Rocky Gerung Ramal Prabowo-Gibran Hanya Satu Periode, Dedi Mulyadi Disebut Figur Potensial Pengganti

Jumat, 24 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta | Maluku.Newline.id, — Wacana politik menjelang Pilpres 2029 mulai menghangat setelah pengamat politik nasional, Rocky Gerung, menyampaikan prediksi mengejutkan terkait masa depan pasangan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Menurutnya, duet tersebut kemungkinan besar hanya akan bertahan satu periode kepemimpinan.

Rocky menilai bahwa arah politik Partai Gerindra mulai menunjukkan tanda-tanda persiapan untuk menghadapi kontestasi politik lima tahun mendatang dengan memunculkan figur baru. Ia meyakini partai besutan Prabowo itu tidak akan bergantung hanya pada faktor popularitas, tetapi akan mencari tokoh yang memiliki kedalaman ideologis dan kematangan intelektual.

Dalam analisisnya, Rocky menyebut bahwa Gibran memang memiliki elektabilitas dan daya tarik publik yang kuat, namun belum sepenuhnya sejalan dengan kerangka pemikiran ekonomi-politik Prabowo. “Gerindra tampaknya akan mencari figur yang tidak hanya populer, tapi juga memahami arah perjuangan intelektual Prabowo,” ujar Rocky dikutip Jumat (24/10/2025).

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan, untuk melanjutkan gagasan besar Soemitro Djojohadikoesoemo—ayah Prabowo—dengan konsep “Sumitronomics”, dibutuhkan pemimpin yang mampu memahami akar pemikiran tersebut. Menurutnya, hanya dengan figur yang berpikir sistematis dan memahami visi ekonomi nasional, konsep itu dapat diwujudkan dalam kebijakan nyata.

Rocky juga mengungkapkan bahwa regenerasi politik di tubuh Gerindra menjadi langkah penting bagi keberlanjutan partai. Ia menilai, Prabowo sebagai tokoh sentral tentu menyadari pentingnya membangun penerus yang tidak hanya loyal, tetapi juga memiliki gagasan kuat dan independen dalam berpikir.

Lebih lanjut, Rocky menyoroti sosok Dedi Mulyadi sebagai salah satu figur potensial di Gerindra yang layak dipertimbangkan untuk masa depan politik partai. Dedi, menurutnya, memiliki citra kepemimpinan yang dekat dengan rakyat dan menunjukkan kepedulian terhadap isu lingkungan dan kemanusiaan.

“Dedi Mulyadi memiliki karakter yang kuat dan autentik. Ia tidak bergantung pada pencitraan, tapi hadir dengan kerja nyata di lapangan,” jelas Rocky. Ia menilai Dedi bisa menjadi simbol baru Gerindra jika partai ingin menampilkan wajah kepemimpinan yang segar dan berorientasi pada gagasan.

Pernyataan Rocky ini memunculkan berbagai tanggapan dari kalangan pengamat dan politisi. Sebagian pihak menganggap prediksi tersebut cukup rasional, melihat dinamika politik yang terus berkembang dan potensi perubahan arah strategi partai menjelang 2029.

Namun, ada pula yang menilai terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa duet Prabowo-Gibran hanya akan bertahan satu periode. Beberapa tokoh Gerindra menyebut fokus pemerintahan saat ini masih tertuju pada pelaksanaan visi besar kabinet dan belum membahas soal suksesi kepemimpinan.

Di sisi lain, publik kini mulai memperhatikan perjalanan politik Gibran yang tak lepas dari sorotan, terutama setelah muncul sejumlah isu terkait latar belakang pendidikannya. Persoalan hukum mengenai keabsahan ijazahnya bahkan tengah dipersoalkan di pengadilan oleh Subhan Palal terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Rocky menegaskan bahwa isu-isu tersebut dapat menjadi batu sandungan jika tidak diselesaikan secara terbuka dan transparan. “Dalam politik modern, kejelasan rekam jejak sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik,” ujarnya menegaskan.

Dengan berbagai dinamika yang terjadi, pernyataan Rocky Gerung seakan menjadi alarm awal bagi Gerindra untuk menyiapkan strategi jangka panjang. Apakah Prabowo akan tetap mempertahankan Gibran sebagai pendamping politiknya, atau memilih figur baru seperti Dedi Mulyadi, masih menjadi tanda tanya besar di tengah publik.

Satu hal yang pasti, peta politik Indonesia menjelang Pilpres 2029 tampaknya akan diwarnai oleh persaingan gagasan dan pencarian figur baru yang mampu memadukan kekuatan ideologis dan kedekatan dengan rakyat. Gerindra, sebagai salah satu kekuatan politik utama, dituntut membuktikan kematangannya dalam menghadapi era politik baru yang semakin kompetitif.(LKBS)

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gempa Magnitudo 2,6 Guncang Perairan Seram Bagian Barat
Sambut Verifikasi Parpol 2027, DPD Partai Gema Bangsa Buru Selatan Gelar Konsolidasi di 6 Kecamatan
Speedboat Rute Sinairusi -Tepa Tenggelam, 7 Penumpang Masih Dalam Pencarian
SMIT Kecam Kriminalisasi Warga Adat Halmahera Utara, Nilai Negara Lebih Lindungi Investasi
Potensi Besar, Akses Terbatas: Warga Taniwel Timur Harap Perbaikan Jalan Tani
Sorotan Anggaran TP PKK SBB, Aldi: Jangan Bangun Opini Tanpa Data
Salah Tangkap Victor Parera, Polisi Minta Maaf, Publik Pertanyakan Sikap Resmi Institusi
Klarifikasi Dugaan Salah Tangkap di Maluku Tengah Viral di Facebook, Keluarga Minta Pemulihan Nama Baik
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 02:06 WIT

Gempa Magnitudo 2,6 Guncang Perairan Seram Bagian Barat

Rabu, 8 Juli 2026 - 00:14 WIT

Sambut Verifikasi Parpol 2027, DPD Partai Gema Bangsa Buru Selatan Gelar Konsolidasi di 6 Kecamatan

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:11 WIT

Speedboat Rute Sinairusi -Tepa Tenggelam, 7 Penumpang Masih Dalam Pencarian

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:32 WIT

SMIT Kecam Kriminalisasi Warga Adat Halmahera Utara, Nilai Negara Lebih Lindungi Investasi

Selasa, 28 April 2026 - 19:32 WIT

Potensi Besar, Akses Terbatas: Warga Taniwel Timur Harap Perbaikan Jalan Tani

Berita Terbaru