Kronologi Insiden Pasca Raker DPMF Fakultas Ekonomi Universitas Pattimura

Minggu, 1 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ambon | Maluku.Newsline.id — Menyikapi insiden yang terjadi usai Rapat Kerja (Raker) Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas (DPMF) Fakultas Ekonomi Universitas Pattimura, Jumat (27/2/2026), sejumlah pihak menyampaikan klarifikasi guna meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat.

 

Kronologi Versi Pjs Ketua DPMF

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Kabid I DPMF yang juga ditugaskan sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Ketua DPMF, Karis Subagio, menjelaskan bahwa insiden bermula dari perdebatan internal terkait legalitas pimpinan sidang raker.

Menurutnya, ia ditugaskan langsung oleh Ketua DPMF, Mirela Rutasouw, untuk menjadi Pjs Ketua karena Ketua berhalangan hadir akibat sakit.

Namun, dalam forum terjadi perdebatan mengenai keabsahan penunjukan tersebut.

“Dari perdebatan itu, Sekretaris Dewan, M. Dzunun Almuluk Rahanyamtel kemudian menskors sidang,” jelas Karis, Minggu (1/3/2026).

Setelah sidang diskors dan seluruh peserta keluar ruangan, situasi tiba-tiba memanas.

Disebutkan ada pihak yang menendang pintu hingga menimbulkan keributan.

Tiga orang dosen yang berada di lokasi sempat keluar untuk melerai.

Tak lama kemudian, terjadi perdebatan antara sejumlah pengurus DPMF yang merupakan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dengan para dosen.

Karis mengaku telah meminta mereka untuk tidak memperdebatkan persoalan tersebut dengan pihak dosen.

Situasi semakin tidak kondusif saat keributan berlanjut hingga ke luar gedung fakultas dan berubah menjadi perkelahian.

Karis mengaku berusaha melerai, namun Sekretaris Dewan disebut menyerukan agar kami tidak membubarkan diri dengan nada yang dianggap mengancam.

“Kami lalu berjalan pulang sampai ke gerbang Laboratorium Unpatti dan sempat berkumpul menunggu teman-teman lain,” ujarnya.

Namun, situasi kembali memanas ketika Sekretaris Dewan bersama sejumlah orang mendatangi mereka.

Untuk menghindari bentrok, mereka berlari ke arah Lorong Gandaria, Negeri Rumahtiga.

“Kami tidak ingin bertikai. Saya sempat ingin bicara baik-baik, tapi massa mengejar dengan kayu,” katanya.

 

Bentrok pun tak terhindarkan. Beberapa mahasiswa disebut mengalami pemukulan.

Bahkan, menurut Karis, ada pihak lain yang turut terlibat dalam perkelahian, yang identitasnya tidak dikenali.

Kelompoknya kemudian mengamankan diri ke arah Pantai Rumahtiga.

Terkait adanya korban penikaman, Karis menegaskan pihaknya tidak mengetahui peristiwa tersebut karena telah meninggalkan lokasi lebih dahulu.

“Kami sudah mundur dari amukan massa dan tidak tahu-menahu soal penikaman itu,” tegasnya.

 

Sementara itu, Ketua GMKI Komisariat Ekonomi Universitas Pattimura, Rivalia Pollatu, menyampaikan sikap resmi organisasi menyusul insiden bentrokan yang berujung pada dugaan penikaman terhadap seorang mahasiswa Unpatti yang juga kader HMI di kawasan Rumahtiga.

 

Rivalia menegaskan bahwa pihaknya turut prihatin atas peristiwa tersebut, terlebih karena menyebabkan adanya korban luka.

“Kami sangat prihatin atas kejadian ini hingga menyebabkan salah satu mahasiswa ditikam. Ini menjadi perhatian serius bagi kami,” ujarnya.

 

Ia meluruskan bahwa insiden penikaman terjadi di luar area kampus, sehingga tidak bisa serta-merta dikaitkan dengan aktivitas organisasi di dalam lingkungan kampus.

“Perlu saya luruskan bahwa kejadian tersebut berlangsung di luar kampus. Saat pertikaian terjadi di kawasan Rumahtiga ada sejumlah pihak luar yang ikut terlibat,” jelasnya.

 

Menurut Rivalia, agenda yang berlangsung sebelumnya di kampus merupakan kegiatan internal pengurus DPMF dan tidak membawa nama organisasi eksternal mana pun.

Termasuk Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) maupun Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

 

Lebih lanjut ia menegaskan, bahwa saat situasi memanas, anggota GMKI disebut memilih mundur untuk menghindari konflik yang lebih besar.

Sebab itu ia meminta tidak ada pihak yang saling menuduh.

Biarkan kepolisian bekerja secara profesional untuk mengungkap identitas pelaku.

“Anggota kami memilih mundur karena tidak ingin terlibat pertikaian terlalu jauh. Saya tegaskan jangan ada siapapun yang menuduh atau membangun narasi liar dan hoaks yang dapat memperkeruh Kamtibmas,” tegasnya.

 

Rivalia mengingatkan seluruh pihak agar tidak terprovokasi atau menggiring opini yang dapat memecah belah hubungan antarorganisasi mahasiswa.

“Jangan sampai ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi ini untuk mengadu domba GMKI dan HMI. Kita semua mahasiswa, jangan sampai konflik ini melebar,” katanya.

Ia juga meminta aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus tersebut secara profesional dan transparan agar pelaku penikaman dapat diungkap secara jelas.

GMKI Komisariat Ekonomi Unpatti, lanjutnya, berkomitmen menjaga kondusivitas kampus dan menyerukan seluruh mahasiswa untuk menahan diri serta tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Press release ini disampaikan sebagai bentuk klarifikasi atas peristiwa yang terjadi serta komitmen untuk menjaga kondusivitas dan persatuan di lingkungan mahasiswa Universitas Pattimura. (*)

Editor : Eston Halamury

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masyarakat Negeri Buano Desak Gubernur Maluku Realisasikan Janji Puskesmas Rawat Inap
Saniri Alifuru: Konservasi Jangan Marginalkan Masyarakat Adat
GEMA PENU SETARA Kritik Pertemuan 11 Raja Negeri, Minta Masyarakat Adat Dilibatkan dalam Penyelesaian Konservasi
Mahasiswa MBD Soroti Polemik Anggaran Kelistrikan Rp9 Triliun di Maluku, Dorong Transparansi
Pemprov Maluku Apresiasi Pengawalan Mahasiswa MBD terhadap Tenaga Kerja Lokal Blok Masela
Pastikan Tenaga Kerja Lokal pada Pengembangan Blok Masela, GEMA MBD, GMBK dan Ketua Paguyuban se-Kabupaten MBD Audiensi dengan Disnakertrans Provinsi Maluku
Skandal Anggaran Publikasi Pemkot Ambon Rp13,6 Miliar Disorot, Mahasiswa Desak Kejati Maluku Usut Temuan BPK
Valentino Manduapessy Soroti Prioritas APBN: MBG dan Kopdes Berjalan, Penanganan Bencana NTT Jangan Terabaikan
Berita ini 822 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 22:44 WIT

Masyarakat Negeri Buano Desak Gubernur Maluku Realisasikan Janji Puskesmas Rawat Inap

Senin, 7 September 2026 - 09:51 WIT

Saniri Alifuru: Konservasi Jangan Marginalkan Masyarakat Adat

Kamis, 3 September 2026 - 22:53 WIT

Mahasiswa MBD Soroti Polemik Anggaran Kelistrikan Rp9 Triliun di Maluku, Dorong Transparansi

Selasa, 1 September 2026 - 23:24 WIT

Pemprov Maluku Apresiasi Pengawalan Mahasiswa MBD terhadap Tenaga Kerja Lokal Blok Masela

Selasa, 1 September 2026 - 22:52 WIT

Pastikan Tenaga Kerja Lokal pada Pengembangan Blok Masela, GEMA MBD, GMBK dan Ketua Paguyuban se-Kabupaten MBD Audiensi dengan Disnakertrans Provinsi Maluku

Berita Terbaru