🗓️ Selasa, 22 Juli 2025
📰 Maluku.Newsline.id
Depur, Maluku Tenggara — Masyarakat adat Tien-Tel Ohoi Depur, Kecamatan Kei Besar, kembali menyuarakan tuntutan kepada Camat Kei Besar, Saudara Titus Betaubun, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Maluku Tenggara agar segera menunjukkan itikad baik dengan membatalkan Surat Keputusan Nomor 103 yang dianggap cacat prosedural dan bertentangan dengan nilai-nilai hukum serta adat istiadat setempat.
SK yang dipersoalkan tersebut diterbitkan tanpa proses musyawarah adat, tidak melibatkan partisipasi masyarakat, dan dinilai mencederai semangat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Masyarakat menegaskan bahwa keputusan sepihak tersebut telah merusak tatanan lokal dan mengancam keberlangsungan nilai-nilai budaya yang selama ini dijaga dengan baik.
“Kami masih membuka ruang untuk dialog. Harapan kami, Camat dan Sekda mengambil langkah bijak dengan membatalkan SK 103 dan menyampaikan klarifikasi terbuka kepada masyarakat,” ujar seorang tokoh adat Depur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun demikian, masyarakat adat juga memberikan peringatan keras. Apabila dalam dua hari ke depan tidak ada perkembangan positif atau tanda-tanda itikad baik dari kedua pejabat publik tersebut, maka masyarakat siap mengambil langkah lanjutan yang lebih luas dan terbuka.
“Jangan salahkan kami anak negeri bila kemudian suara kami berubah menjadi gelombang penolakan yang lebih keras. Kami bukan pembangkang, kami hanya menuntut keadilan dan penghormatan terhadap adat dan hukum yang berlaku,” tegas seorang pemuda adat dalam pertemuan terbuka yang berlangsung di tengah-tengah masyarakat.
Pernyataan sikap ini menjadi bukti bahwa masyarakat adat Depur tidak akan tinggal diam jika hak dan marwah mereka diinjak-injak. Mereka tetap menjunjung tinggi konstitusi dan menyampaikan aspirasi secara damai, namun dengan semangat perjuangan yang tak akan surut.
Masyarakat Depur kini menunggu, namun waktu terus berjalan. Pilihannya ada di tangan pemegang kewenangan: memilih berdiri bersama rakyat atau melawan arus suara keadilan.










