Ambon | Maluku.Newsline.id – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon resmi menyelenggarakan Sidang Senat terbuka untuk wisuda Sarjana dan Pascasarjana periode II tahun 2025. Acara yang berlangsung di Auditorium IAKN Ambon pada Senin (27/10/2025) mengusung tema “Mendidik Dengan Cinta, Membangun SDM Unggul Menuju Masyarakat Maju dan Berdaya Saing”.
Kegiatan wisuda ini dihadiri oleh berbagai pejabat dan stakeholder penting di Maluku, termasuk Gubernur Maluku yang diwakili Kepala Plt Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dr. Sarlota Singerin, S.Pd., M.Pd., perwakilan Walikota Ambon, anggota DPRD Provinsi Maluku, DPRD Kota Ambon, serta unsur TNI dan Polri seperti Pangdam XV/Pattimura dan Danlantamal IX Ambon.
Selain itu, kehadiran para pejabat dari Kejati Maluku, Kepala LLDIKTI Wilayah XII, Kakanwil Kementerian Agama Maluku, pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta se-Kota Ambon, pimpinan lembaga keagamaan, serta pemerintah desa dan mitra IAKN Ambon semakin menegaskan pentingnya momentum ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Rektor IAKN Ambon, Prof. Rumahuru, menyinggung kembali momen proklamasi IAKN Ambon pada 27 Oktober 2018 yang kini bertepatan dengan wisuda periode II 2025. Ia menekankan, tanggal ini bukan kebetulan semata, namun menandai tujuh tahun perjalanan IAKN Ambon sebagai kampus inklusif dan humanis dengan tagline “Harmoni Dalam Keragaman”.
Prof. Rumahuru juga menekankan filosofi pendidikan berbasis cinta yang menjadi landasan utama kampus. Menurutnya, mendidik dengan cinta bukan sekadar pengajaran, melainkan bentuk pengabdian yang mengintegrasikan nilai kemanusiaan, keagamaan, dan kebangsaan.
“Pendidikan yang berbasis cinta adalah komitmen kami untuk melayani sepenuh hati, menyiapkan lulusan yang siap mengabdi kepada masyarakat dengan kesadaran tinggi terhadap nilai-nilai kemanusiaan, keagamaan, dan kebangsaan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Plt Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memberikan sambutan yang menekankan pentingnya memahami makna wisuda. Ia menyatakan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni, melainkan puncak dari perjalanan panjang belajar, penelitian, dan pengabdian yang terintegrasi.
“Momentum wisuda adalah simbol pencapaian akademik sekaligus tanggung jawab moral untuk menerapkan ilmu yang diperoleh bagi kemajuan masyarakat dan bangsa,” katanya.
Sambutan juga disampaikan secara daring melalui Zoom oleh Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI yang diwakili Weldemina Yudith Tiwery, D.Th., S.Si., M.Hum. Ia memberikan apresiasi kepada seluruh civitas akademika IAKN Ambon, khususnya para dosen dan tenaga kependidikan, atas dedikasi mereka dalam membangun tradisi keilmuan.
Weldemina menekankan, keberhasilan institusi ini tidak lepas dari kerja keras semua pihak yang mendukung pengembangan pendidikan berkualitas untuk generasi mendatang. Ia berharap, lulusan IAKN Ambon dapat terus berkontribusi positif bagi masyarakat dan negara.
Berdasarkan data resmi, IAKN Ambon berhasil meluluskan total 234 mahasiswa pada periode ini, terdiri dari 1 Doktor Pendidikan Agama Kristen, 23 Magister Pendidikan Agama Kristen Strata Dua, 2 Magister Musik Gerejawi Strata Dua, dan 209 Sarjana Strata Satu. Setiap program studi juga menobatkan lulusan terbaiknya masing-masing sebagai bentuk apresiasi atas prestasi akademik.
Acara wisuda ini menutup rangkaian kegiatan dengan penuh kebanggaan dan harapan bagi masa depan para alumni. Sidang Senat terbuka IAKN Ambon periode II tahun 2025 menjadi bukti nyata komitmen institusi dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.










