Warga SBB Tolak Perluasan Lahan PT SIM: Desak Penghentian Aktivitas Abaka di Tengah Konflik Agraria

Senin, 14 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maluku.Newsline.id – Konflik agraria kembali mencuat di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, menyusul penolakan keras dari warga terhadap aktivitas investasi pisang abaka yang dijalankan oleh PT Spice Island Maluku (SIM). Aksi penolakan ini terutama datang dari warga Desa Eti, Desa Kawa, dan Dusun Pelita Jaya, yang menuding perusahaan telah menyerobot dan merusak lahan milik mereka tanpa persetujuan yang sah.

Warga menegaskan bahwa pembukaan lahan baru untuk perluasan perkebunan abaka oleh PT SIM dilakukan secara sepihak dan tidak melibatkan partisipasi masyarakat adat maupun pemilik ulayat. Aksi protes dilakukan dengan cara menghadang alat berat, menutup akses jalan menuju lokasi proyek, hingga mendirikan pos penjagaan sebagai bentuk penolakan kolektif.

Kami tidak pernah diajak bicara apalagi menyetujui. Tiba-tiba lahan kami sudah dibabat habis. Ini bentuk perampasan tanah,” ungkap salah satu warga Desa Eti yang ikut dalam aksi penghadangan.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, warga juga menuduh PT SIM tidak menjalankan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan investasi. Mereka mengaku tidak pernah menerima sosialisasi resmi maupun dokumen perizinan yang jelas dari pihak perusahaan.

Tuntut Aktivitas Dihentikan Sementara

Puncak kemarahan warga terjadi ketika ditemukan indikasi kerusakan lahan hutan dan kebun warga akibat pembukaan jalur dan pengerahan alat berat. Warga mendesak Pemerintah Daerah dan instansi terkait untuk segera menghentikan sementara seluruh aktivitas PT SIM hingga persoalan status kepemilikan lahan diselesaikan secara adil dan terbuka.

Salah satu tokoh masyarakat Dusun Pelita Jaya menyampaikan bahwa konflik ini berpotensi meluas jika tidak segera ditangani.

Kami mendukung investasi, tapi bukan dengan cara-cara yang melanggar hak rakyat. Pemerintah jangan tutup mata,” tegasnya.

Perusahaan Klaim Punya Izin Lengkap

Sementara itu, pihak PT Spice Island Maluku menyatakan bahwa seluruh proses yang dilakukan telah mengikuti prosedur hukum dan administrasi. Mereka mengklaim telah mengantongi izin prinsip, izin lokasi, dan melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat.

Namun, pernyataan ini justru memperkeruh suasana karena warga menyatakan tidak pernah dilibatkan dalam proses perizinan, dan hingga kini tidak ada bukti keterbukaan dokumen kepada publik.

Seruan Keadilan dan Mediasi

Berbagai elemen masyarakat sipil menyerukan agar pemerintah provinsi maupun kabupaten segera mengambil peran sebagai mediator untuk mencegah konflik horizontal. Diperlukan pendekatan dialogis dan restitusi atas kerugian yang dialami warga agar konflik ini tidak mengarah pada tindakan anarkis.

Media ini akan terus mengikuti perkembangan kasus dan membuka ruang bagi semua pihak untuk menyampaikan klarifikasi serta penyelesaian yang adil dan berkeadilan sosial.

Editor : | SS37 | Maluku.Newsline.id

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anos Yermias Pilih Fokus Jalankan Amanah DPRD Maluku hingga 2029
Komisi III DPRD MBD Bahas Rekrutmen Tenaga Kerja Blok Masela dengan Disnakertrans Maluku
Mahasiswa MBD Gelar Demo di Kantor Gubernur dan DPRD Maluku, Ini Tuntutan Mereka
11 Paguyuban Mahasiswa MBD Kirim Surat Terbuka kepada Pemangku Kepentingan Blok Masela
Rion Adi: Kapolri Suyudi Harus Wujudkan “Polisi Bersama Masyarakat” hingga Pelosok Indonesia Timur
Talut Jalan Hila–Jerusu Mudah Pecah, Warga Minta Kualitas Pekerjaan Diperiksa
GEMA MBD Dukung Groundbreaking Blok Masela, Siap Kawal Hak Masyarakat Lokal
Gempa Magnitudo 2,6 Guncang Perairan Seram Bagian Barat
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:05 WIT

Anos Yermias Pilih Fokus Jalankan Amanah DPRD Maluku hingga 2029

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:29 WIT

Komisi III DPRD MBD Bahas Rekrutmen Tenaga Kerja Blok Masela dengan Disnakertrans Maluku

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:21 WIT

Mahasiswa MBD Gelar Demo di Kantor Gubernur dan DPRD Maluku, Ini Tuntutan Mereka

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:53 WIT

11 Paguyuban Mahasiswa MBD Kirim Surat Terbuka kepada Pemangku Kepentingan Blok Masela

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:23 WIT

Rion Adi: Kapolri Suyudi Harus Wujudkan “Polisi Bersama Masyarakat” hingga Pelosok Indonesia Timur

Berita Terbaru