Ambon | Maluku.Newsline.id — Warga Desa Laha, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, mulai memanfaatkan sampah plastik menjadi eco brick sebagai solusi pengelolaan lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Inisiatif ini mengubah limbah plastik non-organik yang selama ini menumpuk menjadi bahan bangunan ramah lingkungan yang bernilai guna. Program tersebut melibatkan peran aktif pemuda desa dan mendapat dukungan Pemerintah Desa Laha serta PT Pertamina melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Sampah Jadi Peluang Ekonomi
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Eco brick dibuat dengan cara mengisi botol plastik bekas air mineral dengan sampah plastik non-organik seperti kemasan makanan ringan, sedotan, dan kantong plastik hingga padat. Botol yang telah diisi kemudian ditimbang dan harus memiliki berat standar 200 gram.
Kepala Pemuda Desa Laha, Soleman Mewar, menjelaskan bahwa program ini dirancang tidak hanya untuk mengurangi sampah plastik, tetapi juga memberikan nilai ekonomi langsung bagi masyarakat.
“Program pengolahan sampah plastik menjadi eco brick ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Desa Laha dan Pertamina melalui program CSR. Tujuannya adalah menata kawasan penjual agar terlihat rapi dengan memanfaatkan sampah plastik,” ujar Soleman saat diwawancarai Sabtu (3/1/2025).
Ia mengatakan, para pemuda Desa Laha dipercaya oleh Pemerintah Desa untuk mengedukasi masyarakat agar mengumpulkan sampah plastik dan memasukkannya ke dalam botol bekas air mineral. Botol eco brick yang telah memenuhi standar akan dibeli oleh Pemerintah Desa.
“Jadi sampah plastik ini dikumpulkan oleh masyarakat, kemudian dimasukkan ke dalam botol air mineral bekas. Beratnya tidak boleh lebih dan tidak boleh kurang dari 200 gram, dan akan kami beli dengan harga empat ribu rupiah per botol,” jelasnya.
Pemanfaatan Eco Brick
Lebih lanjut, Soleman mengungkapkan bahwa eco brick yang telah terkumpul akan dimanfaatkan sebagai bahan bangunan untuk mendukung penataan kawasan usaha masyarakat, khususnya tempat jualan makanan tradisional di sekitar Pantai Laha Suang.
“Pengolahan sampah plastik atau eco brick ini adalah program kerja sama Pemerintah Desa dengan Pertamina, dan kami para pemuda yang memotori langsung pengolahannya di Desa Laha,” katanya.
Eco brick tersebut rencananya akan digunakan sebagai dinding-dinding lapak jualan bagi para ibu yang menjual penganan khas Maluku.
“Eco brick ini nantinya dimanfaatkan sebagai dinding tempat jualan ibu-ibu yang menjual penganan khas Maluku, khususnya dari Desa Laha,” ujar Soleman.
Ia menambahkan, penataan tempat jualan akan tetap mengedepankan unsur tradisional agar memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
“Targetnya, tempat jualan ini akan ditata agar terlihat menarik tanpa mengurangi unsur tradisional. Dindingnya dari bambu dan eco brick, sedangkan bagian atapnya menggunakan daun atap,” katanya.
Soleman berharap, melalui pengolahan dan pemanfaatan sampah plastik menjadi eco brick, persoalan sampah plastik di lingkungan Desa Laha, khususnya di wilayah pesisir dan laut, dapat ditekan.
“Sebagai pemuda, saya berharap pengolahan dan pemanfaatan sampah plastik menjadi eco brick ini bisa mengurangi darurat sampah plastik, sekaligus membuka peluang UMKM dan ekonomi bagi masyarakat Desa Laha,” tutupnya.
Inisiatif pengolahan sampah plastik menjadi eco brick ini tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga mendorong terciptanya ekonomi sirkular yang berkelanjutan berbasis partisipasi masyarakat desa, sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan secara berkelanjutan di wilayah pesisir Kota Ambon. (EH)
Penulis : Eston halamury










