Maluku Barat Daya| Maluku.newline.id_ Dunia pendidikan di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah video viral di media sosial memperlihatkan dugaan tindakan tidak pantas yang dilakukan oleh seorang guru terhadap siswanya. Dalam video yang beredar di Facebook itu, tampak pakaian tiga siswa SMP Negeri 5 Ilmarang, Kecamatan Dawelor Dawera rusak total
Video berdurasi singkat tersebut pertama kali dibagikan sekitar enam jam lalu dan langsung menuai berbagai tanggapan dari warganet. Berdasarkan pantauan maluku.newline.id dalam Vidio tersebut orang tua murid menyebutkan tindakan itu dilakukan oleh guru bernama”Rut Roimasa ” merobek pakaian seragam tiga siswa di sekolah.
Dalam pernyataan yang terekam dalam video, orang tua dari ketiga murid tersebut menyampaikan kekecewaannya atas tindakan sang guru.
“Saya selaku orang tua dari ketiga murid tidak setuju dengan perilaku salah seorang guru dari SMP Negeri 5 Ilmarang atas nama Rut Roimasa. Kami selaku orang tua sangat menyesal atas kejadian ini,” ujar salah satu orang tua murid dengan nada kesal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Orang tua tersebut menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan perilaku seorang pendidik. Menurutnya, bila siswa melakukan kesalahan, seharusnya diberikan pembinaan sesuai fungsi lembaga pendidikan, bukan dengan cara merusak pakaian siswa.
“Kalau anak-anak salah, kasih pembinaan saja. Kalau bajunya kotor, bilang orang tua. Jangan bikin sampai anak-anak punya baju tarabe (robek) seperti ini,” ucapnya dengan nada kecewa.
Ia juga menegaskan bahwa perilaku semacam itu tidak pantas dilakukan oleh tenaga pendidik, “Perilaku seperti ini tidak baik dan tidak etis,” tambahnya singkat.
Hingga kini, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut. Namun orang tua siswa berharap agar pihak sekolah dan instansi pendidikan di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten MBD segera menindaklanjuti dan memberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku.
“Kami berharap pihak sekolah dapat melihat hal seperti ini dan mengambil tindakan yang tegas,” ujar orang tua siswa menutup pernyataannya.
Peristiwa ini memicu perdebatan publik di dunia maya. Banyak warganet yang mengecam tindakan tersebut dan menilai perlu adanya evaluasi terhadap etika serta profesionalisme guru di lingkungan sekolah-sekolah daerah terpencil.










