Ambon | Maluku.Newsline.id – Gerakan Mahasiswa Pemuda Pegunungan Seram Utara (GEMA PENU SETARA) kembali angkat suara terkait lambannya pembangunan infrastruktur di wilayah Pegunungan Seram Utara. Kritik tersebut terutama diarahkan kepada mantan Penjabat (PJ) Bupati Maluku Tengah, Rakib Sahubawa, yang dinilai gagal menepati janji kepada masyarakat.
Dalam pernyataan resminya, GEMA PENU SETARA menegaskan bahwa pemerintah kabupaten, khususnya di era kepemimpinan Sahubawa, telah abai terhadap kebutuhan mendesak warga pedalaman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami menilai kinerja mantan pejabat Maluku Tengah gagal total. Janji pembangunan Jalan Kaloa tidak pernah ditepati,” tegas GEMA PENU SETARA dalam keterangan tertulis, Rabu (10/12/2025).
Hingga kini, masyarakat Pegunungan Seram Utara disebut masih menghadapi kesulitan akses akibat jalan Kaloa yang tak kunjung dikerjakan dengan baik. Kondisi tersebut berdampak pada berbagai masalah sosial hingga ekonomi yang terus terjadi di wilayah tersebut.
“Banyak persoalan terjadi di Pegunungan Seram Utara, tetapi Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah masih menutup mata. Jalan Kaloa saja sampai sekarang belum dibangun dengan baik, sehingga masyarakat terus menderita karena akses jalan yang buruk,” lanjut pernyataan itu.
Ketua Umum GEMA PENU SETARA, Simon Maloy, memberikan kritik lebih tajam terhadap mantan pejabat bupati tersebut.
“Mantan pejabat bupati Maluku Tengah lalai dalam menjalankan tugasnya. Ia memberi janji palsu kepada masyarakat Pegunungan Seram Utara, tetapi sampai hari ini tidak satu pun yang direalisasikan,” ujar Maloy.
Simon juga mengungkap kembali salah satu janji penting yang disampaikan Rakib Sahubawa di hadapan masyarakat dan kepala desa pada 22 Agustus 2024 lalu.
“Saat kunjungan itu, beliau berkomitmen membangun jalan, jembatan, pustu, dan sekolah di negeri-negeri Pegunungan Seram Utara. Namun semua itu hanya tinggal ucapan. Tidak ada hasil konkret, dan wajar masyarakat sangat kecewa,”tandasnya.
Masyarakat Minta Pemerintah Tegas dan Transparan
Melalui Gerakan Mahasiswa Pemuda Pegunungan Seram Utara (GEMA PENU SETARA), masyarakat Pegunungan Seram Utara meminta adanya evaluasi serius terhadap kinerja pemerintah sebelumnya serta menagih komitmen pembangunan yang pernah dijanjikan.
Gema Penu Setara juga meminta Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir dapat lebih memfokuskan program yang prioritasnya adalah masyarakat pegunungan yang masih jauh dari kata sejahtera. (EH)











