Dokumen Dana BOS dan DAK Raib, Dinas Pendidikan Maluku Lapor Polisi

Kamis, 26 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ambon, Maluku.Newsline.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku mengambil langkah hukum atas hilangnya dokumen penting terkait pengelolaan dana BOS tahun 2019, 2023, dan 2024 serta Dana Alokasi Khusus (DAK). Kasus ini telah dilaporkan secara resmi ke Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Drs. James Th. Leiwakabessy, MM, menyampaikan kepada awak media pada Senin (21 Juni 2025) di lobi Hotel Golden Palace, bahwa laporan tersebut berasal dari Kepala Bidang SMK dan timnya, yang juga telah menjalani pemeriksaan awal oleh aparat penegak hukum.

“Kami meminta aparat kepolisian menelusuri kasus ini secara serius dan profesional. Dokumen yang hilang sangat krusial karena berkaitan langsung dengan pengelolaan anggaran pendidikan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Leiwakabessy menegaskan, bila dalam proses penyelidikan ditemukan indikasi keterlibatan internal dari Bidang SMK, pihaknya siap menjatuhkan sanksi sesuai ketentuan administrasi dan hukum kepegawaian yang berlaku.

Ia juga mengonfirmasi bahwa persoalan ini telah dilaporkan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku. Keduanya, menurutnya, memberikan arahan agar proses penuntasan kasus ini dilakukan secara menyeluruh tanpa kompromi.

“Dinas ini bertanggung jawab atas masa depan pendidikan di Maluku. Maka integritas dan transparansi adalah keharusan. Kami tak ingin ada celah sedikit pun untuk perilaku yang mencederai amanah tersebut,” tutupnya.

EDITOR REDAKSI | SS37
MEDIA : Maluku.Newsline.id

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GEMA MBD Dukung Groundbreaking Blok Masela, Siap Kawal Hak Masyarakat Lokal
Gempa Magnitudo 2,6 Guncang Perairan Seram Bagian Barat
Jam Belajar Siswa di Aru Dihentikan Saat Hujan, Guru Kuatir Sekolah Roboh
Dugaan Pungli Tunjangan Guru di SMPN 05 Ambalau Jadi Sorotan Publik
Speedboat Rute Sinairusi -Tepa Tenggelam, 7 Penumpang Masih Dalam Pencarian
Polemik Upah Proyek Pustu Oirleli di MBD, Pekerja: Tidak di Bayar Maka Akan di Jual Bagunan Ini
Narapolis Institute Pertemukan DKP, Akademisi, dan Masyarakat Adat Bahas Konservasi Laut
Masyarakat Adat Maraina Larang Aktivitas BTN dan BPKH hingga Ada Kejelasan Batas Kawasan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 13:10 WIT

GEMA MBD Dukung Groundbreaking Blok Masela, Siap Kawal Hak Masyarakat Lokal

Kamis, 9 Juli 2026 - 02:06 WIT

Gempa Magnitudo 2,6 Guncang Perairan Seram Bagian Barat

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:59 WIT

Jam Belajar Siswa di Aru Dihentikan Saat Hujan, Guru Kuatir Sekolah Roboh

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:47 WIT

Dugaan Pungli Tunjangan Guru di SMPN 05 Ambalau Jadi Sorotan Publik

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:11 WIT

Speedboat Rute Sinairusi -Tepa Tenggelam, 7 Penumpang Masih Dalam Pencarian

Berita Terbaru