Steve Forbes Puji Kepemimpinan Prabowo: “Dunia Butuh Pemimpin Seperti Ini!”

Kamis, 16 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta—Maluku.Newline.id . Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggelar diskusi mendalam bersama tokoh ekonomi dunia, Steve Forbes, di Jakarta pada Rabu (15/10/2025). Pertemuan tersebut menjadi sorotan publik karena membahas berbagai isu strategis yang menyangkut arah kebijakan ekonomi, tata kelola pemerintahan, hingga kesejahteraan masyarakat Indonesia. Diskusi ini berlangsung hangat namun penuh substansi, menggambarkan hubungan erat antara visi nasional dan dinamika global.

Pertemuan ini diawali dengan sambutan Steve Forbes yang menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo. Forbes menyebut bahwa dunia saat ini membutuhkan figur pemimpin yang tegas, rasional, serta berorientasi pada perdamaian. “Dunia butuh pemimpin seperti Prabowo,” ungkapnya, sembari menyoroti pentingnya keseimbangan antara kekuatan politik dan tanggung jawab moral dalam memimpin negara besar seperti Indonesia.

Dalam suasana yang akrab, Steve Forbes sempat menyinggung sisi humor Presiden Prabowo. Ia mengaku tergelitik oleh candaan Prabowo yang berkata, “Saya pernah ke Harvard, ke toko bukunya!” Kalimat ringan itu disambut tawa peserta forum dan memperlihatkan kepribadian Presiden yang santai namun tetap berwibawa di tengah perbincangan serius.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya, diskusi beralih ke topik penegakan hukum. Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk memberantas tambang dan perkebunan ilegal yang merugikan negara. Ia mengungkap telah mengidentifikasi lebih dari 1.000 tambang ilegal dan 5 juta hektare lahan sawit tanpa izin. “Hukum harus ditegakkan, siapa pun pelakunya,” tegas Prabowo. Langkah ini, menurutnya, penting untuk memulihkan keadilan ekonomi dan menjaga kelestarian lingkungan.

Presiden juga menyoroti masalah korupsi yang masih menggerogoti sistem birokrasi di Indonesia. Ia menyebut korupsi seperti “kanker stadium 4” yang mematikan dan harus dilawan dengan strategi menyeluruh. “Kita tidak boleh menyerah. Korupsi harus diperangi di semua lini,” katanya. Pandangan ini mendapat respons positif dari Steve Forbes yang menilai bahwa keberanian politik seperti itu sangat dibutuhkan untuk menciptakan tata kelola negara yang bersih.

Dalam bidang ekonomi, Presiden Prabowo mengumumkan penciptaan 1,5 juta lapangan kerja baru melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga memberdayakan petani, peternak, dan pelaku UMKM di seluruh Indonesia. “Ekonomi rakyat harus menjadi mesin pertumbuhan nasional,” ujar Prabowo, menegaskan arah pembangunan yang inklusif dan berpihak pada masyarakat bawah.

Presiden juga menyinggung perbaikan sistem distribusi pangan. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi panen yang sia-sia karena buruknya transportasi dan logistik. Pemerintah kini menyiapkan armada truk koperasi yang siap mengangkut hasil pertanian langsung ke pasar. “Tidak ada lagi panen busuk. Produk petani harus sampai ke konsumen dengan cepat,” jelasnya.

Sementara itu, di sektor kelautan dan perikanan, Presiden mengungkap keberhasilan program pembangunan desa nelayan. Dengan bantuan fasilitas es dan dermaga, pendapatan nelayan meningkat hingga 100 persen. “Nelayan kita kini bisa menyimpan hasil tangkapan lebih lama dan menjual dengan harga lebih baik,” ungkapnya. Program ini menjadi contoh nyata pemerataan pembangunan hingga ke pelosok daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menegaskan standar tinggi dalam implementasi Program Makan Bergizi Gratis. Ia menyatakan bahwa setiap pelaksanaan di lapangan wajib memenuhi prinsip “Zero Incident”. “Kesalahan sekecil apa pun tidak bisa ditolerir. Ini soal masa depan anak bangsa,” tegas Presiden. Pernyataan ini menunjukkan komitmen kuat terhadap mutu dan akuntabilitas program pemerintah.

Diskusi yang berlangsung hampir dua jam ini menampilkan kedalaman visi ekonomi dan moral antara kedua tokoh. Forbes mengaku kagum dengan kombinasi antara ketegasan dan empati yang ditunjukkan Presiden Prabowo dalam membangun bangsa. Ia menilai Indonesia sedang menuju arah yang benar di bawah kepemimpinan yang stabil dan visioner.

Pertemuan ini tidak hanya memperkuat hubungan diplomatik antara Indonesia dan komunitas global, tetapi juga mempertegas bahwa kebijakan pemerintah diarahkan untuk memperkuat ekonomi rakyat dan menjamin keadilan sosial. Presiden Prabowo menegaskan bahwa fokus pemerintah adalah memastikan setiap kebijakan benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Delapan Poin Utama dalam Diskusi Presiden Prabowo Subianto bersama Steve Forbes:

1. Steve Forbes: “Dunia Butuh Pemimpin Seperti Prabowo yang Tegas, Rasional, dan Berorientasi Perdamaian.”

2. Steve Forbes Tergelitik Candaan Presiden Prabowo: “Saya Pernah ke Harvard, ke Toko Bukunya!”

3. Presiden Prabowo Bongkar 1.000 Tambang Ilegal dan 5 Juta Hektare Sawit Ilegal: “Hukum Harus Ditegakkan.”

4. Presiden Prabowo: “Korupsi Seperti Kanker Stadium 4, Tapi Harus Diperangi.”

4. 1,5 Juta Lapangan Kerja Baru dari MBG: “Presiden Prabowo Yakin Ekonomi Rakyat Jadi Mesin Pertumbuhan.”

6. Presiden Prabowo: “Tidak Ada Lagi Panen Busuk, Truk Koperasi Siap Antar Produk ke Pasar.”

7. Presiden Prabowo: “Desa Nelayan Kini Naik Pendapatan 100 Persen Berkat Fasilitas Es dan Dermaga.”

8. Presiden Prabowo Tegaskan Standar “Zero Incident” dalam Program Makan Bergizi Gratis: “Kesalahan Sekecil Apa Pun Tak Bisa Ditolerir.” (SS37)

 

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SMIT Kecam Kriminalisasi Warga Adat Halmahera Utara, Nilai Negara Lebih Lindungi Investasi
Kadisdik Buru Selatan Diduga Minta Unggas dari Sekolah, Klarifikasi Masih Diupayakan
Bupati Lahamidi Fasilitasi Rujukan Medis Siswi Asal Waesama ke Jakarta
Ambon Naik Peringkat, Kini Masuk 10 Besar Kota Paling Toleran di Indonesia
Partai Politik, Oligarki, dan Rapuhnya Makna Perkaderan
Jurang Ekonomi Melebar di Tengah Kenaikan Biaya Hidup
Beberapa Lokasi Alami Terminasi Jaringan, Pemda MBD: Dampak Efisiensi Anggaran Pempus
Kominfo MBD Memilih Bungkam, Terkait Jaringan XL Di Desa Hila, IKHSO-Ambon: DPRD Segera Turun Tangan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:32 WIT

SMIT Kecam Kriminalisasi Warga Adat Halmahera Utara, Nilai Negara Lebih Lindungi Investasi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 21:02 WIT

Kadisdik Buru Selatan Diduga Minta Unggas dari Sekolah, Klarifikasi Masih Diupayakan

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:13 WIT

Bupati Lahamidi Fasilitasi Rujukan Medis Siswi Asal Waesama ke Jakarta

Kamis, 23 April 2026 - 08:14 WIT

Ambon Naik Peringkat, Kini Masuk 10 Besar Kota Paling Toleran di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 - 13:19 WIT

Partai Politik, Oligarki, dan Rapuhnya Makna Perkaderan

Berita Terbaru