TUAL | Maluku.Newsline.id – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtra (PKS), Sahadiya Uluputy, ST, menggelar kegiatan Partisipasi Bermakna (Meaningful Participation) dalam rangka pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (RUU BPIP). Kegiatan ini berlangsung di Aula Balai Kota Tual, pada Jumat, 24 Oktober 2025.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Sahadiya Uluputy tersebut menjadi bagian dari upaya DPR RI untuk membuka ruang dialog publik terkait arah dan fungsi pembentukan BPIP dalam memperkuat nilai-nilai Pancasila di seluruh lapisan masyarakat.
Dalam sambutannya, Sahadiya Uluputy menjelaskan bahwa kegiatan partisipasi bermakna ini penting untuk memastikan bahwa masyarakat turut terlibat secara langsung dalam proses penyusunan kebijakan yang menyentuh ideologi bangsa. Menurutnya, aspirasi masyarakat menjadi unsur utama agar RUU BPIP benar-benar menjawab kebutuhan dan tantangan bangsa di masa kini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Tual, Hi. Amir Rumra, S.Pi., M.Si, bersama jajaran pejabat pemerintah daerah, di antaranya para staf ahli wali kota, asisten Sekda, staf khusus wali kota, serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Tual.
Selain unsur pemerintah daerah, kegiatan ini juga melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi kepemudaan (OKP), para kepala sekolah, imam masjid, majelis taklim, hingga tokoh masyarakat. Keterlibatan lintas sektor ini menunjukkan bahwa pembahasan RUU BPIP tidak hanya menjadi ranah politik, tetapi juga tanggung jawab moral bersama dalam menjaga ideologi bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Sahadiya Uluputy menekankan pentingnya pemahaman yang utuh terhadap nilai-nilai Pancasila, bukan sekadar hafalan sila-silanya. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup yang membumi dalam tindakan nyata, baik dalam pemerintahan, pendidikan, maupun kehidupan sosial masyarakat.
Wakil Wali Kota Tual, Hi. Amir Rumra, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif anggota DPR RI dari daerah pemilihan Maluku tersebut. Menurutnya, kegiatan semacam ini membuka ruang bagi masyarakat Kota Tual untuk menyuarakan pandangannya terhadap kebijakan nasional yang sedang dirumuskan.
Amir Rumra juga menambahkan bahwa pemerintah daerah siap berkolaborasi dalam memperkuat pemahaman ideologi Pancasila di kalangan pelajar, ASN, dan masyarakat umum melalui berbagai program pembinaan karakter dan pendidikan kewarganegaraan.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta aktif menyampaikan pandangan dan pertanyaan seputar urgensi pembentukan BPIP serta bagaimana lembaga tersebut akan bekerja secara efektif dalam mengawal nilai-nilai kebangsaan di era globalisasi.
Sahadiya Uluputy menegaskan bahwa seluruh masukan dari peserta akan menjadi bagian penting dalam proses pembahasan RUU BPIP di Senayan. Ia memastikan aspirasi dari masyarakat Maluku, khususnya warga Kota Tual, akan disampaikan dalam forum resmi DPR RI sebagai bentuk komitmen terhadap keterbukaan dan partisipasi publik.
Di akhir kegiatan, legislator PKS tersebut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat semangat kebangsaan di tengah perbedaan. “Pancasila adalah jati diri bangsa. Ia tidak hanya untuk dihafal, tetapi untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Sahadiya.
Kegiatan yang berlangsung penuh semangat tersebut ditutup dengan doa bersama dan foto bersama seluruh peserta. Momen itu menjadi bukti nyata bahwa dialog konstruktif antara wakil rakyat dan masyarakat dapat berjalan harmonis dalam semangat gotong royong dan kebangsaan.(LKBS)










