Ambon | Maluku.Newsline.id – Aspirasi warga Maluku datang dari banyak arah: linimasa media sosial, obrolan di kampung, hingga keluhan yang tak pernah sampai ke gedung dewan. Ketua Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Alhidayat Wajo, menyiapkan Beta AW, platform digital untuk memetakan fokus aspirasi tersebut agar setiap suara terdengar.
Gagasan itu ia paparkan dalam talkshow “Jempol Cerdas Maluku Goes to Campus” di Aula Moderasi IAKN Ambon, Kamis (24/9/2026), kerja sama Narapolis Institute dan BEM IAKN Ambon.
“Pemanfaatan teknologi dalam menyerap aspirasi terus saya lakukan, dengan platform yang sedang saya kembangkan. Ini adalah salah satu bagian dari bagaimana kita memanfaatkan teknologi,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari Formulir ke Peta Prioritas
Warga mengakses Beta AW dengan memindai barcode di akun media sosial Alhidayat, lalu mengisi aspirasi lewat formulir daring di: https://form.jotform.com/262463163408456.
Alhidayat berencana memanfaatkan masukan yang terkumpul untuk memetakan fokus aspirasi, yakni persoalan apa yang paling banyak disuarakan dan dari mana asalnya, sehingga tidak ada suara yang terlewat.
Menurut Alhidayat, legislatif kini semakin memperhatikan media sosial sebagai sarana pengambilan keputusan, dan persoalan di Maluku dapat dipantau dengan mudah lewat kanal digital.
Beta AW melengkapinya dengan jalur yang lebih terarah bagi warga yang ingin menyampaikan aspirasi secara langsung.
Suara yang Terverifikasi
Pemetaan aspirasi menuntut masukan yang berkualitas. Founder Narapolis Institute, Giovani Walewawan, mengingatkan bahwa partisipasi generasi muda dalam kebijakan harus dibarengi kemampuan memfilter dan memverifikasi informasi.
Rektor IAKN Ambon, Dr. Elka Anakotta, M.Si menegaskan, “Kita yang harus mampu menguasai teknologi, bukan teknologi yang menguasai kita,” ujarnya.
Bagi Narapolis, kanal seperti ini sejalan dengan upaya mendekatkan mahasiswa dan warga pada pengambil kebijakan. Dalam kerangka acuan kegiatan, lembaga ini mencatat bahwa algoritma kini ikut menentukan narasi yang viral dan kebijakan yang mendapat dukungan atau penolakan.
Peta aspirasi berbasis masukan langsung warga menjadi penyeimbang agar prioritas kebijakan tidak hanya ditentukan oleh apa yang sedang ramai
Penulis : Angklin Ahwalam
Editor : Eston Halamury










