Maluku.Newsline.id Jakarta, Minggu 7 September 2025 |Selama ini, banyak orang didorong untuk merasa berutang budi pada negara, seolah segala fasilitas dan kebijakan yang diberikan adalah hadiah. Padahal, negara berdiri karena adanya rakyat, dan segala yang dimiliki negara berasal dari rakyat pula—dari pajak, sumber daya, hingga legitimasi kekuasaan. Dengan begitu, wajar bila rakyat mempertanyakan apa saja yang sudah diambil negara dari mereka.
Pertanyaan ini penting karena sering kali negara justru lebih banyak mengambil daripada memberi. Pajak dipungut, sumber daya alam dieksploitasi, bahkan kebebasan berpendapat bisa direnggut. Jika rakyat hanya sibuk menghitung apa yang mereka terima tanpa sadar apa yang telah hilang, maka negara berpotensi berjalan tanpa akuntabilitas. Inilah bentuk peringatan agar rakyat tetap waspada dan kritis.
Dengan membalik perspektif ini, rakyat diajak untuk tidak lagi pasif. Kesadaran bahwa negara bisa mengambil lebih dari yang dikembalikan akan membuat masyarakat lebih berani menuntut keadilan dan transparansi. Pada akhirnya, pertanyaan ini bukan untuk menumbuhkan sinisme, melainkan untuk menjaga agar negara benar-benar hadir melayani rakyat, bukan sekadar memanfaatkan mereka_✍🏻❗_
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Editor : 🇮🇩•[BUYA_RUMRA]•🇮🇩
#NKRI
#BuyaRumra
#Jurnalist
#RakyatIndonesia
#RelawanIndonesia
#MilitansiIndonesia
#AktifisIndonesia
#SalamWaras
#SetiaTsgakLurusNKRI
#IndonesiaTanahAirBeta
#PanjangUmurPerjuangan
#SENATOR










