Presiden RI Hadiri KTT Perdamaian di Mesir, Tegaskan Komitmen Indonesia Dukung Perdamaian Dunia

Senin, 13 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sharm El-Sheikh, Mesir —Maluku.Newline.id 13 Oktober 2025, Suasana hangat namun penuh khidmat menyelimuti Bandara Internasional Sharm El-Sheikh, Mesir, ketika pesawat kepresidenan Republik Indonesia mendarat pada Senin (13/10/2025) pagi waktu setempat. Presiden Republik Indonesia tiba dengan agenda utama menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Sharm El-Sheikh, sebuah forum internasional penting yang mempertemukan para pemimpin dunia untuk membahas langkah nyata menuju perdamaian di Gaza.

Begitu turun dari pesawat, Presiden disambut langsung oleh pejabat tinggi Pemerintah Mesir dan perwakilan diplomatik Indonesia di Kairo. Bendera merah putih berkibar megah di antara deretan bendera negara-negara peserta KTT, mencerminkan kehadiran Indonesia yang bermartabat di tengah upaya global mewujudkan perdamaian di Timur Tengah.

Dalam forum yang digelar di pusat konferensi internasional Sharm El-Sheikh, Presiden dijadwalkan menyaksikan penandatanganan perjanjian perdamaian dan penghentian perang di Gaza. Momentum ini menjadi harapan baru bagi masyarakat Palestina setelah sekian lama hidup di bawah tekanan konflik. Presiden menyebut pertemuan tersebut sebagai “langkah bersejarah yang harus dijaga dengan kejujuran politik dan komitmen kemanusiaan”.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Indonesia datang bukan hanya untuk menyaksikan, tetapi untuk menegaskan bahwa perdamaian adalah hak setiap bangsa. Kita tidak boleh lelah memperjuangkan keadilan bagi rakyat Palestina,” ujar Presiden dalam pidato pembukaannya di hadapan para pemimpin dunia. Ucapan itu disambut tepuk tangan hangat dari para delegasi yang hadir di ruangan besar bernuansa emas dan biru, simbol perdamaian dan harapan.

Kehadiran Indonesia di KTT ini menjadi wujud nyata amanat konstitusi. Presiden menegaskan kembali bunyi Pembukaan UUD 1945 yang menyatakan bahwa “penjajahan di atas dunia harus dihapuskan.” Prinsip tersebut, katanya, menjadi arah moral politik luar negeri Indonesia sejak awal kemerdekaan hingga hari ini.

Selain menghadiri KTT, Presiden juga dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi. Keduanya membahas penguatan kerja sama di bidang ekonomi, pendidikan, pertahanan, dan penanganan isu kemanusiaan di Timur Tengah. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh rasa saling menghormati.

Presiden menegaskan, “Indonesia akan selalu hadir di setiap meja perundingan, bukan untuk memperkeruh suasana, tetapi untuk meneduhkan. Kita percaya, kekuatan diplomasi lebih tajam dari peluru, dan keikhlasan lebih kuat dari senjata.” Kutipan ini menjadi sorotan berbagai media internasional yang meliput jalannya KTT.

KTT Sharm El-Sheikh kali ini menarik perhatian dunia karena dihadiri lebih dari 40 kepala negara dan pimpinan lembaga internasional. Di tengah meningkatnya ketegangan politik dan kemanusiaan di Gaza, forum ini menjadi titik temu harapan baru bagi dunia Islam dan komunitas global untuk bersama mencari solusi permanen.

Delegasi Indonesia juga aktif dalam sejumlah sidang teknis dan agenda kemanusiaan, termasuk pembahasan rencana bantuan untuk pemulihan infrastruktur dan pendidikan di wilayah konflik. Menteri Luar Negeri RI menyampaikan bahwa Indonesia siap menyalurkan dukungan berupa bantuan medis, logistik, serta program pemberdayaan masyarakat di Gaza.

Di sela kegiatan resmi, Presiden sempat berbincang santai dengan beberapa pemimpin negara peserta, di antaranya Emir Qatar, Perdana Menteri Turki, dan Sekretaris Jenderal Liga Arab. Percakapan berlangsung hangat, menandakan semangat solidaritas dunia Islam dalam memperjuangkan perdamaian yang adil dan bermartabat.

Sore harinya, Presiden meninggalkan ruang konferensi dengan wajah tenang. Di luar gedung, sejumlah wartawan internasional menunggu untuk mewawancarai. Kepada mereka, Presiden kembali menegaskan, “Perdamaian bukan hadiah, tapi hasil dari tekad dan keberanian manusia untuk berhenti saling menyakiti.”

Kunjungan kenegaraan ini menegaskan bahwa Indonesia tetap berdiri tegak di garis depan diplomasi perdamaian dunia. Bagi bangsa Indonesia, perjuangan untuk Palestina adalah cerminan dari nilai-nilai kemanusiaan yang tak lekang oleh waktu. Dengan semangat solidaritas dan persaudaraan global, Indonesia sekali lagi menunjukkan bahwa diplomasi yang berakar pada hati nurani akan selalu menemukan jalannya menuju kedamaian sejati.(SS37)

Follow WhatsApp Channel maluku.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Speedboat Rute Sinairusi -Tepa Tenggelam, 7 Penumpang Masih Dalam Pencarian
Dukung Penegerian Sekolah Yayasan, Mahasiswa MBD: Pendidikan Investasi Peradaban, Bukan Ajang Konflik
Polemik Upah Proyek Pustu Oirleli di MBD, Pekerja: Tidak di Bayar Maka Akan di Jual Bagunan Ini
Warga Keluhkan Infrastruktur Jalan dan Pelayanan Pemerintah Desa
Marak IUUF di laut Aru, DFW Gandeng Pemda Gelar Lokakarya
SMIT Kecam Kriminalisasi Warga Adat Halmahera Utara, Nilai Negara Lebih Lindungi Investasi
Kadisdik Buru Selatan Diduga Minta Unggas dari Sekolah, Klarifikasi Masih Diupayakan
Bupati Lahamidi Fasilitasi Rujukan Medis Siswi Asal Waesama ke Jakarta
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:11 WIT

Speedboat Rute Sinairusi -Tepa Tenggelam, 7 Penumpang Masih Dalam Pencarian

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:05 WIT

Dukung Penegerian Sekolah Yayasan, Mahasiswa MBD: Pendidikan Investasi Peradaban, Bukan Ajang Konflik

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:59 WIT

Polemik Upah Proyek Pustu Oirleli di MBD, Pekerja: Tidak di Bayar Maka Akan di Jual Bagunan Ini

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:25 WIT

Warga Keluhkan Infrastruktur Jalan dan Pelayanan Pemerintah Desa

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:40 WIT

Marak IUUF di laut Aru, DFW Gandeng Pemda Gelar Lokakarya

Berita Terbaru