Ambon | Maluku.Newsline.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Ambon menerbitkan surat peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Provinsi Maluku. Peringatan tersebut dikeluarkan pada Minggu, 4 Januari 2026, sebagai langkah antisipatif terhadap meningkatnya risiko cuaca laut dalam beberapa hari ke depan.
Dalam surat resminya, BMKG Ambon menyampaikan bahwa informasi prakiraan tinggi gelombang ini berlaku mulai 5 Januari 2026 pukul 09.00 WIT hingga 6 Januari 2026 pukul 09.00 WIT. Selama periode tersebut, kondisi dinamika atmosfer dan laut di wilayah Maluku diprakirakan mengalami peningkatan aktivitas angin yang berpotensi memicu gelombang laut lebih tinggi dari kondisi normal.
BMKG menjelaskan, pola angin di wilayah Maluku umumnya bergerak dari arah barat dengan kecepatan berkisar antara 4 hingga 25 knot. Kecepatan angin tertinggi yang dapat mencapai sekitar 25 knot berpeluang terjadi di sejumlah wilayah perairan, antara lain Perairan Pulau Buru, Perairan Seram Bagian Barat, Perairan Selatan Maluku Tengah, Perairan Seram Bagian Timur, Perairan Kepulauan Kei, Perairan Kepulauan Aru, Perairan Kepulauan Tanimbar, Perairan Kepulauan Babar, Perairan Kepulauan Sermata hingga Kepulauan Letty, serta wilayah Laut Banda dan Laut Arafuru.

Kondisi angin dengan kecepatan tersebut dinilai dapat memicu peningkatan tinggi gelombang laut, khususnya di perairan terbuka. Dalam surat peringatannya, BMKG turut menjelaskan klasifikasi tinggi gelombang laut sebagai acuan keselamatan, yakni gelombang setinggi 0,1–0,5 meter masuk kategori tenang, 0,5–1,25 meter kategori rendah, 1,25–2,5 meter kategori sedang, 2,5–4,0 meter kategori tinggi, 4,0–6,0 meter kategori sangat tinggi, dan lebih dari 6,0 meter dikategorikan sangat ekstrem.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sehubungan dengan potensi tersebut, BMKG Ambon mengeluarkan imbauan keselamatan pelayaran dengan menekankan kewaspadaan terhadap risiko kecelakaan laut. Disebutkan, perahu nelayan berpotensi mengalami gangguan keselamatan apabila kecepatan angin melebihi 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter. Sementara kapal ferry dinilai berisiko ketika kecepatan angin melampaui 21 knot dengan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.

Adapun kapal berukuran besar, seperti kapal kargo dan kapal pesiar, diminta meningkatkan kewaspadaan apabila kecepatan angin mencapai lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang berada di atas 4,0 meter. BMKG mengingatkan operator pelayaran dan para nahkoda agar lebih cermat dalam merencanakan rute perjalanan serta selalu memperhatikan perkembangan cuaca dan kondisi gelombang laut.
Selain itu, BMKG Ambon juga mengimbau masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir, khususnya di daerah yang berpotensi terdampak gelombang tinggi, agar tetap waspada. Masyarakat disarankan membatasi aktivitas di laut apabila kondisi cuaca tidak mendukung serta secara rutin memantau informasi cuaca maritim terkini melalui kanal resmi BMKG.
Peringatan dini ini dikeluarkan sebagai upaya mitigasi untuk mengurangi risiko kecelakaan laut dan dampak cuaca ekstrem, sekaligus memastikan keselamatan masyarakat pesisir serta kelancaran aktivitas pelayaran di wilayah perairan Provinsi Maluku. (KB–AMBON)
Penulis : Melris Salmanu
Editor : Eston Halamury
Sumber Berita: Maluku.Newsline.id










