Pasien Diantar Tanpa Pendamping Medis, Anggota DPRD Murka: Kepala Puskesmas Ahanari Dinilai Tak Berperikemanusiaan

Selasa, 16 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kab. MBD | Maluku.Newsline.id – Seorang anggota DPRD Kabupaten Maluku Barat Daya Winnetou Akse mengungkapkan kekecewaan dan kemarahannya atas penanganan pasien rujukan yang diangkut menggunakan Kapal Sabuk Nusantara 34 tanpa pendamping tenaga medis. Peristiwa itu terjadi saat dirinya baru saja kembali dari kunjungan kerja dan berada di atas kapal.

“Beta (saya) kemarin baru pulang kunjungan kerja dan melakukan perjalanan dengan Kapal Sabuk Nusantara 34. Di atas kapal beta mendapat laporan dari Kep kapal bahwa ada pasien yang diantar dalam kondisi infus terpasang, namun tanpa didampingi perawat,” ungkap Akse kepada wartawan Senin (15/12/2025)

 

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah melakukan konfirmasi, diketahui bahwa pasien tersebut bukan berasal dari Puskesmas Leturung, melainkan pasien rujukan dari Puskesmas Ahanari. Ia pun meminta Kepala Puskesmas Leturung untuk menghubungi pihak Puskesmas Ahanari agar ada tenaga kesehatan yang mendampingi pasien.

“Setelah dikonfirmasi, datang dua pegawai Puskesmas Ahnari, yakni perawat Yuni dan Leilihematang. Namun informasi yang kami terima, kepala puskesmas justru marah dan tidak mengizinkan pegawainya untuk mengantar pasien,” jelasnya.

 

Ia bahkan menyebut, kepala Puskesmas Ahanari memarahi perawat yang hendak memasang oksigen kepada pasien karena dianggap tidak melakukan konfirmasi terlebih dahulu.

“Bahkan oksigen yang dikeluarkan untuk pasien saja dipermasalahkan. Ini sungguh tidak masuk akal dan tidak manusiawi,” tegasnya.

IMG 20251216 151027

Karena tidak ada tenaga medis yang diizinkan mendampingi pasien, dirinya mengambil inisiatif untuk menghubungi Kepala Dinas Kesehatan. Atas perintah Kadinkes, perawat Yuni akhirnya diminta untuk mendampingi pasien, meskipun hanya sampai titik tertentu karena alasan keluarga.

“Perawat Yuni hanya bisa mendampingi dari Pelabuhan Kroing, Daulor, sampai Dai. Rencananya di Tepa akan ada tenaga kesehatan lain yang menggantikan, namun kenyataannya tidak ada satu pun petugas yang datang,” katanya.

 

Akibat kondisi tersebut, pasien yang masih terpasang infus akhirnya terpaksa diturunkan di Pelabuhan Tepa tanpa pendamping medis.

“Pasien dalam kondisi infus, lalu siapa yang mau mengawasi di kapal? Disitulah yang bikin beta marah,” ujarnya.

 

Ia menegaskan telah berkoordinasi dengan Komisi I, II, dan III DPRD untuk segera menggelar rapat dengar pendapat lintas komisi bersama Dinas Kesehatan dan Pemerintah Daerah, termasuk Sekretaris Daerah. Dalam rapat tersebut, Kepala Puskesmas Ahanari serta dua tenaga kesehatan yang disebutkan akan dipanggil untuk memberikan klarifikasi secara terbuka.

“Semua harus terang benderang di hadapan publik. Kepala puskesmas ini menurut beta kurang ajar, tidak punya etika, tidak punya sopan santun, dan tidak punya rasa kemanusiaan,” tutupnya. (EH)

Penulis : Eston Halamury

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Proyek Pelabuhan Tepa Disorot, Mahasiswa Ikut Angkat Suara, Minta APH Usut Dugaan Penyimpangan
Insfraktruktur Menghianati Rakyat, Jalan Kroing Rusak, Mahasiswa MBD Desak Pemda Evaluasi Kontraktor Dan Pengawas
2 Tahun Jaringan XL Mati Total, Warga Desa Hila Minta Perhatian Pemda MBD
Ramadan Penuh Kebersamaan, Prodi Ilmu Hukum PSDKU Unpatti MBD Gelar Buka Puasa Bersama
Akses Transportasi Laut Pulau Luang Belum Ada Kepastian, Pemerintah Diminta Penjelasan dan Solusi
Kapal Perintis Tidak Beroperasi, Pulau Luang Terancam Terisolasi
Waduh ! Disiplin dan Administrasi Puskesmas Di Wetar Utara Dipertanyakan, Benpus Tidak Ditempat, SPMT Belum Terbit
Diduga Salah Kelola Dana Desa dan Nepotisme, Warga Arnau Adukan Aparat Desa ke Kejari MBD
Berita ini 92 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 20:35 WIT

Proyek Pelabuhan Tepa Disorot, Mahasiswa Ikut Angkat Suara, Minta APH Usut Dugaan Penyimpangan

Minggu, 5 April 2026 - 21:02 WIT

Insfraktruktur Menghianati Rakyat, Jalan Kroing Rusak, Mahasiswa MBD Desak Pemda Evaluasi Kontraktor Dan Pengawas

Sabtu, 28 Maret 2026 - 19:39 WIT

2 Tahun Jaringan XL Mati Total, Warga Desa Hila Minta Perhatian Pemda MBD

Kamis, 12 Maret 2026 - 00:00 WIT

Ramadan Penuh Kebersamaan, Prodi Ilmu Hukum PSDKU Unpatti MBD Gelar Buka Puasa Bersama

Sabtu, 28 Februari 2026 - 01:46 WIT

Akses Transportasi Laut Pulau Luang Belum Ada Kepastian, Pemerintah Diminta Penjelasan dan Solusi

Berita Terbaru