Kab.MBD | Maluku.Newsline.id — Pelaksanaan proyek talud yang dibiayai oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Kecamatan Roma, khususnya Desa Rumah Kuda, menuai kritik keras dari masyarakat. Warga menilai proyek tersebut tetap dilanjutkan meskipun sebelumnya telah dilaporkan bermasalah dan dinilai tidak layak secara teknis.
Dalam pernyataan yang disampaikan warga sekitar tujuh jam yang lalu, kekecewaan masyarakat disampaikan secara terbuka dengan nada sindiran keras terhadap instansi pelaksana.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Selamat Natal untuk Dinas BNPB Maluku Barat Daya yang punya proyek talud di Kecamatan Roma, khususnya Desa Rumah Kuda. Pertanyaannya, apakah proyek ini layak? Kami masyarakat sudah menyampaikan langsung kepada salah satu pengawas lapangan yang kini sudah tidak lagi bekerja. Ia mengatakan bahwa laporan sudah diteruskan ke dinas terkait dan proyek ini akan dibongkar. Faktanya, tidak ada pembongkaran dan pekerjaan justru terus berlanjut,” tulis warga dalam keterangan yang beredar.
Warga menilai pernyataan pengawas lapangan tersebut tidak pernah diwujudkan dalam tindakan nyata. Hal ini kemudian memunculkan dugaan bahwa laporan masyarakat diabaikan atau pengawasan internal BNPB tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Lebih lanjut, masyarakat mempertanyakan fungsi pengawasan proyek, transparansi pengambilan keputusan, serta tanggung jawab moral dan hukum BNPB sebagai institusi negara yang seharusnya menjamin keselamatan dan kualitas infrastruktur, terutama di wilayah rawan bencana seperti Maluku Barat Daya.
“Jika laporan sudah masuk ke dinas, mengapa tidak ada tindakan? Jika proyek dinilai layak, mengapa masyarakat tidak pernah diberikan penjelasan resmi?” ungkap warga lainnya.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa proyek talud tersebut hanya dijalankan sebatas menghabiskan anggaran tanpa memperhatikan kualitas pekerjaan dan keselamatan warga yang akan terdampak langsung.
Masyarakat Desa Rumah Kuda secara tegas meminta:
1. BNPB Maluku Barat Daya membuka hasil evaluasi teknis proyek
2. Penjelasan resmi terkait laporan pengawas dan masyarakat
3. Audit lapangan ulang terhadap mutu pekerjaan
4. Pertanggungjawaban pejabat terkait jika ditemukan pelanggaran
Warga menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh dijadikan alasan untuk menutup mata terhadap mutu dan keselamatan. Mereka khawatir proyek yang bermasalah justru berpotensi menjadi bencana baru di kemudian hari apabila dibiarkan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak BNPB Maluku Barat Daya belum memberikan klarifikasi resmi. Sementara itu, pekerjaan proyek talud di Desa Rumah Kuda dilaporkan masih terus berlangsung dan menjadi sorotan tajam masyarakat setempat. (KB-AMBON)
Penulis : Melris Salmanu
Editor : Eston Halamury
Sumber Berita: Maluku.Newsline










