Jonly Lapay, Pahlawan Tak Tersorot dari Talaud: Selamatkan Bayi 3 Bulan di Tengah Kobaran Api KM Barcelona

Kamis, 24 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

🗓️ Kamis 24 Juli 2025
📰 Maluku.Newsline.id

Talaud, Sulawesi Utara — Tragedi terbakarnya KM Barcelona menyisakan luka mendalam bagi para keluarga korban. Di balik peristiwa memilukan itu, muncul kisah heroik dari seorang pria asal Talaud, Sulawesi Utara, bernama Jonly Lapay. Ia menjadi sosok pahlawan tak tersorot kamera, setelah berhasil menyelamatkan seorang bayi berusia tiga bulan dari maut di tengah laut yang diliputi kepanikan.

Dalam kondisi darurat yang menegangkan, Jonly Lapay mengambil keputusan cepat dan penuh risiko. Ia meletakkan bayi tak berdosa itu ke dalam box sterofoam agar tetap mengapung dan tidak tenggelam. Tindakan ini menjadi kunci keselamatan sang bayi, yang kini dalam kondisi selamat dan terus mendapat perawatan serta pemantauan dari tim medis dan pihak berwenang.

Namun di saat bersamaan, Jonly harus menghadapi kenyataan pahit. Dalam insiden yang sama, ia kehilangan adik kandungnya tercinta, almarhumah Asna Lapay. Sang adik tidak berhasil diselamatkan dari kobaran api dan dinyatakan sebagai salah satu korban jiwa dalam tragedi tersebut. Kehilangan ini menambah luka batin yang mendalam bagi Jonly dan keluarganya.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perjuangan Jonly bukan hanya soal keberanian, tetapi juga tentang cinta, pengorbanan, dan rasa kemanusiaan yang tulus. Ia tidak berpikir panjang ketika menyelamatkan bayi tersebut, meski nyawanya sendiri pun berada dalam bahaya. Banyak pihak menilai bahwa tindakannya mencerminkan jiwa besar dan keteladanan yang patut dihargai oleh seluruh masyarakat.

Masyarakat Sulawesi Utara, khususnya Talaud, menyampaikan rasa hormat dan simpati yang mendalam atas keberanian Jonly. Doa dan dukungan terus mengalir, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Ungkapan “Masya Allah, yang sabar Pak” menjadi seruan yang banyak diucapkan, disertai harapan agar Tuhan menguatkan hati Jonly dan keluarga korban lainnya.

Pihak keluarga besar Lapay saat ini masih dalam suasana duka. Mereka berterima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan moral dan spiritual, serta berharap agar almarhumah Asna Lapay diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Rasa kehilangan atas sosok Asna tidak dapat digantikan, namun tindakan heroik Jonly menjadi pelipur lara di tengah duka.

Tragedi KM Barcelona menyita perhatian nasional, terutama karena banyaknya korban yang mengalami luka-luka, trauma, dan kehilangan. Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan atas penyebab pasti terjadinya kebakaran, serta melakukan pendataan terhadap seluruh penumpang dan korban yang selamat maupun yang meninggal dunia.

Dalam situasi genting seperti ini, kisah Jonly Lapay menjadi semacam cahaya kecil di tengah kegelapan. Ia menunjukkan bahwa harapan masih bisa tumbuh di tengah musibah. Di saat banyak orang sibuk menyelamatkan diri, ia justru memastikan ada nyawa lain yang bisa diselamatkan, bahkan jika harus kehilangan orang yang sangat dicintainya.

Semoga kisah ini membuka mata publik dan menjadi pengingat bahwa kepahlawanan tak selalu hadir dalam bentuk seragam atau pangkat. Kadang ia muncul dari hati seorang warga biasa yang memilih bertindak luar biasa. Jonly Lapay telah menjadi simbol kemanusiaan yang sesungguhnya — sunyi, tetapi bermakna.

Maluku.Newsline.id turut berduka cita atas seluruh korban dalam peristiwa kebakaran KM Barcelona, dan mendoakan agar para penyintas, seperti Jonly Lapay, senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan, dan ketabahan dalam menghadapi hari-hari ke depan.

Editor : |SS37

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GEMA MBD Dukung Groundbreaking Blok Masela, Siap Kawal Hak Masyarakat Lokal
Gempa Magnitudo 2,6 Guncang Perairan Seram Bagian Barat
Jam Belajar Siswa di Aru Dihentikan Saat Hujan, Guru Kuatir Sekolah Roboh
Dugaan Pungli Tunjangan Guru di SMPN 05 Ambalau Jadi Sorotan Publik
Speedboat Rute Sinairusi -Tepa Tenggelam, 7 Penumpang Masih Dalam Pencarian
Polemik Upah Proyek Pustu Oirleli di MBD, Pekerja: Tidak di Bayar Maka Akan di Jual Bagunan Ini
Narapolis Institute Pertemukan DKP, Akademisi, dan Masyarakat Adat Bahas Konservasi Laut
Masyarakat Adat Maraina Larang Aktivitas BTN dan BPKH hingga Ada Kejelasan Batas Kawasan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 13:10 WIT

GEMA MBD Dukung Groundbreaking Blok Masela, Siap Kawal Hak Masyarakat Lokal

Kamis, 9 Juli 2026 - 02:06 WIT

Gempa Magnitudo 2,6 Guncang Perairan Seram Bagian Barat

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:59 WIT

Jam Belajar Siswa di Aru Dihentikan Saat Hujan, Guru Kuatir Sekolah Roboh

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:47 WIT

Dugaan Pungli Tunjangan Guru di SMPN 05 Ambalau Jadi Sorotan Publik

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:11 WIT

Speedboat Rute Sinairusi -Tepa Tenggelam, 7 Penumpang Masih Dalam Pencarian

Berita Terbaru