Ambon | Maluku.Newsline.id – Sebuah surat terbuka yang diunggah oleh akun Sahri Mewar di media sosial mengundang perhatian publik setelah meminta Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., untuk mengusut tuntas kasus penikaman yang menimpa anggota keluarganya. Peristiwa itu terjadi pada subuh dini hari WIT di kawasan Mangga Dua, Kota Ambon, oleh orang tidak dikenal (OTK).
Dalam unggahannya, Sahri Mewar mengungkapkan bahwa kejadian tersebut tidak hanya menyebabkan luka fisik bagi korban, tetapi juga trauma dan rasa tidak aman bagi keluarga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Melalui surat terbuka ini, saya memohon kepada Bapak Kapolda Maluku untuk mengusut tuntas kasus penikaman yang menimpa anggota keluarga kami. Peristiwa ini menimbulkan luka dan trauma mendalam. Kami berharap Polda Maluku mengambil langkah cepat dan tegas agar pelaku segera terungkap,”tulis Sahri Mewar Kamis (11/12/2025).
Ia menegaskan bahwa masyarakat Ambon dan Maluku membutuhkan rasa aman serta perlindungan yang maksimal dari aparat keamanan.
“Saya percaya Polda Maluku memiliki komitmen kuat dalam menjaga keamanan dan menegakkan hukum secara profesional. Semoga kejadian serupa tidak terulang lagi dan masyarakat dapat merasa terlindungi,”tambahnya.
Unggahan tersebut memicu respons dari sejumlah akun lain di platform yang sama. Salah satunya dari akun Muriany Ayal yang menyoroti pentingnya kedekatan aparat kepolisian dengan masyarakat.
“Kejadian seperti ini seharusnya tidak terjadi apabila polisi selalu dekat dengan masyarakat, memberikan edukasi, dan melibatkan semua unsur dalam menjaga kamtibmas di desa dan negeri-negeri di Maluku,”tulisnya.
“Jika sudah terjadi seperti ini, maka dibutuhkan penegakan hukum yang adil bagi masyarakat,”tambahnya.
Sementara itu, akun George Letlora menyinggung lambatnya penuntasan kasus-kasus serupa di Ambon.
“Kasus seperti ini beberapa bulan terakhir terjadi di Ambon, tapi sampai sekarang Polda Maluku tidak pernah menangkap pelaku,”ujarnya.
Akun lain, Nawatibugis, turut berharap agar aparat bertindak cepat.
“Saya harap penegak hukum segera bertindak menangkap pelaku agar kejadian seperti beberapa tahun lalu tidak terulang lagi. Semoga Ambon dan Maluku selalu aman dan damai ke depannya,” tulisnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian belum merilis keterangan resmi terkait laporan atau perkembangan penyelidikan kasus tersebut. Masyarakat berharap Polda Maluku memberikan perhatian khusus mengingat meningkatnya kekhawatiran atas keamanan di sejumlah titik di Kota Ambon. (EH)













