Ambon | Maluku.Newsline.id – Persatuan Mahasiswa Evav bekerja sama dengan Yayasan Pelita Kasih menggelar perayaan Natal bersama dengan tema “Mewujudkan Natal Inklusif Berbasis Nilai AIN NI AIN”, Selasa, 16 Desember 2025. Perayaan ini menjadi ruang refleksi bersama untuk meneguhkan semangat kasih, persaudaraan, dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat.
Tema tersebut dipilih sebagai penegasan bahwa Natal bukan hanya perayaan keagamaan semata, tetapi juga momentum membangun nilai-nilai kemanusiaan yang inklusif. Nilai AIN NI AIN yang berarti kasih, integritas, dan kesederhanaan diharapkan menjadi pedoman hidup dalam merawat persaudaraan lintas agama, suku, dan latar belakang sosial.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Umum Persatuan Mahasiswa Evav, David Der Angelo Koanyanan, menegaskan bahwa Natal harus dimaknai sebagai ajakan untuk memperkuat kepedulian dan kebersamaan.
“Natal adalah kesempatan untuk memperkuat hubungan antarumat beragama dan meningkatkan toleransi. Semua orang harus merasa diterima, dihargai, dan diperlakukan setara,” ujarnya.
Ia menambahkan, perayaan Natal juga harus diiringi dengan keberpihakan terhadap kelompok rentan serta kepedulian terhadap lingkungan hidup.
“Kita diajak untuk berpihak pada masyarakat miskin, lemah, dan difabel, serta peduli terhadap krisis lingkungan yang saat ini mengancam umat manusia,” tambah David.
Dalam sambutannya, David juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Natal sebagai momentum pembaharuan komitmen bersama dalam membangun daerah.
“Marilah kita jadikan perayaan Natal bukan hanya sebagai ritual keagamaan, tetapi sebagai momentum pembaharuan tekad untuk menjaga dan membangun Maluku Tenggara yang damai, maju, dan sejahtera. Semangat Natal adalah semangat cinta kasih yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Ia berharap nilai-nilai Natal dapat terus hidup dan menjadi bagian dari praktik keseharian masyarakat.
“Semoga perayaan Natal ini menjadi inspirasi untuk membangun masyarakat yang lebih adil, damai, dan sejahtera,” katanya.
Perayaan Natal tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Acara semakin semarak dengan penampilan tarian tradisional khas Kei, seperti Tarian Cakalele dan Tarian Laku, yang dibawakan oleh siswa-siswi. Penampilan ini disambut antusias oleh para hadirin yang turut menari dan bersorak bersama.
Dengan mengusung tema “Mewujudkan Natal Inklusif Berbasis Nilai AIN NI AIN”, perayaan Natal ini tidak hanya menjadi ajang perayaan iman, tetapi juga menjadi simbol komitmen bersama dalam merawat persaudaraan, toleransi, dan kasih di tengah keberagaman masyarakat Maluku Tenggara. (AA)
Penulis : Angklin Ahwalam
Editor : Eston Halamury











