Maluku.Newsline.id , Maluku Tenggara— Majelis Taklim Nurul Huda Desa Depur turut berpartisipasi aktif dalam Musyawarah Besar (Mubes) ke-IX Majelis Taklim se-Kabupaten Maluku Tenggara yang dipusatkan di Desa Mastur, mulai tanggal 18 hingga 21 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi dan konsolidasi seluruh majelis taklim dari desa-desa muslim di Kabupaten Maluku Tenggara.
Rombongan Majelis Taklim Nurul Huda Depur dipimpin langsung oleh Ketua Majelis, Ibu Sri Odar, bersama sejumlah anggota di antaranya Reni Baranratut, Boyleka Serang, Adinda Serang, Ati Serang, Mayang Sari Lakuy, Ria Bugis, Melisa Serang, Nyai Serang, Wulandari Hitimalah, Pingki Lakuy, Bela Rumra, Nur Namsa, Saoda Rumra, dan Erlinda Latar. Mereka datang dengan penuh semangat untuk berkontribusi dalam forum keagamaan yang mempertemukan para ibu majelis dari berbagai penjuru Maluku Tenggara.
Mubes IX Majelis Taklim ini diselenggarakan selama empat hari dan dihadiri oleh seluruh perwakilan desa muslim. Desa Mastur ditunjuk sebagai tuan rumah dan mendapat apresiasi atas penyelenggaraan yang tertib serta penuh keakraban. Kegiatan ini meliputi musyawarah organisasi, pembinaan keagamaan, serta berbagai perlombaan islami yang memperkuat ukhuwah antarpeserta.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran rombongan Majelis Taklim Nurul Huda Depur juga mendapat dukungan penuh dari tokoh masyarakat. Pengantaran rombongan dilakukan secara resmi oleh Ketua Pemuda Desa Depur, Senen Serang, bersama Imam Masjid Nurul Huda, Bapak Abu Talib Serang. Keduanya ikut memastikan keberangkatan berjalan aman dan lancar sebagai bentuk dukungan moral terhadap kegiatan keagamaan perempuan di desa.
Dalam kesempatan wawancara, Ketua Majelis Taklim Nurul Huda, Ibu Sri Odar, mengungkapkan rasa bangganya bisa ikut serta dalam kegiatan besar ini.
“Kami sangat bersyukur bisa berpartisipasi dalam Mubes ke-IX ini. Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga memberi kami banyak ilmu dan inspirasi untuk meningkatkan kualitas pengajian di Desa Depur. Kami ingin terus belajar agar majelis taklim kami bisa berperan lebih besar dalam membina akhlak dan memperkuat iman masyarakat,” ujar Sri Odar dengan penuh semangat.
Selama kegiatan berlangsung, suasana kebersamaan dan kekeluargaan sangat terasa. Para anggota majelis saling berbagi pengalaman dalam mengelola kegiatan keagamaan di tingkat desa. Berbagai diskusi juga dilakukan untuk membahas langkah-langkah konkret memperkuat peran majelis taklim di era modern, termasuk pemanfaatan media digital untuk dakwah dan pembinaan umat.
Imam Masjid Nurul Huda Desa Depur, Bapak Abu Talib Serang, menilai bahwa partisipasi aktif ibu-ibu majelis dalam kegiatan seperti ini menjadi bukti nyata semangat masyarakat Depur dalam memperkuat dakwah.
“Kami mendukung penuh kegiatan ini karena majelis taklim adalah jantung pendidikan agama di desa. Ibu-ibu punya peran besar dalam membina anak-anak dan keluarga agar tetap berpegang pada nilai-nilai Islam. Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti di Mubes, tapi terus berlanjut dalam bentuk kerja nyata di lingkungan masing-masing,” tutur Abu Talib Serang.
Sementara itu, Ketua Pemuda Desa Depur, Senen Serang, yang turut mendampingi rombongan, mengungkapkan kebanggaannya terhadap semangat para anggota majelis.
“Kami para pemuda ikut merasa bangga. Kehadiran ibu-ibu majelis ke Mubes ini adalah bukti bahwa masyarakat Depur sangat peduli dengan perkembangan dakwah. Kami akan terus mendukung kegiatan positif seperti ini,” ucapnya.
Mubes ke-IX Majelis Taklim se-Kabupaten Maluku Tenggara juga menjadi momentum penting dalam menyusun program kerja dan memperkuat jaringan antar-majelis. Beberapa rekomendasi strategis dihasilkan, termasuk peningkatan kapasitas pengurus, kolaborasi lintas desa, dan pelatihan kepemimpinan perempuan di bidang keagamaan.
Di sela-sela kegiatan, para peserta juga mengikuti kajian tematik, tausiyah, dan pelatihan administrasi majelis taklim. Semua rangkaian acara berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Panitia penyelenggara menyampaikan apresiasi kepada semua rombongan yang hadir, termasuk Majelis Taklim Nurul Huda Depur yang dinilai aktif dan kompak selama kegiatan.
Dengan berakhirnya kegiatan pada 21 Oktober 2025, para peserta kembali ke desa masing-masing membawa semangat baru untuk mengembangkan kegiatan keagamaan di daerah mereka. Bagi Majelis Taklim Nurul Huda Depur, pengalaman ini menjadi modal berharga untuk memperkuat peran perempuan dalam dakwah dan pembinaan masyarakat di Desa Depur.
Partisipasi mereka menjadi simbol komitmen kaum ibu dalam menjaga tradisi keagamaan, mempererat ukhuwah islamiyah, serta membangun desa yang berlandaskan nilai-nilai iman dan takwa di Kabupaten Maluku Tenggara.(SS37)










