Prajurit TNI Gugur di Teluk Bintuni, Kodam XVIII/Kasuari Pastikan Kejar Pelaku Penembakan

Selasa, 14 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teluk Bintuni—Maluku.Newline.id, Situasi keamanan di Papua Barat kembali memanas setelah seorang prajurit TNI dari Kodam XVIII/Kasuari gugur dalam insiden penyerangan bersenjata di Kampung Moyeba, Distrik Moskona Utara, Kabupaten Teluk Bintuni, pada akhir pekan lalu. Insiden ini menambah daftar panjang aksi kekerasan yang dilakukan kelompok bersenjata terhadap aparat dan masyarakat di wilayah Papua Barat.

Peristiwa penyerangan tersebut terjadi saat anggota TNI tengah melaksanakan tugas pengamanan di wilayah yang dikenal rawan aktivitas kelompok kriminal bersenjata (KKB). Serangan mendadak itu mengakibatkan satu prajurit, Praka Amin Nurohman, gugur di tempat kejadian. Sementara rekan-rekannya berhasil menyelamatkan diri dan melakukan tindakan pengamanan di sekitar lokasi.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVIII/Kasuari, Kolonel Inf Chairil Anwar, dalam keterangannya di Manokwari, Senin (13/10/2025), menjelaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah cepat untuk mengevakuasi jenazah korban dan mengamankan lokasi kejadian. Ia menegaskan bahwa situasi di Kampung Moyeba kini berada dalam kendali aparat keamanan.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kodam XVIII/Kasuari telah berkoordinasi dengan aparat TNI-Polri setempat untuk memastikan keamanan masyarakat di sekitar Kampung Moyeba tetap kondusif,” ujar Kolonel Chairil. Menurutnya, pengamanan berlapis dilakukan untuk mencegah terjadinya serangan susulan dari kelompok bersenjata.

Jenazah almarhum Praka Amin Nurohman langsung dievakuasi menggunakan jalur udara dari Teluk Bintuni ke Manokwari, kemudian diterbangkan ke kampung halamannya di Kebumen, Jawa Tengah, melalui Bandara Rendani pada Senin pagi. Prosesi pelepasan dilakukan secara militer sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian almarhum selama bertugas di medan operasi Papua Barat.

Suasana haru menyelimuti upacara pelepasan jenazah di Manokwari. Sejumlah rekan satuan dan perwira Kodam XVIII/Kasuari turut hadir memberikan penghormatan terakhir. “Kami kehilangan seorang prajurit terbaik yang gugur saat melaksanakan tugas negara,” kata Kapendam.

Kodam XVIII/Kasuari menyatakan akan terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku penyerangan hingga mereka tertangkap. Operasi pencarian dilakukan secara terukur dengan melibatkan pasukan dari satuan tempur dan intelijen untuk mempersempit ruang gerak kelompok bersenjata yang diduga masih bersembunyi di wilayah hutan sekitar Moyeba.

“Kodam XVIII/Kasuari berkomitmen akan mengejar dan menangkap para pelaku penembakan tersebut sampai ke manapun mereka bersembunyi,” tegas Kolonel Chairil. Ia menambahkan bahwa tindakan tegas akan diambil sesuai hukum terhadap siapa pun yang terlibat dalam aksi penyerangan terhadap aparat TNI-Polri maupun masyarakat sipil.

Selain operasi pengejaran, aparat juga berfokus pada upaya menjaga stabilitas keamanan di sekitar lokasi kejadian. Masyarakat diimbau tetap tenang dan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada aparat keamanan terdekat untuk mencegah potensi ancaman lanjutan.

Pemerintah daerah bersama aparat TNI-Polri turut memberikan pendampingan kepada warga yang terdampak secara psikologis akibat insiden tersebut. Upaya pemulihan situasi sosial dan ekonomi masyarakat di Distrik Moskona Utara menjadi perhatian utama, mengingat wilayah tersebut merupakan salah satu titik strategis pengembangan daerah di Teluk Bintuni.

Kapendam XVIII/Kasuari juga menegaskan bahwa kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh aparat keamanan untuk lebih meningkatkan kewaspadaan di lapangan. “Setiap prajurit yang bertugas di Papua Barat sudah dibekali pelatihan dan strategi menghadapi situasi berisiko tinggi. Namun, ancaman seperti ini tetap membutuhkan koordinasi yang kuat antarinstansi,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, aparat gabungan TNI-Polri masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi penyerangan. Kodam XVIII/Kasuari memastikan bahwa seluruh langkah yang diambil bertujuan untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat dan menjaga kedaulatan negara dari ancaman kelompok bersenjata yang mengganggu stabilitas Papua Barat.(SS37)

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gempa Magnitudo 2,6 Guncang Perairan Seram Bagian Barat
Speedboat Rute Sinairusi -Tepa Tenggelam, 7 Penumpang Masih Dalam Pencarian
SMIT Kecam Kriminalisasi Warga Adat Halmahera Utara, Nilai Negara Lebih Lindungi Investasi
Potensi Besar, Akses Terbatas: Warga Taniwel Timur Harap Perbaikan Jalan Tani
Sorotan Anggaran TP PKK SBB, Aldi: Jangan Bangun Opini Tanpa Data
Salah Tangkap Victor Parera, Polisi Minta Maaf, Publik Pertanyakan Sikap Resmi Institusi
Klarifikasi Dugaan Salah Tangkap di Maluku Tengah Viral di Facebook, Keluarga Minta Pemulihan Nama Baik
Ridwan Umachina: Pers adalah Pilar Bangsa
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 02:06 WIT

Gempa Magnitudo 2,6 Guncang Perairan Seram Bagian Barat

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:11 WIT

Speedboat Rute Sinairusi -Tepa Tenggelam, 7 Penumpang Masih Dalam Pencarian

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:32 WIT

SMIT Kecam Kriminalisasi Warga Adat Halmahera Utara, Nilai Negara Lebih Lindungi Investasi

Selasa, 28 April 2026 - 19:32 WIT

Potensi Besar, Akses Terbatas: Warga Taniwel Timur Harap Perbaikan Jalan Tani

Sabtu, 18 April 2026 - 20:35 WIT

Sorotan Anggaran TP PKK SBB, Aldi: Jangan Bangun Opini Tanpa Data

Berita Terbaru