BUMO DPP GMNI Dorong Kader Jadi Pengusaha, Tegaskan Kewirausahaan Pilar Kemandirian Ekonomi Rakyat

Kamis, 12 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta | Maluku.Newsline.id – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) melalui Badan Usaha Milik Organisasi (BUMO) menegaskan pentingnya penguatan kewirausahaan sebagai strategi membangun kemandirian ekonomi kader sekaligus memperkuat basis ekonomi rakyat.

Kepala BUMO DPP GMNI, Agung Nurdiansah, menegaskan bahwa kewirausahaan saat ini tidak bisa lagi dipahami hanya sebagai aktivitas ekonomi untuk mencari keuntungan.

“Dalam perspektif akademik kontemporer, kewirausahaan merupakan proses transformasional yang mencakup kreativitas, inovasi, kemampuan membaca dinamika pasar, serta keberanian mengambil risiko secara terukur melalui perencanaan strategis yang rasional,” ujar Agung kepada media ini, kamis (12/2/2026).

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan, seorang wirausahawan merupakan agen perubahan yang mampu menciptakan nilai tambah, mengorganisasi sumber daya secara efektif, serta menghadirkan solusi produktif atas tantangan sosial dan ekonomi masyarakat.

Menurut Agung, dalam kerangka pembangunan nasional, kewirausahaan memiliki peran strategis dalam memperluas kesempatan kerja, meningkatkan daya saing, dan memperkuat fondasi ekonomi domestik.

“Lebih dari itu, kewirausahaan menjadi mekanisme distribusi kesempatan ekonomi yang lebih merata, khususnya ketika negara menghadapi keterbatasan dalam menyediakan lapangan kerja formal,” katanya.

UMKM Jadi Fondasi Ekonomi Nasional

Agung menegaskan, penguatan kewirausahaan kader harus diarahkan pada sektor riil yang bersentuhan langsung dengan ekonomi rakyat, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Secara nasional, UMKM terbukti menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Data pemerintah menunjukkan jumlah UMKM mencapai sekitar 65 juta unit usaha yang menyerap lebih dari 119 juta tenaga kerja. Sektor ini juga berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, serta menampung sekitar 97 persen tenaga kerja nasional.

Besarnya kontribusi tersebut menunjukkan bahwa UMKM bukan sekadar pelengkap sistem ekonomi, melainkan fondasi utama struktur ekonomi nasional. Dengan karakter fleksibel, adaptif, dan berbasis lokal, UMKM dinilai lebih inklusif dalam mendistribusikan kesempatan ekonomi dibanding sektor usaha besar yang cenderung terpusat.

Agung menegaskan, kader GMNI harus hadir sebagai penggerak produktivitas dan inovasi di tengah basis ekonomi rakyat.

Marhaenisme dan Praksis Kemandirian Ekonomi

Dalam perspektif ideologis, GMNI menempatkan Marhaenisme sebagai landasan perjuangan yang menitikberatkan pada kemandirian ekonomi rakyat kecil.

Agung menilai, Marhaenisme tidak hanya berbicara soal kesadaran politik, tetapi juga pembebasan ekonomi dari ketergantungan terhadap kapital besar.

“Penguatan kewirausahaan kader merupakan bentuk praksis ideologi. Ideologi yang tidak diwujudkan dalam tindakan ekonomi berisiko berhenti pada tataran diskursif,” ujarnya.

Ia menegaskan, keterlibatan kader dalam usaha produktif bukan bentuk pragmatisme, melainkan aktualisasi konkret cita-cita kemandirian ekonomi dan keadilan sosial.

“Usaha kader harus diarahkan pada pembangunan ekonomi yang partisipatif, berkeadilan, anti-eksploitasi, dan berorientasi pada kesejahteraan kolektif,” kata Agung.

Lima Alasan Kader GMNI Harus Jadi Pengusaha

BUMO DPP GMNI menilai terdapat sejumlah urgensi kader terlibat langsung dalam dunia usaha, antara lain:

Pertama, memperkuat kemandirian ekonomi individu dan organisasi. Kader dengan basis ekonomi kuat dinilai lebih otonom dalam bersikap, sekaligus memperkuat daya dukung finansial organisasi.

Kedua, menciptakan lapangan kerja. Kader pengusaha tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta kerja yang berdampak sosial luas.

Ketiga, mendorong social entrepreneurship. Model usaha tidak hanya berorientasi profit, tetapi juga memberikan dampak sosial melalui pemberdayaan masyarakat.

Keempat, memperkuat kapasitas kepemimpinan dan manajerial kader melalui pengalaman langsung mengelola usaha, termasuk manajemen risiko dan pengambilan keputusan strategis.

Kelima, meningkatkan adaptasi terhadap transformasi ekonomi digital melalui literasi teknologi, inovasi, dan pengembangan jaringan bisnis lintas wilayah.

Kewirausahaan Bagian Strategi Perjuangan Organisasi

Agung menegaskan bahwa kewirausahaan kader merupakan bagian integral dari strategi perjuangan organisasi.

“Kader GMNI harus tampil sebagai pelaku usaha yang progresif, inovatif, dan berorientasi sosial,” pungkasnya.

Ia berharap perjuangan ideologis GMNI tidak berhenti pada wacana, tetapi diwujudkan melalui kerja produktif yang menciptakan nilai tambah, memperluas kesempatan ekonomi, serta membangun kesejahteraan kolektif bagi masyarakat Indonesia. (**)

Penulis : Eston Halamury

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SMIT Kecam Kriminalisasi Warga Adat Halmahera Utara, Nilai Negara Lebih Lindungi Investasi
Audiensi di Komnas HAM, GMNI Dorong Penegakan HAM Tanpa Impunitas
GMNI Tagih Janji Negara, RUU PPRT Didorong Segera Jadi Undang-Undang
GMNI Tolak Polri di Bawah Kementerian, Tegaskan Independensi sebagai Pilar Demokrasi
Pencabutan 28 Izin Dinilai Baru Awal, GMNI Bongkar Krisis Kehutanan Nasional
Ketua Umum DPP GMNI Risyad Fahlefi Tegaskan Posisi Polri di Bawah Presiden Paling Ideal dan Konstitusional
MK Tegaskan Wartawan Tak Bisa Langsung Dipidana atas Karya Jurnalistik
Pengukuhan DPP GMNI Versi Sujahri–Mahfud Tuai Kecaman, Dinilai Cederai Semangat Persatuan
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:32 WIT

SMIT Kecam Kriminalisasi Warga Adat Halmahera Utara, Nilai Negara Lebih Lindungi Investasi

Rabu, 25 Februari 2026 - 09:09 WIT

Audiensi di Komnas HAM, GMNI Dorong Penegakan HAM Tanpa Impunitas

Jumat, 13 Februari 2026 - 22:28 WIT

GMNI Tagih Janji Negara, RUU PPRT Didorong Segera Jadi Undang-Undang

Kamis, 12 Februari 2026 - 08:10 WIT

BUMO DPP GMNI Dorong Kader Jadi Pengusaha, Tegaskan Kewirausahaan Pilar Kemandirian Ekonomi Rakyat

Jumat, 30 Januari 2026 - 16:14 WIT

GMNI Tolak Polri di Bawah Kementerian, Tegaskan Independensi sebagai Pilar Demokrasi

Berita Terbaru