TERNATE—Maluku.Newline.id,Festival budaya terbesar di Maluku Utara, Tara No Ate 2025, rencananya akan dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka. Acara tersebut dijadwalkan berlangsung di Kota Ternate pada 15 hingga 18 Oktober 2025. Informasi kehadiran Wapres ini disampaikan setelah adanya koordinasi intens antara panitia penyelenggara dan Tim Protokol Wakil Presiden.
Kegiatan Festival Tara No Ate setiap tahunnya menjadi momentum penting bagi masyarakat Maluku Utara untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat nasional dan internasional. Tahun ini, panitia berupaya menghadirkan konsep yang lebih spektakuler dengan menampilkan perpaduan antara adat, seni, dan kearifan lokal masyarakat Maluku Utara.
Menurut informasi yang diterima Maluku.Newline.id, kehadiran Wapres Gibran masih dalam tahap finalisasi. Panitia penyelenggara telah menyiapkan berbagai kebutuhan teknis dan keamanan untuk memastikan acara berjalan lancar dan kondusif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Panitia Festival Tara No Ate 2025, Abdul Rahman Latif, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai instansi, termasuk pemerintah daerah dan aparat keamanan. Ia menegaskan bahwa festival tahun ini akan menjadi yang terbesar selama penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Festival Tara No Ate bukan hanya perayaan budaya, tapi juga menjadi ajang promosi pariwisata yang membawa dampak ekonomi bagi masyarakat lokal,” ujar Abdul Rahman dalam keterangan persnya, Selasa (14/10/2025).
Selain menghadirkan atraksi budaya, festival ini juga akan menampilkan pameran ekonomi kreatif, kuliner tradisional, hingga parade adat dari berbagai kabupaten dan kota di Maluku Utara. Acara ini diharapkan mampu menarik wisatawan domestik dan mancanegara.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara turut memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan festival tersebut. Gubernur Maluku Utara, KH. Abdul Gani Kasuba, menilai bahwa kegiatan ini merupakan bukti nyata semangat masyarakat dalam melestarikan budaya daerah serta memperkuat identitas Maluku Utara sebagai daerah maritim yang kaya tradisi.
Dari sisi pemerintah pusat, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga menyatakan dukungannya. Melalui sinergi dengan pemerintah daerah, kementerian berencana menjadikan Festival Tara No Ate sebagai bagian dari kalender pariwisata nasional.
Kehadiran Wakil Presiden Gibran, jika terealisasi, akan menjadi dorongan moral sekaligus pengakuan atas potensi budaya dan ekonomi masyarakat Maluku Utara. Hal ini juga akan memperkuat hubungan pemerintah pusat dan daerah dalam pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan.
Festival Tara No Ate diprediksi akan dihadiri ribuan masyarakat dan wisatawan. Sejumlah hotel dan penginapan di Kota Ternate mulai menyiapkan fasilitas untuk menyambut kedatangan tamu dari berbagai daerah.
Sementara itu, aparat keamanan dari TNI-Polri telah menyusun rencana pengamanan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib. Koordinasi juga dilakukan dengan pihak protokol kepresidenan mengingat kemungkinan kehadiran Wapres.
Dengan tema besar “Merajut Budaya, Menguatkan Persaudaraan”, Festival Tara No Ate 2025 diharapkan menjadi simbol persatuan dan kebanggaan masyarakat Maluku Utara. Masyarakat setempat menyambut antusias dan berharap acara ini mampu menjadi tonggak kemajuan pariwisata daerah di masa depan.(SS37)










