Seram Bagian Barat | Maluku.Newsline.id – Kritik tajam kembali disuarakan oleh warga Seram Bagian Barat (SBB). Kali ini datang dari Gerard Wakanno, pemuda asal SBB yang menyoroti minimnya kehadiran tiga anggota DPRD Kabupaten SBB dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2, khususnya terhadap Kecamatan Inamosol yang hingga saat ini masih jauh dari kata sejahtera.
Wakanno menilai empat desa mulai dari Kawatu, Rumberu, Rambatu, dan Manusa hanya seolah menjadi daerah yang sengaja dibiarkan tanpa perhatian wakil rakyat.
“Ini cerita tentang daerah yang sengaja dilupakan. Warga sampai bertanya: apa kami masih bagian dari Indonesia?” ujar Gerard dalam catatannya yang kini ramai dibicarakan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tidak Pernah Hadir Reses, Warga Inamosol Merasa Tak Diwakili
Menurut Gerard, warga empat desa tersebut terus mempertanyakan alasan para wakil rakyat tak pernah hadir untuk mendengar aspirasi mereka. Padahal, sesuai aturan, agenda reses adalah kewajiban setiap anggota DPRD.
“Tiga anggota DPRD terpilih mewakili wilayah ini, tetapi tidak sekalipun mereka datang untuk reses atau sekadar mendengar keluhan warga. Kawatu, Rumberu, Rambatu, Manusa seperti hilang dari peta perhatian mereka,” tegasnya.
Ia menyebutkan, beberapa persoalan mendasar seperti jalan rusak, fasilitas kesehatan yang jauh, hingga kebutuhan sarana pendidikan tidak pernah diperjuangkan secara nyata.
Gaji dari Rakyat, Tapi Kerja untuk Siapa?
Gerard juga menyoroti pertanggungjawaban moral para legislator terhadap masyarakat yang telah memilih mereka.
“Gaji dan tunjangan DPRD itu dari uang rakyat. Dari petani, nelayan, pedagang kecil hingga termasuk warga desa yang kalian abaikan. Terima gaji tapi tak pernah datang mendengar rakyat sendiri, itu bukan sekadar malas, itu melalaikan kewajiban,” kritiknya keras.
Ia bahkan mempertanyakan apakah ada masalah dalam peta wilayah atau justru hati para wakil rakyat yang sudah tidak peka.
“Apa peta kalian rusak sampai empat desa itu tidak kelihatan? Atau hati kalian yang tumpul sampai tidak bisa mendengar teriakan warga?” tanyanya.
Fungsi DPRD: Hadir untuk Rakyat, Bukan Hanya Duduk dan Menandatangani Berkas
Gerard menekankan bahwa DPRD memiliki fungsi krusial: legislasi, pengawasan, dan penganggaran. Namun semua itu menjadi sia-sia bila wakil rakyat tidak mengetahui langsung kondisi masyarakat yang mereka wakili.
“DPRD yang baik itu DPRD yang hadir lalu mendengar, memperjuangkan, dan memastikan kebijakan berpihak pada rakyat. Kalau kalian saja tidak kenal wajah warga Inamosol, bagaimana bisa memperjuangkan mereka?” ujarnya.
Wakanno Ajak Warga Inamosol Lebih Berani Bersikap
Ia juga mendorong masyarakat untuk tetap menyuarakan hak konstitusional mereka.
“Pertanyaan kalian itu sah dan dilindungi undang-undang. Kalian tidak meminta belas kasihan, tapi menuntut hak untuk didengar. Catat ketidakhadiran mereka, dan sampaikan aspirasi di Musrenbang. Itu hak kalian sebagai warga negara,” tegasnya.
Pesan Langsung untuk Tiga Anggota DPRD Dapil 2
Sebagai penutup, Gerard mengingatkan para legislator bahwa jabatan publik adalah amanah, bukan sekadar status.
“Sudah waktunya kalian turun dari ketinggian. Datangi setiap desa, dengarkan keluh kesah warga, dan bawa suara mereka ke pembahasan anggaran maupun peraturan daerah. Itu baru namanya wakil rakyat. Bukan hanya duduk, tanda tangan,
lalu terima gaji,” pungkasnya. (EH)
Sumber Berita: https://maluku.newsline.id/wp-content/uploads/sites/28/2025/12/IMG-20251211-WA0002.jpg











