksanakan tugas di desa itu. “ungkap Sadikin Kadir pada Media Newsline. Id selasa (14/5/2024).

Ia, mengatakan pengunduran dirinya sebagai pjs kades murni atas kemauan sendiri tidak ada paksaan dari pihak manapun dan pada (red selasa 14/5/2024) “saya sudah menghadap camat dan meminta untuk di ganti pejabat lain, alasan saya sudah tidak mampu kerja.“ujar Sadikin.

WhatsApp Image 2024 05 12 at 02.07.25 rotated 1
Dalam menepis protes dari warga terkait pengadaan ternak sapi di desa bokat yang tidak sesuai harapan warga selaku pemerintah desa sejak awal. Menjabat semua data warga yang layak menerima itu telah melalui verifikasi dari seluruh jajaran RT/RW, dan semua penerima ternak sapi itu berjumlah 15 orang, selanjutnya untuk proses pengadaan ternak sudah memenuhi standar juknis pemerintah daerah dengan tinggi 95 cm perekor dan pada saat penyerahan semua penerima di beri pengarahan dari jika terdapat sapi yang tidak sesuai juknis atau tidak sesuai spesfikasi di beri waktu untuk menyampaikan kepada pemerinta desa agar bisa secepatnya di ganti, dari semua penerima ternak sapi ini tidak ada yang melayangkan protes dan kesemuannya merasa terbantu , penerima ini juga menandatangani surat pernyataan untuk menjadi dasar pemerinta desa jika ada yang memprotes, pada penyerahan di hadiri babinsa, BPD, dan jajaran pemerintahan desa. Serta warga penerima.
“yang melakukan protes ini bukan warga penerima sapi tapi kepala RT di desa bokat dan yang jelas kita melakukan ini sudah mengikuti aturan yang berlaku semua berdasarkan kesepakatan bersama. “demikian Sadikin Kadir. (Utham).

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Salah Tangkap Victor Parera, Polisi Minta Maaf, Publik Pertanyakan Sikap Resmi Institusi
Klarifikasi Dugaan Salah Tangkap di Maluku Tengah Viral di Facebook, Keluarga Minta Pemulihan Nama Baik
Konflik Antarwarga Terjadi di SBB, Diduga Berawal dari Ucapan Menghina dan Aksi Ugal-ugalan
Tragedi di Tual: Siswa 14 Tahun Tewas Diduga Dianiaya Oknum Brimob
PERMAVA Ambon Mengutuk Keras Dugaan Penganiayaan Siswa di Tual, Siap Geruduk Polda Maluku
Diduga Salah Kelola Dana Desa dan Nepotisme, Warga Arnau Adukan Aparat Desa ke Kejari MBD
Pria Paruh Baya Aniaya Tetangga di Way Kanan Pakai Golok
KKB Bakar Bangunan Sekolah di Pegunungan Bintang, Aparat Bertindak Cepat Amankan Kiwirok
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 06:54 WIT

Salah Tangkap Victor Parera, Polisi Minta Maaf, Publik Pertanyakan Sikap Resmi Institusi

Kamis, 16 April 2026 - 14:58 WIT

Klarifikasi Dugaan Salah Tangkap di Maluku Tengah Viral di Facebook, Keluarga Minta Pemulihan Nama Baik

Jumat, 20 Maret 2026 - 18:51 WIT

Konflik Antarwarga Terjadi di SBB, Diduga Berawal dari Ucapan Menghina dan Aksi Ugal-ugalan

Jumat, 20 Februari 2026 - 03:13 WIT

Tragedi di Tual: Siswa 14 Tahun Tewas Diduga Dianiaya Oknum Brimob

Jumat, 20 Februari 2026 - 00:45 WIT

PERMAVA Ambon Mengutuk Keras Dugaan Penganiayaan Siswa di Tual, Siap Geruduk Polda Maluku

Berita Terbaru

Rifat, Mahasiswa Pancasarja Ilmu Politik Universitas

NASIONAL

Jurang Ekonomi Melebar di Tengah Kenaikan Biaya Hidup

Minggu, 19 Apr 2026 - 15:51 WIT