Polres Maluku Tenggara Raih Juara Pertama Lomba Goyang Kreasi FPMK 2025

Sabtu, 25 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Langgur | Maluku.Newsline.id — Semarak budaya dan persaudaraan kembali menggema di Bumi Larvul Ngabal. Dalam ajang Festival Pesona Meti Kei (FPMK) 2025, Polres Maluku Tenggara berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara Pertama Lomba Goyang Kreasi kategori umum. Capaian ini menegaskan peran aktif kepolisian dalam mendukung pelestarian budaya lokal serta memperkuat ikatan sosial dengan masyarakat.

Acara puncak lomba berlangsung meriah di Pantai Ngursarnadan, Ohoililir, yang sejak pagi telah dipadati ribuan warga. Festival tahunan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara sebagai bagian dari agenda promosi budaya dan pariwisata daerah. Sejumlah instansi, sekolah, serta komunitas seni turut berpartisipasi dalam perlombaan, menampilkan berbagai tarian kreasi dengan nuansa khas Kepulauan Kei.

Tim Polres Malra yang terdiri dari lima personel polisi dan lima anggota Bhayangkari tampil menawan dengan koreografi yang memadukan gerakan tradisional Kei dan sentuhan modern. Gerak yang energik, ekspresi ceria, dan harmoni irama berhasil memukau para juri dan penonton, menjadikan mereka unggul atas puluhan peserta lainnya.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Festival Pesona Meti Kei tahun ini mengangkat tema “Merajut Kebersamaan dalam Bingkai Budaya dan Wisata Kei”. Melalui kegiatan seperti lomba goyang kreasi, pemerintah berharap dapat memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan leluhur, sekaligus menarik wisatawan agar mengenal lebih dekat pesona budaya Maluku Tenggara.

Menurut panitia penyelenggara, lomba goyang kreasi merupakan salah satu kegiatan yang paling dinanti. Selain menjadi sarana hiburan, lomba ini juga memiliki nilai edukatif, terutama dalam menanamkan rasa bangga terhadap identitas budaya Kei kepada generasi muda. Para peserta ditantang untuk menampilkan kreativitas yang mengandung pesan moral dan budaya.

Penampilan tim Polres Malra sukses mencuri perhatian. Kostum berwarna cerah dengan motif kain khas Kei memperkuat pesan budaya yang diusung. Kombinasi musik tradisional dan modern menciptakan suasana riang, menggambarkan semangat kepolisian yang humanis dan dekat dengan rakyat. Tidak heran, tim juri memberikan nilai tertinggi untuk kekompakan dan pesan budaya yang kuat.

Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi, S.Pt., S.I.K., menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh anggota tim. Ia menegaskan, kemenangan tersebut bukan sekadar prestasi lomba, tetapi simbol dari komitmen Polres dalam merawat kebersamaan dan budaya masyarakat Kei.

“Kami berpartisipasi bukan semata untuk meraih kemenangan, tetapi untuk menghormati budaya Kei yang menjadi identitas kita bersama. Melalui kegiatan ini, Polri ingin menunjukkan bahwa kami hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjaga nilai-nilai kebersamaan dan kearifan lokal,” ujar Kapolres dalam sambutannya.

Sementara itu, Ketua Panitia FPMK 2025 menyebut, antusiasme peserta tahun ini meningkat signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah daerah berencana menjadikan festival ini sebagai agenda tetap tahunan yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata di wilayah Kei.

Dalam aspek teknis, penilaian dilakukan secara objektif oleh tiga juri profesional bidang seni dan budaya. Aspek penilaian meliputi kekompakan, kreativitas gerak, keindahan kostum, ekspresi, serta pesan budaya yang disampaikan. Berdasarkan rekapitulasi akhir, Polres Malra unggul hampir di semua kategori dan berhak menyandang gelar juara pertama.

Kemenangan Polres Malra mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Banyak warga yang mengapresiasi kepedulian kepolisian terhadap kegiatan sosial-budaya. Capaian ini dianggap menjadi bukti bahwa Polri dapat menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang penuh warna dan kebersamaan.

Sepanjang kegiatan berlangsung, suasana di Pantai Ngursarnadan dipenuhi gelak tawa dan tepuk tangan. Ribuan pengunjung dari Kei Kecil hingga Kei Besar menyaksikan langsung momen tersebut, menciptakan suasana yang penuh semangat dan kebanggaan terhadap daerah sendiri.

Prestasi gemilang ini menjadi inspirasi bagi banyak pihak bahwa menjaga budaya tidak hanya tugas seniman, tetapi tanggung jawab bersama. Polres Malra berhasil menunjukkan wajah Polri yang sejuk dan berbudaya, mengajak masyarakat untuk terus melestarikan tradisi warisan leluhur dalam semangat persatuan. (BOYS)

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SMIT Kecam Kriminalisasi Warga Adat Halmahera Utara, Nilai Negara Lebih Lindungi Investasi
Potensi Besar, Akses Terbatas: Warga Taniwel Timur Harap Perbaikan Jalan Tani
Sorotan Anggaran TP PKK SBB, Aldi: Jangan Bangun Opini Tanpa Data
Salah Tangkap Victor Parera, Polisi Minta Maaf, Publik Pertanyakan Sikap Resmi Institusi
Klarifikasi Dugaan Salah Tangkap di Maluku Tengah Viral di Facebook, Keluarga Minta Pemulihan Nama Baik
Ridwan Umachina: Pers adalah Pilar Bangsa
Tepi Negeri, Ridwan Hidayatullah Umachina SH, Menyatukan Politik, Iman, dan Kerja Nyata
Evakuasi Terkendala Medan Terjal, Puing Pesawat ATR 42 Ditemukan di Maros
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:32 WIT

SMIT Kecam Kriminalisasi Warga Adat Halmahera Utara, Nilai Negara Lebih Lindungi Investasi

Selasa, 28 April 2026 - 19:32 WIT

Potensi Besar, Akses Terbatas: Warga Taniwel Timur Harap Perbaikan Jalan Tani

Sabtu, 18 April 2026 - 20:35 WIT

Sorotan Anggaran TP PKK SBB, Aldi: Jangan Bangun Opini Tanpa Data

Jumat, 17 April 2026 - 06:54 WIT

Salah Tangkap Victor Parera, Polisi Minta Maaf, Publik Pertanyakan Sikap Resmi Institusi

Kamis, 16 April 2026 - 14:58 WIT

Klarifikasi Dugaan Salah Tangkap di Maluku Tengah Viral di Facebook, Keluarga Minta Pemulihan Nama Baik

Berita Terbaru