IMM Kota Ambon Gelar Workshop Moderasi Beragama, Wujud Dukungan terhadap Visi Misi Pemkot Ambon

Kamis, 18 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ambon | Maluku.Newslinemid — Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Ambon menggelar *Workshop Moderasi Beragama* dengan mengusung tema “Hidup Orang Basudara: Merajut Damai untuk Ambon Maju”. Kegiatan tersebut berlangsung di Hanna Caffe (STAIN Ambon) dan menjadi bentuk komitmen IMM dalam memperkuat nilai persaudaraan, toleransi, serta kerukunan antarumat beragama di Kota Ambon.

 

Workshop ini diikuti oleh kader IMM Kota Ambon serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Ambon. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan pemahaman moderasi beragama sebagai fondasi penting dalam menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat Ambon yang majemuk, sekaligus memperkuat peran generasi muda sebagai agen perdamaian.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Ketua Bidang Hikmah dan Politik PC IMM Kota Ambon, Ahmad Rifaldi Loilatu, dalam sambutannya menegaskan bahwa nilai *hidup orang basudara* merupakan identitas dan kearifan lokal masyarakat Maluku yang harus terus dirawat dan diaktualisasikan dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat.

 

“Nilai hidup orang basudara adalah jati diri orang Maluku yang harus terus kita jaga. Moderasi beragama menjadi jalan tengah untuk merajut perdamaian, memperkuat persaudaraan, serta mendorong kemajuan Kota Ambon,” ujar Loilatu kamis (18/12/2025).

 

Ia menambahkan, melalui workshop ini IMM ingin menghadirkan ruang edukasi dan dialog yang sehat guna menumbuhkan sikap saling menghargai, toleran, dan mampu hidup berdampingan secara damai di tengah perbedaan.

“Melalui workshop ini, IMM berupaya meneguhkan semangat persaudaraan dan toleransi demi mewujudkan Ambon yang aman, damai, dan maju,” tambahnya.

 

Sementara itu, Wali Kota Ambon yang diwakili oleh Penjabat Sekretaris Kota Ambon, Robert Sapulette, ST., M.T, dalam sambutan sekaligus sebagai keynote speaker, menyampaikan apresiasi kepada IMM Kota Ambon atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, workshop moderasi beragama merupakan langkah strategis dalam mendukung program Pemerintah Kota Ambon, khususnya dalam menjaga stabilitas sosial dan kerukunan umat beragama.

“Pemerintah Kota Ambon sangat mengapresiasi kegiatan ini. Sinergi antara mahasiswa dan pemerintah sangat penting dalam menciptakan suasana yang damai, aman, dan kondusif di Kota Ambon,” kata Sapulette.

 

Ia juga menekankan bahwa peran mahasiswa sangat dibutuhkan sebagai mitra pemerintah dalam mengedukasi masyarakat serta menjaga nilai-nilai kebangsaan dan toleransi di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

 

Workshop tersebut menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten di bidang keagamaan, sosial kemasyarakatan, serta keamanan. Materi yang disampaikan meliputi konsep moderasi beragama, penguatan nilai toleransi, aspek keamanan, serta peran strategis generasi muda dalam menjaga perdamaian.

 

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang disambut antusias oleh para peserta. Para mahasiswa aktif menyampaikan pandangan serta pengalaman terkait praktik toleransi dan kehidupan antarumat beragama di lingkungan kampus maupun masyarakat.

 

Melalui kegiatan ini, IMM Kota Ambon berharap para kader dan generasi muda Ambon mampu menjadi pelopor dalam mengimplementasikan nilai moderasi beragama dan semangat hidup orang basudara, baik di lingkungan akademik maupun di tengah masyarakat luas.

 

Workshop Moderasi Beragama ini menjadi kontribusi nyata IMM Kota Ambon dalam merajut perdamaian serta mendukung terwujudnya Kota Ambon yang aman, damai, dan maju. (EH)

Penulis : Eston Halamury

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masyarakat Negeri Buano Desak Gubernur Maluku Realisasikan Janji Puskesmas Rawat Inap
Saniri Alifuru: Konservasi Jangan Marginalkan Masyarakat Adat
GEMA PENU SETARA Kritik Pertemuan 11 Raja Negeri, Minta Masyarakat Adat Dilibatkan dalam Penyelesaian Konservasi
Mahasiswa MBD Soroti Polemik Anggaran Kelistrikan Rp9 Triliun di Maluku, Dorong Transparansi
Pemprov Maluku Apresiasi Pengawalan Mahasiswa MBD terhadap Tenaga Kerja Lokal Blok Masela
Pastikan Tenaga Kerja Lokal pada Pengembangan Blok Masela, GEMA MBD, GMBK dan Ketua Paguyuban se-Kabupaten MBD Audiensi dengan Disnakertrans Provinsi Maluku
Skandal Anggaran Publikasi Pemkot Ambon Rp13,6 Miliar Disorot, Mahasiswa Desak Kejati Maluku Usut Temuan BPK
Valentino Manduapessy Soroti Prioritas APBN: MBG dan Kopdes Berjalan, Penanganan Bencana NTT Jangan Terabaikan
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 22:44 WIT

Masyarakat Negeri Buano Desak Gubernur Maluku Realisasikan Janji Puskesmas Rawat Inap

Senin, 7 September 2026 - 09:51 WIT

Saniri Alifuru: Konservasi Jangan Marginalkan Masyarakat Adat

Kamis, 3 September 2026 - 22:53 WIT

Mahasiswa MBD Soroti Polemik Anggaran Kelistrikan Rp9 Triliun di Maluku, Dorong Transparansi

Selasa, 1 September 2026 - 23:24 WIT

Pemprov Maluku Apresiasi Pengawalan Mahasiswa MBD terhadap Tenaga Kerja Lokal Blok Masela

Selasa, 1 September 2026 - 22:52 WIT

Pastikan Tenaga Kerja Lokal pada Pengembangan Blok Masela, GEMA MBD, GMBK dan Ketua Paguyuban se-Kabupaten MBD Audiensi dengan Disnakertrans Provinsi Maluku

Berita Terbaru