Puluhan Tahun Menanti, Listrik PLN 24 Jam Kini Terangi Tum dan Gusalau SBT

Minggu, 4 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi.

Ilustrasi.

SBT | Maluku.Newsline.id – Setelah puluhan tahun menanti, masyarakat Desa Tum dan Gusalau, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), akhirnya menikmati aliran listrik PLN selama 24 jam.

Hadirnya listrik tersebut disambut sukacita oleh warga. Bagi masyarakat, penerangan PLN menjadi perubahan penting setelah selama bertahun-tahun menjalani aktivitas tanpa layanan listrik PLN.

Lampu yang kini menyala di rumah-rumah warga tidak hanya memberikan penerangan pada malam hari, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk menjalankan berbagai aktivitas dengan lebih mudah.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Desa Tum, Dekron Kilwalaga, menyampaikan apresiasi kepada PLN Bula yang telah menghadirkan layanan listrik di wilayah tersebut.

“Kami masyarakat Tum dan Gusalau sangat berterima kasih kepada PLN. Mereka datang jauh-jauh demi rakyat agar kami tidak lagi hidup dalam kegelapan,” ujar Dekron saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Minggu (4/10/2026).

Listrik Jadi Harapan Baru

Bagi masyarakat Tum dan Gusalau, kehadiran listrik bukan sekadar persoalan penerangan.

Dengan listrik yang tersedia selama 24 jam, aktivitas masyarakat pada malam hari kini dapat dilakukan dengan lebih leluasa. Anak-anak juga memiliki kesempatan untuk belajar dengan penerangan yang lebih memadai.

Kehadiran listrik diharapkan turut mendukung kegiatan sosial masyarakat, aktivitas pemuda, serta berbagai kegiatan ekonomi yang membutuhkan pasokan listrik.

Karena itu, masyarakat menyambut hadirnya listrik PLN sebagai salah satu perubahan yang telah lama mereka nantikan.

Kades Tum Klarifikasi Dugaan Biaya Pemasangan

Di tengah kabar baik tersebut, muncul sorotan dari sejumlah aktivis terkait dugaan adanya biaya dalam proses pemasangan listrik kepada masyarakat.

Kepala Desa Tum, Dekron Kilwalaga, memberikan klarifikasi atas informasi tersebut.

Ia mengatakan, berdasarkan informasi dan pengalaman masyarakat di lapangan, pihak PLN tidak pernah meminta biaya tambahan kepada warga dalam proses masuknya listrik.

“Pihak PLN tidak pernah meminta harga apa-apa dari kami masyarakat. Kalau ada yang memberikan, itu bentuk apresiasi kami,” tegasnya.

Dekron juga membantah adanya pemaksaan terhadap masyarakat dalam proses pemasangan instalasi listrik di rumah warga.

Ia meminta agar informasi terkait persoalan tersebut dilihat berdasarkan kondisi di lapangan dan keterangan masyarakat yang menerima manfaat dari hadirnya listrik PLN.

Pemuda Tum Tegaskan Dukung Kehadiran PLN

Ketua Pemuda Tum juga memberikan klarifikasi terkait adanya pihak yang disebut-sebut mengatasnamakan pemuda Tum dalam persoalan pemasangan listrik.

Menurutnya, pemuda dan masyarakat Tum pada prinsipnya menyambut baik hadirnya PLN di wilayah tersebut.

Listrik, kata dia, merupakan kebutuhan yang telah lama dinantikan masyarakat. Karena itu, tersedianya listrik selama 24 jam dinilai sebagai kabar baik bagi warga Tum dan Gusalau.

Dari Gelap Menuju Terang

Bagi warga Tum dan Gusalau, hadirnya listrik PLN menjadi penanda perubahan dalam kehidupan sehari-hari.

Penerangan di rumah-rumah warga diharapkan dapat memberi ruang bagi anak-anak untuk belajar, keluarga untuk menjalankan aktivitas dengan lebih nyaman, serta pemuda untuk mengembangkan berbagai kegiatan di desa.

Setelah puluhan tahun menanti, masyarakat Tum dan Gusalau kini dapat menikmati layanan listrik PLN selama 24 jam.

Bagi warga, perubahan tersebut bukan hanya tentang lampu yang menyala pada malam hari, tetapi juga tentang harapan agar pembangunan dan pelayanan dasar dapat terus menjangkau masyarakat di wilayah pelosok.

“Kami hanya ingin masyarakat menikmati listrik. Setelah sekian lama hidup dalam kegelapan, hari ini kampung kami sudah terang. Terima kasih kepada PLN,” tutup Dekron.

Penulis : RW

Editor : KB Ambon

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Soroti Masalah Perumahan Rakyat, DPC GMNI SBT Bangun Dialog bersama Dinas PKP
DPC GMNI SBT Gelar Mediasi dengan Kepala Dinas PMD, Desak Percepatan Pencairan Dana Desa
Sikapi Polemik Penyaluran Bantuan, DPC GMNI SBT Gelar Audiensi dengan Kepala Desa Wailola
4 Tahun Tinggal di Gubuk Tak Layak Huni, GMNI SBT Desak Pemda & Desa Wailola Segera Bertindak
Polres SBT Dinilai Lamban, GASMEN Maluku Minta Polda Ambil Alih Kasus Obat Kadaluarsa
GMNI SBT Jalin Sinergi dengan Polres, Dorong Penegakan Hukum dan Stabilitas Keamanan Daerah
Kepengurusan Baru GMNI SBT Disahkan, Abdul Sileuw dan M. Nur Hulihulis Ambil Peran
Menuju Rapat Kerja, AMGPM Ranting Imanuel Bangun Semangat Lewat Aksi Dana
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:47 WIT

Puluhan Tahun Menanti, Listrik PLN 24 Jam Kini Terangi Tum dan Gusalau SBT

Sabtu, 4 Juli 2026 - 16:30 WIT

Soroti Masalah Perumahan Rakyat, DPC GMNI SBT Bangun Dialog bersama Dinas PKP

Senin, 29 Juni 2026 - 16:16 WIT

DPC GMNI SBT Gelar Mediasi dengan Kepala Dinas PMD, Desak Percepatan Pencairan Dana Desa

Senin, 22 Juni 2026 - 15:09 WIT

Sikapi Polemik Penyaluran Bantuan, DPC GMNI SBT Gelar Audiensi dengan Kepala Desa Wailola

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:32 WIT

4 Tahun Tinggal di Gubuk Tak Layak Huni, GMNI SBT Desak Pemda & Desa Wailola Segera Bertindak

Berita Terbaru