Niat Bersihkan Lahan Berujung Maut, Seorang Warga Hative Besar Meninggal di Wailete

Rabu, 28 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Lahan terbakar di kawasan Wailete, Desa Hative Besar, Kecamatan Teluk Ambon, Selasa (27/01/2026) sore.

Foto: Lahan terbakar di kawasan Wailete, Desa Hative Besar, Kecamatan Teluk Ambon, Selasa (27/01/2026) sore.

Ambon | Maluku.Newsline.id — Insiden memilukan terjadi di kawasan Wailete, Desa Hative Besar, Kecamatan Teluk Ambon, Selasa (27/01/2026) sore. Aktivitas pembersihan lahan yang awalnya bertujuan membakar tumpukan kayu kering berubah menjadi tragedi yang merenggut nyawa seorang warga.

Korban diketahui bernama Marthen Ledrik Pattinama (58), warga Hative Besar, yang dilaporkan meninggal dunia setelah terjebak kobaran api yang dengan cepat meluas di lahan milik warga, tepatnya di RT 02/RW 02.

Peristiwa bermula saat korban membersihkan lahan dengan cara membakar kayu-kayu kering. Namun, diduga akibat kondisi cuaca panas serta material yang mudah terbakar, api dengan cepat membesar dan tak dapat dikendalikan. Korban yang berada di sekitar lokasi diduga tidak sempat menyelamatkan diri ketika api mulai mengepung area tersebut.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga sekitar yang melihat kepulan asap tebal disertai kobaran api segera melaporkan kejadian itu ke Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Hative Besar.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon menerima laporan pada pukul 17.40 WIT. Petugas langsung bergerak cepat dan dalam waktu 10 menit armada pertama dari Pos Hative Besar tiba di lokasi pada pukul 17.50 WIT.

Untuk memadamkan api sekaligus mencegah perambatan ke kawasan permukiman padat, Dinas Damkar mengerahkan kekuatan penuh, yakni:

  • Pos Hative Besar: 1 unit mobil pemadam kebakaran dengan 8 personel
  • Pos Mako: 1 unit mobil pemadam kebakaran dengan 6 personel

Total 14 personel dikerahkan dan dibantu warga setempat secara gotong royong untuk menjinakkan api.

Meski api berhasil dipadamkan, korban ditemukan telah meninggal dunia akibat luka bakar serius. Proses evakuasi dilakukan di tengah suasana duka mendalam yang menyelimuti keluarga dan warga sekitar.

Petugas memastikan kondisi benar-benar aman dan kondusif pada pukul 18.20 WIT, setelah dilakukan pendinginan dan dipastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi menyala kembali. Seluruh personel kemudian kembali ke pos masing-masing untuk melanjutkan piket kesiapsiagaan.

Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat Kota Ambon agar lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas pembakaran lahan, khususnya di tengah kondisi vegetasi yang kering dan cuaca panas, guna mencegah terulangnya kejadian serupa. (EH)

Editor : Eston Halamury

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masyarakat Negeri Buano Desak Gubernur Maluku Realisasikan Janji Puskesmas Rawat Inap
Saniri Alifuru: Konservasi Jangan Marginalkan Masyarakat Adat
GEMA PENU SETARA Kritik Pertemuan 11 Raja Negeri, Minta Masyarakat Adat Dilibatkan dalam Penyelesaian Konservasi
Mahasiswa MBD Soroti Polemik Anggaran Kelistrikan Rp9 Triliun di Maluku, Dorong Transparansi
Pemprov Maluku Apresiasi Pengawalan Mahasiswa MBD terhadap Tenaga Kerja Lokal Blok Masela
Pastikan Tenaga Kerja Lokal pada Pengembangan Blok Masela, GEMA MBD, GMBK dan Ketua Paguyuban se-Kabupaten MBD Audiensi dengan Disnakertrans Provinsi Maluku
Skandal Anggaran Publikasi Pemkot Ambon Rp13,6 Miliar Disorot, Mahasiswa Desak Kejati Maluku Usut Temuan BPK
Valentino Manduapessy Soroti Prioritas APBN: MBG dan Kopdes Berjalan, Penanganan Bencana NTT Jangan Terabaikan
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 22:44 WIT

Masyarakat Negeri Buano Desak Gubernur Maluku Realisasikan Janji Puskesmas Rawat Inap

Senin, 7 September 2026 - 09:51 WIT

Saniri Alifuru: Konservasi Jangan Marginalkan Masyarakat Adat

Kamis, 3 September 2026 - 22:53 WIT

Mahasiswa MBD Soroti Polemik Anggaran Kelistrikan Rp9 Triliun di Maluku, Dorong Transparansi

Selasa, 1 September 2026 - 23:24 WIT

Pemprov Maluku Apresiasi Pengawalan Mahasiswa MBD terhadap Tenaga Kerja Lokal Blok Masela

Selasa, 1 September 2026 - 22:52 WIT

Pastikan Tenaga Kerja Lokal pada Pengembangan Blok Masela, GEMA MBD, GMBK dan Ketua Paguyuban se-Kabupaten MBD Audiensi dengan Disnakertrans Provinsi Maluku

Berita Terbaru