Warga Negeri Kaloa Terpaksa Dipikul Melewati Jalan Panjang Untuk Mendapat Pengobatan

Selasa, 9 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kab. Malteng | Maluku.Newsline.id – Kondisi darurat harus dialami oleh warga Negeri Kaloa, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah. Seorang warga bernama Demi Timanoyo (57) yang sedang sakit parah terpaksa ditandu secara manual menuju Puskesmas Wahai pada Selasa (9/12/2025) karena akses jalan menuju fasilitas kesehatan rusak parah dan tak dapat dilalui kendaraan.

 

Pasien dibawa menggunakan kain yang diikat pada bambu sebagai tandu darurat. Dalam video yang diterima redaksi, tampak belasan warga bergantian memikul pasien melewati jalan berlubang, penuh lumpur, dan licin. Akses satu-satunya menuju pusat pelayanan kesehatan itu harus mereka tempuh dengan berjalan kaki selama berjam-jam.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Sekretaris Negeri Kaloa, Johanis Atuany, menyampaikan keprihatinannya yang mendalam dan secara tegas mendesak perhatian pemerintah.

 

“Kami himbau kepada pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pemerintah pusat, bahkan sampai kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto agar bisa memperhatikan jalan kami,” tegas Atuany.

“Sebab setiap kali ada warga yang sakit, kami harus pikul dengan tandu dan berjalan kaki. Ini bukan yang pertama. Sudah terlalu sering warga kami harus mempertaruhkan nyawa di jalan.”

 

Atuany juga menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan sekadar persoalan akses, tetapi menyangkut hak dasar masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak.

IMG 20251209 WA0066

Sementara itu, Hanok Ipapoto, salah satu pemuda yang ikut menandu pasien, menceritakan perjuangan mereka.

 

“Kami sekitar 16 orang yang melakukan tandu darurat untuk pasien tersebut. Kami keluar dari kampung sekitar jam 08.48 WIT dan tiba di Desa Siatele jam 13.00 WIT,” ungkapnya.

“Di tengah perjalanan, untung ada satu mobil yang membantu membawa pasien lebih jauh. Kalau tidak, mungkin kami masih di jalan sampai malam.” lanjutnya.

 

Ia menambahkan bahwa medan yang mereka lalui bukan hanya jauh, tetapi juga sangat berbahaya.

 

“Kondisinya parah. Kalau hujan, jalan berubah jadi lumpur. Tidak ada pilihan lain. Kalau ada warga yang sakit, kami hanya bisa pasrah dan pikul seperti ini. Ini bukan kemanusiaan yang seharusnya,” tambahnya.

 

Salah satu pemuda Negeri Kaloa lainnya, Ongen Itihuny, mengungkapkan kondisi terbaru pasien.

 

“Sekarang pasien masih di Siatele. Besok rencana dibawa ke Puskesmas Wahai. Kalau belum ada perubahan, baru akan dirujuk ke Masohi,” ujarnya.

 

Peristiwa ini menambah panjang daftar keluhan masyarakat Seram Utara terhadap infrastruktur jalan yang tak kunjung mendapat perhatian serius. Masyarakat berharap kejadian ini menjadi alarm bagi pemerintah bahwa akses jalan bukan sekadar fasilitas, melainkan penentu keselamatan warga pedalaman. (EH)

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pendopo Bupati Tak Pernah Ditempati, Pemuda Bursel Soroti Komitmen La Hamidi
Tokoh Pemuda Desa Depur Nilai Pejabat Desa Salah Fokus
Puluhan Mahasiswa Gelar Aksi Kemanusiaan di Kota Ambon
Ketum PP GMKI Prima Surbakti Ajak GMKI Ambon Hadapi Efisiensi Anggaran dengan Kreativitas dan Gotong Royong
Sanus 2026 Hapus Trayek ke Pulau Luang, GEMA MBD Desak Pemda Bertindak
Sanus 2026 Hapus Trayek ke Pulau Luang, GEMA MBD Desak Pemda Bertindak
IKHSO Ambon Desak Polres MBD Copot Kapospol Pulau Roma atas Dugaan Kekerasan Terhadap Warga
GEMA-MBD Desak Pemprov dan DPRD Maluku Buka Hasil Investigasi Insiden Tongkang Patah PT BTR di Pulau Wetar
Berita ini 154 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 12:56 WIT

Pendopo Bupati Tak Pernah Ditempati, Pemuda Bursel Soroti Komitmen La Hamidi

Kamis, 29 Januari 2026 - 09:43 WIT

Tokoh Pemuda Desa Depur Nilai Pejabat Desa Salah Fokus

Selasa, 20 Januari 2026 - 21:04 WIT

Puluhan Mahasiswa Gelar Aksi Kemanusiaan di Kota Ambon

Sabtu, 17 Januari 2026 - 15:37 WIT

Ketum PP GMKI Prima Surbakti Ajak GMKI Ambon Hadapi Efisiensi Anggaran dengan Kreativitas dan Gotong Royong

Jumat, 2 Januari 2026 - 14:25 WIT

Sanus 2026 Hapus Trayek ke Pulau Luang, GEMA MBD Desak Pemda Bertindak

Berita Terbaru