Hilang Kontak Saat Melaut, Nelayan Taniwel Masih Dalam Pencarian Tim SAR Gabungan

Senin, 19 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ambon | Maluku.Newsline.id – Seorang nelayan asal Desa Kasie, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), dilaporkan hilang kontak saat melaut di sekitar perairan Desa Kasieh. Hingga Minggu (18/1/2026), korban belum kembali ke rumah sehingga Tim SAR Gabungan dikerahkan untuk melakukan pencarian.

 

Laporan kondisi membahayakan jiwa manusia tersebut diterima Comm Centre Basarnas Ambon pada Minggu dini hari, sekitar pukul 03.10 WIT. Informasi awal disampaikan oleh Sekretaris BPBD Kabupaten Seram Bagian Barat.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Dalam keterangannya, disebutkan bahwa korban diketahui pergi melaut menggunakan perahu katinting sejak Kamis (15/1/2026) sekitar pukul 02.00 WIT. Namun hingga tiga hari berselang, korban tak kunjung kembali, sehingga pihak keluarga bersama pemerintah desa meminta bantuan pencarian kepada Basarnas.

 

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 03.30 WIT Tim Rescue Basarnas Ambon langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian melalui jalur darat. Lokasi pencarian berada pada koordinat 2°45’34.52″ LS – 128°33’1.63″ BT, dengan jarak sekitar 177 kilometer dan heading 24,46 derajat arah timur laut dari Kantor SAR Ambon.

 

Tim Rescue tiba di Desa Kasieh sekitar pukul 11.14 WIT dan segera menggelar briefing Operasi SAR bersama unsur potensi SAR serta masyarakat setempat. Dalam briefing tersebut disepakati pembagian dua Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas area pencarian.

 

SRU 1 terdiri dari unsur Basarnas, Brimob, dan Polairud yang menggunakan rubber boat untuk melakukan penyisiran sejauh kurang lebih 10 nautical mile ke arah utara dari lokasi kejadian. Sementara itu, SRU 2 menggunakan longboat masyarakat dengan personel gabungan Basarnas, Brimob, dan warga setempat, melakukan pencarian hingga sekitar 40 nautical mile ke arah utara Desa Kasieh.

 

Namun hingga menjelang sore hari, upaya pencarian yang dilakukan Tim SAR Gabungan belum membuahkan hasil. Tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban di area pencarian.

 

“Operasi SAR hari pertama dihentikan sementara karena keterbatasan waktu dan kondisi lapangan, dan akan dilanjutkan kembali pada hari kedua besok pagi,” demikian keterangan Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Ambon.

 

Operasi SAR dijadwalkan dilanjutkan pada Senin (19/1/2026).

 

Adapun data korban diketahui bernama Kisman Latumapayahu (64). Unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini terdiri dari Basarnas 6 personel, Brimob 5 personel, Polairud SBB 2 personel, Babinsa 1 personel, serta sekitar 20 masyarakat setempat.

 

Dalam operasi pencarian, Tim SAR Gabungan mengerahkan sejumlah sarana dan peralatan, di antaranya truk personel, rubber boat, aqua eye, serta longboat milik masyarakat. Sementara kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan berawan tebal, dengan kecepatan angin barat laut–tenggara sekitar 10 knots dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. (EH)

Penulis : Eston Halamury

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masyarakat Negeri Buano Desak Gubernur Maluku Realisasikan Janji Puskesmas Rawat Inap
Saniri Alifuru: Konservasi Jangan Marginalkan Masyarakat Adat
GEMA PENU SETARA Kritik Pertemuan 11 Raja Negeri, Minta Masyarakat Adat Dilibatkan dalam Penyelesaian Konservasi
Mahasiswa MBD Soroti Polemik Anggaran Kelistrikan Rp9 Triliun di Maluku, Dorong Transparansi
Pemprov Maluku Apresiasi Pengawalan Mahasiswa MBD terhadap Tenaga Kerja Lokal Blok Masela
Pastikan Tenaga Kerja Lokal pada Pengembangan Blok Masela, GEMA MBD, GMBK dan Ketua Paguyuban se-Kabupaten MBD Audiensi dengan Disnakertrans Provinsi Maluku
Skandal Anggaran Publikasi Pemkot Ambon Rp13,6 Miliar Disorot, Mahasiswa Desak Kejati Maluku Usut Temuan BPK
Valentino Manduapessy Soroti Prioritas APBN: MBG dan Kopdes Berjalan, Penanganan Bencana NTT Jangan Terabaikan
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 22:44 WIT

Masyarakat Negeri Buano Desak Gubernur Maluku Realisasikan Janji Puskesmas Rawat Inap

Senin, 7 September 2026 - 09:51 WIT

Saniri Alifuru: Konservasi Jangan Marginalkan Masyarakat Adat

Kamis, 3 September 2026 - 22:53 WIT

Mahasiswa MBD Soroti Polemik Anggaran Kelistrikan Rp9 Triliun di Maluku, Dorong Transparansi

Selasa, 1 September 2026 - 23:24 WIT

Pemprov Maluku Apresiasi Pengawalan Mahasiswa MBD terhadap Tenaga Kerja Lokal Blok Masela

Selasa, 1 September 2026 - 22:52 WIT

Pastikan Tenaga Kerja Lokal pada Pengembangan Blok Masela, GEMA MBD, GMBK dan Ketua Paguyuban se-Kabupaten MBD Audiensi dengan Disnakertrans Provinsi Maluku

Berita Terbaru